Dolar AS menguat didorong data manufaktur
Selasa, 4 April 2017 9:58 WIB
Petugas menunjukkan uang dolar US dan uang rupiah di tempat penukaran uang di kantor PT Valuta Inti Prima, Jakarta, Jumat (11/11/2016). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
New York (Antarasumsel.com) - Kurs dolar AS menguat terhadap sebagian besar
mata uang utama lainnya pada Senin (Selasa pagi WIB), karena investor
mencerna data terbaru manufaktur dari Amerika Serikat.
Indeks manufaktur, juga dikenal sebagai indeks pembelian manajer (PMI), tercatat 57,2 pada Maret, di atas perkiraan pasar 57, tetapi menurun sebesar 0,5 persentase poin dari angka bulan sebelumnya 57,7, Institute for Supply Management (ISM) mengatakan dalam laporannya pada Senin (3/4), lapor Xinhua.
Sementara itu, para investor juga terus memantau risalah dari pertemuan Federal Reserve AS dan laporan penggajian atau "payroll" non pertanian AS yang akan keluar pada akhir pekan ini.
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,16 persen menjadi 100,51 pada akhir perdagangan Senin (3/4).
Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,0668 dolar AS dari 1,0685 dolar AS, dan pound Inggris turun menjadi 1,2478 dolar AS dari 1,2539 dolar AS di sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7603 dolar AS dari 0,7645 dolar AS.
Dolar AS dibeli 110,93 yen Jepang, lebih rendah dari 111,28 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 1,0018 franc Swiss dari 1,0008 franc Swiss, dan naik tipis menjadi 1,3389 dolar Kanada dari 1,3295 dolar Kanada. (Uu.A026)
Indeks manufaktur, juga dikenal sebagai indeks pembelian manajer (PMI), tercatat 57,2 pada Maret, di atas perkiraan pasar 57, tetapi menurun sebesar 0,5 persentase poin dari angka bulan sebelumnya 57,7, Institute for Supply Management (ISM) mengatakan dalam laporannya pada Senin (3/4), lapor Xinhua.
Sementara itu, para investor juga terus memantau risalah dari pertemuan Federal Reserve AS dan laporan penggajian atau "payroll" non pertanian AS yang akan keluar pada akhir pekan ini.
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,16 persen menjadi 100,51 pada akhir perdagangan Senin (3/4).
Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,0668 dolar AS dari 1,0685 dolar AS, dan pound Inggris turun menjadi 1,2478 dolar AS dari 1,2539 dolar AS di sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7603 dolar AS dari 0,7645 dolar AS.
Dolar AS dibeli 110,93 yen Jepang, lebih rendah dari 111,28 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 1,0018 franc Swiss dari 1,0008 franc Swiss, dan naik tipis menjadi 1,3389 dolar Kanada dari 1,3295 dolar Kanada. (Uu.A026)
Pewarta :
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Moneter
Lihat Juga
Pemkab Muara Enim dan Kapolda Sumsel tanam bawang putih serentak di Semende Darat Tengah
19 August 2026 11:18 WIB