Ini persoalan kompetensi guru SMK
Sabtu, 3 Maret 2018 9:44 WIB
Guru pengawas mengabsen siswa peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMK Susulan di SMK Negeri 7 Palembang, Sumsel, Rabu (19/4). (ANTARA News Sumsel/Feny Selly/Ag/17)
Jakarta (ANTARA News Sumsel)- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengakui bahwa kompetensi guru menjadi persoalan utama dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan.
"Kami mengakui kendala utamanya masih pada persoalan kompetensi guru. Contohnya untuk SMK jurusan animasi, film, maupun penyiaran, guru-guru yang mengajar malah banyak yang berlatarbelakang guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Hal ini dikarenakan banyak lulusan dari animasi maupun perfilman yang enggan menjadi guru," ujar Direktur Pembinaan SMK Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud, Bahrun, di Jakarta, Sabtu.
Kurangnya minat lulusan tersebut menjadi guru SMK, kata Bahrun, bisa disebabkan persoalan honorium dan sebagainya.
Ia mengatakan kondisi tersebut juga terjadi pada jurusan lainnya. Untuk SMK Geomatika misalnya, malah belum ada perguruan tinggi keguruan yang memiliki program studi itu.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Kemendikbud melakukan berbagai upaya terobosan, seperti Program Keahlian Ganda (PKG), guru multisubjek, dan perekrutan tenaga profesional untuk menjadi guru SMK.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy memastikan para profesional yang kaya pengalaman tersebut akan diberikan pelatihan dan mengikuti ujian standar kompetensi, baru kemudian diberikan sertifikat mengajar.
"Perekrutannya akan dilakukan dalam waktu dekat. Untuk statusnya paling memungkinkan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK)," katanya.
Perekrutan tenaga profesional itu untuk mengatasi persoalan kekurangan guru produktif sebanyak 91.861 orang dengan rincian 41.861 di SMK negeri dan 50.000 di SMK swasta.
Selain akan merekrut guru dari kalangan profesional, Kemendikbud juga melanjutkan PKG. Melalui PKG, guru-guru mata pelajaran diberikan pelatihan selama satu tahun agar bisa mengajar mata pelajaran produktif.
Pada 2018, akan dilatih 16.000 guru adaptif untuk mengikuti PKG. Selain itu, terdapat progam guru multisubjek di mana guru harus mengajar lebih dari satu mata pelajaran.
"Kami mengakui kendala utamanya masih pada persoalan kompetensi guru. Contohnya untuk SMK jurusan animasi, film, maupun penyiaran, guru-guru yang mengajar malah banyak yang berlatarbelakang guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Hal ini dikarenakan banyak lulusan dari animasi maupun perfilman yang enggan menjadi guru," ujar Direktur Pembinaan SMK Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud, Bahrun, di Jakarta, Sabtu.
Kurangnya minat lulusan tersebut menjadi guru SMK, kata Bahrun, bisa disebabkan persoalan honorium dan sebagainya.
Ia mengatakan kondisi tersebut juga terjadi pada jurusan lainnya. Untuk SMK Geomatika misalnya, malah belum ada perguruan tinggi keguruan yang memiliki program studi itu.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Kemendikbud melakukan berbagai upaya terobosan, seperti Program Keahlian Ganda (PKG), guru multisubjek, dan perekrutan tenaga profesional untuk menjadi guru SMK.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy memastikan para profesional yang kaya pengalaman tersebut akan diberikan pelatihan dan mengikuti ujian standar kompetensi, baru kemudian diberikan sertifikat mengajar.
"Perekrutannya akan dilakukan dalam waktu dekat. Untuk statusnya paling memungkinkan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK)," katanya.
Perekrutan tenaga profesional itu untuk mengatasi persoalan kekurangan guru produktif sebanyak 91.861 orang dengan rincian 41.861 di SMK negeri dan 50.000 di SMK swasta.
Selain akan merekrut guru dari kalangan profesional, Kemendikbud juga melanjutkan PKG. Melalui PKG, guru-guru mata pelajaran diberikan pelatihan selama satu tahun agar bisa mengajar mata pelajaran produktif.
Pada 2018, akan dilatih 16.000 guru adaptif untuk mengikuti PKG. Selain itu, terdapat progam guru multisubjek di mana guru harus mengajar lebih dari satu mata pelajaran.
Pewarta : Indriani
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kartika Sandra Desi kunjungi SMK Negeri 1 Bayung Lencir, sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan
17 January 2026 16:15 WIB
Pertamina Lubricants sosialisasi Program Enduro Home Service di SMK Negeri 6 Bengkulu
15 April 2025 18:21 WIB, 2025
Polisi diminta ungkap penyebab siswi SMK meninggal saat pentas seni
24 February 2025 16:56 WIB, 2025
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Polres OI bantu warga, beri layanan berobat gratis antisipasi dampak kabut asap
08 September 2026 18:56 WIB
Pertamina EP periksa kesehatan mata gratis 140 siswa SD di PALI dan Muara Enim
26 August 2026 15:45 WIB