Menkominfo dan Menko perekonomian bertemu Jack Ma
Rabu, 23 Agustus 2017 9:09 WIB
Kantor markas Alibaba Technology Co Ltd di pinggiran Hangzhou , provinsi Zhejiang. (Istimewa)
Jakarta (ANTARA Sumsel) - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dan Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution melakukan pertemuan dengan CEO Alibaba Jack Ma di Beijing, Tiongkok, Selasa.
Rudiantara dalam pesannya kepada Antara, Selasa, menyampaikan hal itu untuk menindaklanjuti dikeluarkannya Peraturan Presiden tentang Peta Jalan eComerce, dan secara resmi menyampaikan undangan kepada Jack Ma untuk menjadi sebagai salah satu penasehat kepada steering committe dari inisiatif-inisiatif pada Peta Jalan e-Comerce yang diketuai Menko Perekonomian.
Dalam pertemuan tersebut,Darmin dan Rudiantara didampingi Dubes RI untuk Tiongkok Soegeng Rahardjo, sedangkan Jack Ma ditemani Vice Presiden Alibaba Group Angel Zhao.
Rudiantara mengatakan Jack Ma dalam pertemuan tersebut, menyampaikan bahwa dia akan datang bukan sebagai perusahaan Tiongkok, namun akan mengembangkan ekosistem agar UMKM, masyarakat sub urban dan pedesaan, khususnya di dunia sedang berkembang sehingga bisa mendapat nilai tambah ekonomi dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.
Dalam kesempatan tersebut, menurut Rudiantara, kedua belah pihak membahas pentingnya infrastruktur TIK yang memberikan akses ke seluruh lapisan masyarakat dan penjuru negara.
Infrastruktur TIK, lanjut Menkominfo, akan memberikan manfaat yang jauh lebih besar bagi masyarakat di pedesaan maupun UMKM dibanding masyarakat perkotaan karena masyarakat perkotaan sudah memiliki infrastruktur tradisional, supermarket, mal dan lain-lain. Selain itu, infrastruktur TIK harus dijadikan proses lompatan bagi masyarakat pedesaan dan UMKM dalam aktivitasnya di ekonomi baru.
Paralel dengan pembangunan infrastruktur TIK, Indonesia juga akan segera melakukan transformasi sistem logistik, agar pergerakan barang menjadi lebih mudah dan efisien. Juga sistem pembayaran harus menjadi ekosistem strategis dari pegembangan eComerce, katanya.
"Bukan hanya FinTech yang cenderung memberdayakan institusi keuangan yang sudah mapan, namun TechFin yaitu bagaimana masyarakat bisa akses kepada layanan keuangan sejalan dengan strategi inklusi keuangan dari pemerintah RI. Terobosan harus dilakukan dengan memanfaatkan 'kanal' dari 175 juta orang Indonesia yang minimal memiliki satu buah ponsel," kata Rudiantara.
Rudiantara dalam pesannya kepada Antara, Selasa, menyampaikan hal itu untuk menindaklanjuti dikeluarkannya Peraturan Presiden tentang Peta Jalan eComerce, dan secara resmi menyampaikan undangan kepada Jack Ma untuk menjadi sebagai salah satu penasehat kepada steering committe dari inisiatif-inisiatif pada Peta Jalan e-Comerce yang diketuai Menko Perekonomian.
Dalam pertemuan tersebut,Darmin dan Rudiantara didampingi Dubes RI untuk Tiongkok Soegeng Rahardjo, sedangkan Jack Ma ditemani Vice Presiden Alibaba Group Angel Zhao.
Rudiantara mengatakan Jack Ma dalam pertemuan tersebut, menyampaikan bahwa dia akan datang bukan sebagai perusahaan Tiongkok, namun akan mengembangkan ekosistem agar UMKM, masyarakat sub urban dan pedesaan, khususnya di dunia sedang berkembang sehingga bisa mendapat nilai tambah ekonomi dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.
Dalam kesempatan tersebut, menurut Rudiantara, kedua belah pihak membahas pentingnya infrastruktur TIK yang memberikan akses ke seluruh lapisan masyarakat dan penjuru negara.
Infrastruktur TIK, lanjut Menkominfo, akan memberikan manfaat yang jauh lebih besar bagi masyarakat di pedesaan maupun UMKM dibanding masyarakat perkotaan karena masyarakat perkotaan sudah memiliki infrastruktur tradisional, supermarket, mal dan lain-lain. Selain itu, infrastruktur TIK harus dijadikan proses lompatan bagi masyarakat pedesaan dan UMKM dalam aktivitasnya di ekonomi baru.
Paralel dengan pembangunan infrastruktur TIK, Indonesia juga akan segera melakukan transformasi sistem logistik, agar pergerakan barang menjadi lebih mudah dan efisien. Juga sistem pembayaran harus menjadi ekosistem strategis dari pegembangan eComerce, katanya.
"Bukan hanya FinTech yang cenderung memberdayakan institusi keuangan yang sudah mapan, namun TechFin yaitu bagaimana masyarakat bisa akses kepada layanan keuangan sejalan dengan strategi inklusi keuangan dari pemerintah RI. Terobosan harus dilakukan dengan memanfaatkan 'kanal' dari 175 juta orang Indonesia yang minimal memiliki satu buah ponsel," kata Rudiantara.
Pewarta : Muhammad Arief Iskandar
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Band Noah gelar konser dengan teknologi Unreal Engine hingga Grammy ditunda
07 January 2021 9:42 WIB, 2021
Terpopuler - Info Bisnis
Lihat Juga
Bank Sumsel Babel buka penawaran Sukuk Ritel SR025 berimbal hasil hingga 6,90 Persen
07 September 2026 12:36 WIB
Pusri pastikan stok dan penyaluran pupuk bersubsidi aman hadapi musim kemarau
24 August 2026 12:28 WIB