Palembang (ANTARA News Sumsel) - Tim Nasional sepak bola Putri Indonesia berjanji tampil maksimal pada pertandingan persahabatan melawan Thailand yang merupakan wakil Piala AFF (Kejuaraan Sepak Bola ASEAN) pada Piala Dunia 2019, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Minggu (27/5) malam.

Pelatih Timnas Putri Satia Bagdja Ijatna dalam Konferensi Pers sebelum pertandingan di Palembang, Sabtu, mengatakan lantaran lawan yang dihadapi masuk peringkat dunia membuat PSSI harus realistis dalam memberikan target ke Timnas Putri.

"Timnas Putri Indonesia saat ini posisinya tidak ada ranking dalam FIFA, sementara sebaliknya lawan yang dihadapi merupakan wakil AFF di Piala Dunia Wanita 2019 bersama Australia. Meski demikian, tim akan berjuang maksimal, setidaknya bisa memberikan perlawanan," kata Satia

Timnas saat ini diperkuat 33 pemain yang akan diproyeksikan bertanding pada Piala AFF pada akhir bulan nanti, dan Asian Games XVIII di Palembang pada Agustus 2018.

Para pemain ini pada umumnya jebolan dari klub futsal yang sebagian besar berusia muda dengan usia termuda 15 tahun. Namun ada juga sejumlah pemain senior seperti Tugiati, Yudit, dan Maulina.

Laga persahabatan ini, menurut Satia sangat berarti bagi timnas karena sejatinya mereka kesulitan mendapatkan lawan tanding di dalam negeri. Sejumlah pesepak bola Timnas Putri Indonesia mengikuti latihan pemanasan arena atletik Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (25/5). Latihan tersebut merupakan persiapan jelang pertandingan persahabatan melawan Timnas Putri Thailand, pada Minggu (27/5) malam, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang. (ANTARA Sumsel News/Nova Wahyudi/dol/18)
Meski sudah berada dalam pemusatan latihan sejak dua bulan lalu di Sawangan, Depok atau tepatnya seusai Piala Pertiwi, Tim Garuda Pertiwi tidak dapat mengukur kemampuan sebenarnya pada 28 pertandingan uji coba.

"Kami sempat bermain dengan tujuh klub putri, dan menang semua. bahkan ada menang dengan skor 23-0. Selebihnya kami bertandingan dengan klub putra, tapi jelas tidak nyata karena mereka tidak mau kontak dan tekel keras. Oleh karena itu lawan Thailand ini diharapkan dapat menjadi tolak ukur sebenarnya," kata dia.

Untuk semakin memantangkan kesiapan Timnas berlaga di ajang internasional, Satia berharap PSSI dapat memberikan kesempatan beruji coba dengan tim-tim kuat dunia seusai lawan Thailand ini.

Menurutnya kesempatan itu masih terbuka karena Asian Games masih dua bulan lagi.

"Saat ini di tim ada 33 atlet, sementara Asian Games nanti hanya 22 atlet yang boleh didaftarkan. Tentunya saya membutuhkan banyak kesempatan untuk ajang seleksi pemain. Ini saja saya tahan sampai 33 pemain, karena jika dipulangkan mereka juga tidak berlatih (tidak ada klub,red). Lebih baik saya tahan di pelatnas untuk jaga-jaga kalo ada yang cedera," kata dia.

Sementara itu Pelatih Thailand Nuengrutai Srathongvian mengatakan timnya sangat antusias menghadapi pertandingan persahabatan ini karena arena pertandingan arena yang sama saat Asian Games.

"Kami berterima kasih sekali atas terjalinnya kesepakatan untuk laga persahabatan ini. Tentunya ini sangat penting bagi kami, karena dua bulan lagi akan bertanding di Asian Games," kata dia.

Pertandingan di Asian Games mendatang diperkirakan bakal seru karena peringkat dunia sepak bola putri seperti Jepang, Korea Selatan dan China juga ambil bagian.

Indonesia sebagai tim tuan rumah tanpa target pada Asian Games mendatang tapi membawa spirit ingin menghidupi kembali sepak bola wanita.

Pewarta : Dolly Rosana
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2024