KAI uji coba kereta tidur
Selasa, 5 Juni 2018 9:52 WIB
Kereta api dengan tempat tidur. (Ist)
Jakarta (ANTARA News Sumsel) - PT Kereta Api (KA) Pariwisata akan menguji coba kereta dengan fasilitas tempat tidur (sleeper class) pada 11-25 Juni 2018 sebagai alternatif transportasi Lebaran bagi pemudik.
Presiden Direktur PT KA Pariwisata Totok Suryono di Jakarta, Selasa, mengatakan rencananya tiket kereta tidur mulai dijual pada Minggu (10/6).
Kereta "sleeper class" dioperasikan PT KA Pariwisata, anak usaha PT Kereta Api Indonesia (KAI).
"Rencananya tiket ini akan dibuka tanggal 10 Juni. Pembeliannya sama seperti tiket biasa, menggunakan akses web KAI," kata Totok.
Ia menjelaskan kereta "sleeper" ini akan dirangkaikan dengan kereta eksekutif Bromo Anggrek rute Gambir-Surabaya dan Gajayana rute Gambir-Malang.
Meski kereta tidur yang diproduksi dari PT INKA (Persero) tersebut ada empat gerbong kereta, KA Pariwisata hanya akan mengoperasikan tiga kereta, sedangkan sisanya sebagai cadangan.
"KAI investasinya empat gerbong, rencananya di Bromo Anggrek ada dua perjalanan, satu untuk Gajayana, satu lagi untuk cadangan," kata Totok.
Tarif untuk kereta "sleeper class" untuk sekali perjalanan memang belum ditetapkan, namun PT KA Pariwisata mengestimasi kisaran harga di atas Rp1 juta per orang.
Kereta "sleeper class" yang memiliki 18 kursi (seat) penumpang ini memang ditujukan untuk jarak jauh agar pengguna jasa bisa tidur nyaman selama perjalanan.
Penumpang mendapat fasilitas kelas satu (first class) seperti di pesawat terbang, yakni tidur dengan nyaman sampai tujuan, TV, musik, wifi, selimut, makanan dan minuman serta toilet eksklusif.
Presiden Direktur PT KA Pariwisata Totok Suryono di Jakarta, Selasa, mengatakan rencananya tiket kereta tidur mulai dijual pada Minggu (10/6).
Kereta "sleeper class" dioperasikan PT KA Pariwisata, anak usaha PT Kereta Api Indonesia (KAI).
"Rencananya tiket ini akan dibuka tanggal 10 Juni. Pembeliannya sama seperti tiket biasa, menggunakan akses web KAI," kata Totok.
Ia menjelaskan kereta "sleeper" ini akan dirangkaikan dengan kereta eksekutif Bromo Anggrek rute Gambir-Surabaya dan Gajayana rute Gambir-Malang.
Meski kereta tidur yang diproduksi dari PT INKA (Persero) tersebut ada empat gerbong kereta, KA Pariwisata hanya akan mengoperasikan tiga kereta, sedangkan sisanya sebagai cadangan.
"KAI investasinya empat gerbong, rencananya di Bromo Anggrek ada dua perjalanan, satu untuk Gajayana, satu lagi untuk cadangan," kata Totok.
Tarif untuk kereta "sleeper class" untuk sekali perjalanan memang belum ditetapkan, namun PT KA Pariwisata mengestimasi kisaran harga di atas Rp1 juta per orang.
Kereta "sleeper class" yang memiliki 18 kursi (seat) penumpang ini memang ditujukan untuk jarak jauh agar pengguna jasa bisa tidur nyaman selama perjalanan.
Penumpang mendapat fasilitas kelas satu (first class) seperti di pesawat terbang, yakni tidur dengan nyaman sampai tujuan, TV, musik, wifi, selimut, makanan dan minuman serta toilet eksklusif.
Pewarta : Mentari Dwi
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KAI Daop 1 Jakarta pastikan perjalanan kereta api aman dari erupsi Gunung Anak Krakatau
06 September 2026 9:03 WIB
KAI Palembang hadirkan nuansa kemerdekaan di stasiun dan kereta, rayakan HUT RI
18 August 2026 6:38 WIB
Terpopuler - Info Bisnis
Lihat Juga
Bank Sumsel Babel buka penawaran Sukuk Ritel SR025 berimbal hasil hingga 6,90 Persen
07 September 2026 12:36 WIB
Pusri pastikan stok dan penyaluran pupuk bersubsidi aman hadapi musim kemarau
24 August 2026 12:28 WIB