Nelayan Sungsang minta perbaikan jalan
Jumat, 18 Mei 2018 17:50 WIB
Seorang nelayan bersama istrinya mencari ikan di Sungai Musi Palembang. (ANTARA News Sumsel)
Palembang (ANTARA News Sumsel) - Nelayan asal Sungsang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, meminta pemerintah segera memperbaiki jalan menuju pemukiman mereka karena sudah bertahun-tahun mengalami kerusakan parah.
Naroli, nelayan asal Banyuasin, Jumat, mengatakan dari total 7,5 kilometer jalan menuju pemukiman nelayan, hanya 2 kilometer yang sudah diaspal.
"Kami bertanya-tanya kapan pekerjaan ini akan dilanjutkan, sisanya tinggal 5 kilometer lagi," kata dia.
Ia mengatakan akses jalan tersebut sangat dibutuhkan warga kampung nelayan karena jika tidak terpaksa berpergian menggunakan perahu motor
Menurutnya, kondisi ini juga yang menyebabkan nelayan sulit menjualkan hasil tangkapan karena selama ini terpaksa menjangkau lokasi dengan perahu motor.
"Jika ada jalan darat, kami juga bisa menjual ke kampung-kampung terdekat," kata dia.
Kampung nelayan di Sungsang, Banyuasin, masih minim sarana dan prasarana.
Pemerintah saat ini sedang mengusahakan berdirinya Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan, sementara beberapa pekan lalu di Sungsang diresmikan Tempat Pelelangan Ikan.
Ruslan Aziz (64), nelayan asal Sungsang, Banyuasin, mengatakan dirinya dan nelayan-nelayan lainnya sangat mengharapkan pemerintah memperbaikan infastruktur di Sungsang.
"Kampung saya sudah puluhan tahun menjadi tempatnya pengolahan ikan tapi akses jalan hanya melalui sungai atau laut. Jika bisa lewat darat juga, akan lebih bagus karena kami dapat juga berjualan ke desa atau kabupaten terdekat," kata dia.
Naroli, nelayan asal Banyuasin, Jumat, mengatakan dari total 7,5 kilometer jalan menuju pemukiman nelayan, hanya 2 kilometer yang sudah diaspal.
"Kami bertanya-tanya kapan pekerjaan ini akan dilanjutkan, sisanya tinggal 5 kilometer lagi," kata dia.
Ia mengatakan akses jalan tersebut sangat dibutuhkan warga kampung nelayan karena jika tidak terpaksa berpergian menggunakan perahu motor
Menurutnya, kondisi ini juga yang menyebabkan nelayan sulit menjualkan hasil tangkapan karena selama ini terpaksa menjangkau lokasi dengan perahu motor.
"Jika ada jalan darat, kami juga bisa menjual ke kampung-kampung terdekat," kata dia.
Kampung nelayan di Sungsang, Banyuasin, masih minim sarana dan prasarana.
Pemerintah saat ini sedang mengusahakan berdirinya Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan, sementara beberapa pekan lalu di Sungsang diresmikan Tempat Pelelangan Ikan.
Ruslan Aziz (64), nelayan asal Sungsang, Banyuasin, mengatakan dirinya dan nelayan-nelayan lainnya sangat mengharapkan pemerintah memperbaikan infastruktur di Sungsang.
"Kampung saya sudah puluhan tahun menjadi tempatnya pengolahan ikan tapi akses jalan hanya melalui sungai atau laut. Jika bisa lewat darat juga, akan lebih bagus karena kami dapat juga berjualan ke desa atau kabupaten terdekat," kata dia.
Pewarta : Dolly Rosana
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pertamina Patra Niaga perluas SPBU Nelayan di wilayah 3T melalui program BBM Satu Harga
30 April 2026 7:53 WIB
Nelayan Banyuasin dievakuasi ke Palembang gunakan ambulans apung Ditpolairud
05 April 2026 21:09 WIB
Lima ABK KM Natasya 01 selamat usai terombang-ambing 12 jam di laut Trenggalek
16 March 2026 20:07 WIB
Kisah ibu di pinggiran Singkarak, cetak anak jadi polisi dan sarjana dari ikan bilih
21 February 2026 19:33 WIB
Pertamina Lubricants Resmikan Bengkel Sahabat Nelayan di Kampung Bahari Bengkulu
14 January 2026 12:11 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Kualitas Udara Kota Jambi masuk kategori tidak sehat, nilai ISPU tembus 101
23 August 2026 15:34 WIB
Mensesneg bantah kabar Haji Isam ditunjuk jadi koordinator karhutla Kalimantan
23 August 2026 15:31 WIB
Manggala Agni padamkan ratusan hektare karhutla di Indragiri Hulu dan Pelalawan
23 August 2026 15:25 WIB
Mobil tangki BPBD Belitung kecelakaan saat menuju lokasi karhutla, tiga petugas luka
23 August 2026 15:19 WIB