Palembang  (ANTARA News Sumsel) - Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin meresmikan pembukaan cabang pakaian pria verde yang ketujuh di Kota Palembang setelah sebelumnya dibuka di beberapa kota besar di Indonesia.

"Verde ini brand di Italia sekitar 15 s/dn 20 tahun lalu," kata Alex Noerdin usai pembukaan Butik Verde di Palembang, Sabtu sore.

Menurut dia, verde ini di Jakarta sudah ada dan sekarang cabang ke tujuh di Kota Palembang dan ini luar biasa.

"Ini menandakan Kota Palembang sudah maju dan mudah-mudahan ke depan akan banyak lagi," katanya.

Sementara pemilik Butik Verde Palembang, Lucianty Pahri mengatakan, selain di Palembang, verde ini sudah ada di Plaza Indonesia Jakarta, Pekan Baru, Medan, Makassar, Surabaya, Batam dan Brunei Darussalam.

Ia menuturkan, dibukanya cabang verde di Palembang, karena masyarakat di sini sudah layak pakai verde, sebab sekarang banyak pria mementingkan pakaian rapi, dan nyaman dipakai.

Memang dulu verde sebelum pengerjaan dilakukan di Indonesia pengusaha mendatangkan pakaian-pakaian verde dari Italia, tapi sekarang hanya bahannya saja dari Italia tapi pengerjaan penjahitan di Indonesia.

"Kami optimistis selain menjual jenis kemeja yang tersedia, bisa juga pesan sesuai dengan ukuran yang dikehendaki," ujarnya.

Ia menuturkan, verde ini khusus pakaian pria, sementara selama ini butik selalu pakaian wanita, karena itu pihaknya menghadirkan di sini.

Untuk target penjualan diusahakan enam lembar perharinya sehingga sebanyak 180 lembar perbulan yang harganya mulai Rp1,7 juta perlembar sampai Rp2,8 juta perlembar.

Sementara CEO PT Menara Teguh Perkasa pemegang merk verde, Jepri Hartono menyampaikan verde itu dari bahasa latin artinya hijau. Kalau dulu verde itu merk Italia tapi akhirnya tutup, akhirnya dibuka jadi merk lokal di sini.

"Nanti, kami punya rencana verde jadi merk internasional dengan produk bahan premium pekerjaan berkualitas tinggi sehingga konsumen puas dan pada saatnya bisa go internasional," katanya.

Verde ini didesain oleh dasainer bukan pabrikan, jadi satu model paling banyak 15 lembar dibuat, jadi satu daerah itu paling ada tiga lembar.

"Kami melihat bahwa Palembang, Sumatera Selatan sedang berkembang pesat, karena bisa menyelenggarakan Asian Games 2018 bersama DKI Jakarta, artinya pasar di sini juga berkembang seperti di Jakarta, makanya kami buka verde pertama di sini, katanya.