Standar khusus tenaga medis Asian Games
Rabu, 4 April 2018 14:32 WIB
ilustrasi (istimewa)
Jakarta (ANTARA News Sumsel) - Kementerian Kesehatan menerapkan standar khusus tenaga medis dan layanan kesehatan khusus untuk ajang olahraga, hal ini pertama kali dilakukan dalam menghadapi Asian Games 2018.
Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementerian Kesehatan drg. Kartini Rustandi di Jakarta, Rabu, mengatakan sejak 2017 Kementerian Kesehatan telah melakukan seleksi dan lokakarya bagi tenaga medis yang terlibat dalam Asian Games 2018.
Kementerian Kesehatan pun bekerja sama dengan berbagai organisasi profesi, yakni Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPPNI), Perhimpunan Dokter Ahli Emergensi Indonesia (Perdamsi) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO) untuk menyusun modul pelatihan kegawatdaruratan dalam ajang olahraga.
"Ini pertama kali kami terapkan seperti ini, jadi para tenaga medis nanti akan mempunya keahlian khusus untuk menangani kegawatdaruratan dalam bidang olahraga. Sebelumnya kami belum mempunyai standar seperti sekarang," kata dia.
Total keseluruhan tenaga medis yang dikerahkan selama Asian Games adalah 1.400 orang yang terdiri dari 407 dokter, 813 perawat, dan 180 fisioterapis. Para tenaga medis ini direktur dari rumah sakit, dinas kesehatan dan TNI.
"Semuanya telah dibekali hal yang sama, mereka menjadi aset untuk dikerahakan pada ajang olahrga lainnya. Selain itu modul tesebut pun akan terus digunakan untuk penanganan dalam ajang olahraga," kata dia.
Selain menerapkan standarisasi pada tenaga medis, Kementerian Kesehatan juga menerapkan standar pelayanan kesehatan, salah satunya menyediakan ambulans ICU.
Untuk Asian Games, Kementerian Kesehatan menyediakan 25 ambulans ICU, yang dilengkapi peralatan-peralatan khusus untuk menangani kegawatan seperti ventilator, monitor, defibrilator, juga tabung okseigen.
"Sehingga kami dapat melakukan penanganan langsung di dalam ambulans," ujarnya.
Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementerian Kesehatan drg. Kartini Rustandi di Jakarta, Rabu, mengatakan sejak 2017 Kementerian Kesehatan telah melakukan seleksi dan lokakarya bagi tenaga medis yang terlibat dalam Asian Games 2018.
Kementerian Kesehatan pun bekerja sama dengan berbagai organisasi profesi, yakni Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPPNI), Perhimpunan Dokter Ahli Emergensi Indonesia (Perdamsi) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO) untuk menyusun modul pelatihan kegawatdaruratan dalam ajang olahraga.
"Ini pertama kali kami terapkan seperti ini, jadi para tenaga medis nanti akan mempunya keahlian khusus untuk menangani kegawatdaruratan dalam bidang olahraga. Sebelumnya kami belum mempunyai standar seperti sekarang," kata dia.
Total keseluruhan tenaga medis yang dikerahkan selama Asian Games adalah 1.400 orang yang terdiri dari 407 dokter, 813 perawat, dan 180 fisioterapis. Para tenaga medis ini direktur dari rumah sakit, dinas kesehatan dan TNI.
"Semuanya telah dibekali hal yang sama, mereka menjadi aset untuk dikerahakan pada ajang olahrga lainnya. Selain itu modul tesebut pun akan terus digunakan untuk penanganan dalam ajang olahraga," kata dia.
Selain menerapkan standarisasi pada tenaga medis, Kementerian Kesehatan juga menerapkan standar pelayanan kesehatan, salah satunya menyediakan ambulans ICU.
Untuk Asian Games, Kementerian Kesehatan menyediakan 25 ambulans ICU, yang dilengkapi peralatan-peralatan khusus untuk menangani kegawatan seperti ventilator, monitor, defibrilator, juga tabung okseigen.
"Sehingga kami dapat melakukan penanganan langsung di dalam ambulans," ujarnya.
Pewarta : Aubrey Kandelila Fanani
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sabet perak Asian Beach Games 2026, Robby Al Hilmi bidik tiket Olimpiade Los Angeles 2028
30 April 2026 7:23 WIB
Antasyafi Robby sumbang medali pertama Indonesia pada Asian Beach Games Sanya 2026
29 April 2026 6:09 WIB
Lolos ke Asian Games 2026, timnas hoki putra Indonesia mulai matangkan persiapan
11 April 2026 7:12 WIB
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Dokter: Penggunaan insulin bantu kendalikan kadar gula darah dan cegah komplikasi
03 May 2026 7:51 WIB
Hari Pendidikan Nasional: Kilang Pertamina Plaju dorong literasi energi generasi muda
02 May 2026 20:46 WIB
Penerimaan siswa Sekolah Unggul Garuda Transformasi di kampus dunia naik 150 persen
02 May 2026 9:20 WIB