Petani Bangka Tengah terkendala pupuk
Selasa, 18 April 2017 10:09 WIB
Ilustrasi Seorang petani menyebar pupuk. ( ANTARA)
Koba (Antarasumsel.com) - Petani di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih terkendala ketersediaan pupuk untuk meningkatkan produksi komoditas yang mereka tanam.
"Memang diakui selama ini petani khususnya petani yang menanam komoditas hortikultura mengeluhkan masalah pupuk, maka kami terus fasilitasi dengan menyediakan pupuk bersubsidi," kata Kabid Penyuluh dan Kelembagaan pada Dinas Pangan Bangka Tengah, Mardi di Koba, Senin.
Ia menjelaskan, pupuk bersubsidi tersebut sangat membantu petani terutama dalam menekan biaya operasional karena harga pupuk jauh lebih rendah dari harga pasar.
"Namun demikian petani yang mendapatkan pupuk bersubsidi harus tergabung dalam kelompok dan terdata benar-benar petani," ujar dia.
Ia mengatakan, pihaknya terus berupaya menjadikan sektor pertanian sebagai sektor alternatif untuk meningkatkan perekonomian masyarakat selain sektor pertimahan.
"Justeru itu kami terus mendorong masyarakat untuk turun menggarap lahan pertanian, kami juga menurunkan penyuluh ke sejumlah petani," ujar dia.
Ia mengatakan, petani membutuhkan dampingan para penyuluh untuk bisa mengikuti pola tanam yang baik dan benar.
"Pola tanam yang baik juga sangat berpengaruh terhadap produksi komoditas yang ditanam, maka ini peran penyuluh untuk memberikan ilmunya kepada petani," katanya.
"Memang diakui selama ini petani khususnya petani yang menanam komoditas hortikultura mengeluhkan masalah pupuk, maka kami terus fasilitasi dengan menyediakan pupuk bersubsidi," kata Kabid Penyuluh dan Kelembagaan pada Dinas Pangan Bangka Tengah, Mardi di Koba, Senin.
Ia menjelaskan, pupuk bersubsidi tersebut sangat membantu petani terutama dalam menekan biaya operasional karena harga pupuk jauh lebih rendah dari harga pasar.
"Namun demikian petani yang mendapatkan pupuk bersubsidi harus tergabung dalam kelompok dan terdata benar-benar petani," ujar dia.
Ia mengatakan, pihaknya terus berupaya menjadikan sektor pertanian sebagai sektor alternatif untuk meningkatkan perekonomian masyarakat selain sektor pertimahan.
"Justeru itu kami terus mendorong masyarakat untuk turun menggarap lahan pertanian, kami juga menurunkan penyuluh ke sejumlah petani," ujar dia.
Ia mengatakan, petani membutuhkan dampingan para penyuluh untuk bisa mengikuti pola tanam yang baik dan benar.
"Pola tanam yang baik juga sangat berpengaruh terhadap produksi komoditas yang ditanam, maka ini peran penyuluh untuk memberikan ilmunya kepada petani," katanya.
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Indonesia dan Rusia jajaki peluang investasi pabrik pupuk di Vladivostok
04 September 2026 10:30 WIB
Pusri pastikan stok dan penyaluran pupuk bersubsidi aman hadapi musim kemarau
24 August 2026 12:28 WIB
Pusri Palembang bantu sarana belajar anak korban kebakaran Kelurahan 1 Ilir Palembang
18 May 2026 15:30 WIB
Pusri Palembang salurkan bantuan kebutuhan pokok korban kebakaran Kelurahan 1 Ilir
13 May 2026 12:14 WIB
Kopi Tebat Benawa, saat tradisi dan inovasi Pusri bertemu di kaki Gunung Dempo
22 April 2026 16:45 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Lima penerbangan Palembang-Jakarta dibatalkan, dampak erupsi Anak Krakatau
06 September 2026 9:35 WIB
KAI Daop 1 Jakarta pastikan perjalanan kereta api aman dari erupsi Gunung Anak Krakatau
06 September 2026 9:03 WIB
Anggota DPR minta penanganan optimal bagi santri keracunan MBG di Sidoarjo
03 September 2026 16:23 WIB
Kualitas Udara Kota Jambi masuk kategori tidak sehat, nilai ISPU tembus 101
23 August 2026 15:34 WIB