Warga Lampung Timur gelar "Munggahan" sambut Ramadhan
Selasa, 15 Mei 2018 15:04 WIB
Lampung Timur (ANTARA News Sumsel) - Menyambut tiba bulan Suci Ramadhan, warga Kabupaten Lampung Timur menggelar "munggahan" yaitu tradisi mengumpulkan keluarga dan tetangga terdekat untuk berdoa bersama.
Umumnya keluarga yang mengadakan "munggahan" itu mengutarakan maksud dan tujuannya serta menyampaikan permohonan maaf kepada tetangga dan keluarga yang diundang, sekaligus meminta doanya demi keselamatan keluarga. Setelah doa bersama dilanjutkan acara makan bersama dan berbagi makanan yang biasa disebut berkat.
"Munggahan ini ungkapan suka cita keluarga kami menyambut bulan suci Ramadan, dan setiap mau puasa Ramadan kami mengadakanya," kata Hasanuddin, warga Desa Sukadana, di Kabupaten Lampung Timur, Selasa.
Menurut warga Lampung Timur itu, "munggahan" adalah sarana bagi keluarganya untuk bersilaturahmi dengan keluarga dan tetangga menjelang puasa.
"Ini sebagai silaturahmi keluarga dengan umat Islam sekitar lingkungan untuk saling maaf memaafkan," kata Hasanuddin.
Selamet, warga Desa Karyatani, Kecamatan Labuhan Maringgai pun mengaku dua hari lalu menggelar "munggahan".
"Kemarin malam keluarga saya juga menggelar munggahan, wujud syukur kepada Allah SWT menyambut bulan puasa Ramadan," kata Selamet. Dengan munggahan ini diharapkan mempererat silaturahmi dengan tetangga sekitar rumah, kata Selamet lagi.
Selain munggahan, tradisi yang biasa dilakukan oleh umat muslim di Lampung Timur menjelang puasa pada umumnya adalah dengan berziarah kubur.
"Saya sore nanti ziarah ke kubur, untuk mendoakan keluarga yang sudah meninggal dunia, sekaligus membersihkan makam," kata Anto, warga Desa Karang Anyar," katanya.
Awal puasa Ramadan 2018 ini masih menunggu keputusan pemerintah yang menggelar sidang isbat awal Ramadan bersama ormas Islam pada Selasa sore/malam ini.Budi Suyanto
Umumnya keluarga yang mengadakan "munggahan" itu mengutarakan maksud dan tujuannya serta menyampaikan permohonan maaf kepada tetangga dan keluarga yang diundang, sekaligus meminta doanya demi keselamatan keluarga. Setelah doa bersama dilanjutkan acara makan bersama dan berbagi makanan yang biasa disebut berkat.
"Munggahan ini ungkapan suka cita keluarga kami menyambut bulan suci Ramadan, dan setiap mau puasa Ramadan kami mengadakanya," kata Hasanuddin, warga Desa Sukadana, di Kabupaten Lampung Timur, Selasa.
Menurut warga Lampung Timur itu, "munggahan" adalah sarana bagi keluarganya untuk bersilaturahmi dengan keluarga dan tetangga menjelang puasa.
"Ini sebagai silaturahmi keluarga dengan umat Islam sekitar lingkungan untuk saling maaf memaafkan," kata Hasanuddin.
Selamet, warga Desa Karyatani, Kecamatan Labuhan Maringgai pun mengaku dua hari lalu menggelar "munggahan".
"Kemarin malam keluarga saya juga menggelar munggahan, wujud syukur kepada Allah SWT menyambut bulan puasa Ramadan," kata Selamet. Dengan munggahan ini diharapkan mempererat silaturahmi dengan tetangga sekitar rumah, kata Selamet lagi.
Selain munggahan, tradisi yang biasa dilakukan oleh umat muslim di Lampung Timur menjelang puasa pada umumnya adalah dengan berziarah kubur.
"Saya sore nanti ziarah ke kubur, untuk mendoakan keluarga yang sudah meninggal dunia, sekaligus membersihkan makam," kata Anto, warga Desa Karang Anyar," katanya.
Awal puasa Ramadan 2018 ini masih menunggu keputusan pemerintah yang menggelar sidang isbat awal Ramadan bersama ormas Islam pada Selasa sore/malam ini.Budi Suyanto
Pewarta : Budisantoso B & Muklasin
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Cair Sabtu Ini, dana THR ASN Aceh Rp205,7 miliar diharapkan dongkrak ekonomi daerah
14 March 2026 10:57 WIB
Kodam IX/Udayana batalkan status prajurit Prada ADO akibat pemalsuan dokumen SKCK
14 March 2026 8:53 WIB
Kronologi aksi heroik staf KBRI Kuala Lumpur coba selamatkan WNI di danau Selangor
11 March 2026 7:08 WIB
Juventus vs Pisa 4-0, Si Nyonya Tua mengamuk di babak kedua lewat aksi Cambiaso hingga Boga
08 March 2026 8:11 WIB
Terpopuler - Seni & Budaya
Lihat Juga
Dinas Pariwisata Palembang promosikan Ziarah Kubro menjelang 10 hari Ramadhan
17 February 2025 19:57 WIB, 2025