Jembatan air gilas terancam ambruk
Senin, 18 September 2017 16:57 WIB
Ilustrasi- jembatan rusak (Antarasumsel.com/Edo Permana)
Baturaja (ANTARA Sumsel) - Jembatan beton di Desa Air Gilas Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan terancam ambruk karena tiang penyangga sarana penyeberangan masyarakat tersebut mulai keropos akibat tidak pernah diperbaiki.
"Besi cor beton pada lantai jembatan terlihat keluar dan tiang jemebatan sudah keropos," kata Kepala Desa Air Gilas Ogan Komering Ulu (OKU), Basri di Baturaja, Senin.
Menurut Basri, jembatan penghubung antara Kecamatan Lubuk Raja OKU dengan Kabupaten OKU Timur itu berdiri sejak transmigrasi di kawasan Batumarta dan sudah lama tidak tersentuh perbaikan oleh pemerintah setempat, sehingga kondisinya saat ini sangat memprihatinkan.
"Bahkan sejak saya kecil jembatan ini sudah berdiri," ungkapnya.
Ironisnya lagi kata dia, kondisi jembatan itu lebih memprihatinkan lagi ketika hujan deras karena debit air yang mengalir di bawah jembatan cukup tinggi menyebabkan tiang penyangga semakin keropos.
Selain itu, kondisi talut penahan air pada jembatan juga sudah rusak akibat diterjang arus air sungai dan diprediksi akan ambruk jika tidak cepat diperbaki.
Jika hal tersebut sampai terjadi, kata dia, sangat mengganggu aktifitas warga di wilayah itu karena tidak ada akses yang bisa dilalui selain pada jembatan tersebut.
"Dulu warga kami pernah berinisiatif memperbaiki jembatan secara swadaya, namun belum maksimal karena perbaikan dilakukan semampu masyarakat saja," ujarnya.
Sementaran itu, menurut Sunandar salah satu pengendara pengguna jembatan mengaku khawatir saat melintas karena kondisi jemebatan nyaris ambruk.
"Terlebih ketika dilewati kendaraan berukuran besar maka badan jembatan terasa goyang seakan mau ambruk," ujarnya.
"Besi cor beton pada lantai jembatan terlihat keluar dan tiang jemebatan sudah keropos," kata Kepala Desa Air Gilas Ogan Komering Ulu (OKU), Basri di Baturaja, Senin.
Menurut Basri, jembatan penghubung antara Kecamatan Lubuk Raja OKU dengan Kabupaten OKU Timur itu berdiri sejak transmigrasi di kawasan Batumarta dan sudah lama tidak tersentuh perbaikan oleh pemerintah setempat, sehingga kondisinya saat ini sangat memprihatinkan.
"Bahkan sejak saya kecil jembatan ini sudah berdiri," ungkapnya.
Ironisnya lagi kata dia, kondisi jembatan itu lebih memprihatinkan lagi ketika hujan deras karena debit air yang mengalir di bawah jembatan cukup tinggi menyebabkan tiang penyangga semakin keropos.
Selain itu, kondisi talut penahan air pada jembatan juga sudah rusak akibat diterjang arus air sungai dan diprediksi akan ambruk jika tidak cepat diperbaki.
Jika hal tersebut sampai terjadi, kata dia, sangat mengganggu aktifitas warga di wilayah itu karena tidak ada akses yang bisa dilalui selain pada jembatan tersebut.
"Dulu warga kami pernah berinisiatif memperbaiki jembatan secara swadaya, namun belum maksimal karena perbaikan dilakukan semampu masyarakat saja," ujarnya.
Sementaran itu, menurut Sunandar salah satu pengendara pengguna jembatan mengaku khawatir saat melintas karena kondisi jemebatan nyaris ambruk.
"Terlebih ketika dilewati kendaraan berukuran besar maka badan jembatan terasa goyang seakan mau ambruk," ujarnya.
Pewarta : Edo Purmana
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Program Jembatan Garuda hubungkan 7.371 desa lewat pembangunan 1.416 jembatan
29 July 2026 13:53 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Peringatan Dini BMKG: Potensi gelombang tinggi 4 meter dan hujan lebat lokal
23 September 2026 10:37 WIB
Akses Jalan Solok - Padang lumpuh akibat banjir bandang, polisi imbau lewat Padang Panjang
22 September 2026 8:15 WIB