Sekolah harus jadi zona berintegritas
Senin, 3 April 2017 12:30 WIB
Ilustrasi Sejumlah siswa SD Negeri tengah serius mengerjakan soal ujian nasional . (Antarasumsel.com/Feny Selly/Aw)
Jakarta (Antarasumsel.com) - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengatakan sekolah harus menjadi zona berintegritas dan menjauhi praktik kecurangan pada pelaksanaan Ujian Nasional (UN).
"Mari bersama kita jauhkan kecurangan dalam ujian. Kita jadikan sekolah sebagai zona berintegritas," ujar Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Nizam, di Jakarta, Senin.
Dia mengatakan sukses generasi emas dimulai dari kejujuran, kerja keras, percaya diri, dan doa.
Oleh karena itu dia meminta agar peserta maupun sekolah harus menjauhkan diri dari praktik kecurangan.
"Selamat mengikuti ujian nasional bagi seluruh siswa-siswi di SMK. Tunjukkan prestasi hasil belajarmu, jadilah siswa yg percaya diri dan menjunjung tinggi kejujuran," katanya.
Pada tahun ini, pelaksanaan UN SMA dan SMK dilangsungkan pada waktu yang berbeda. Hal itu dikarenakan agar semakin banyak peserta yang bisa mengikuti UNBK dan saling berbagi sumber daya.
Pada tahun ini, sebanyak 1,3 juta siswa 1.327.246 siswa dari 12.509 sekolah mengikuti UN SMK.
Dia mengatakan sebanyak 1,3 juta siswa SMK tersebut terdiri dari 150.855 peserta Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) dan 1.176.391 peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).
"Tahun ini, SMK yang mengikuti UNBK lebih banyak atau 9.829 sekolah atau 78,58 persen sekolah dan hanya 2.680 SMK atau 21,42 persen sekolah yang mengikuti UNKP," kata Nizam.
Untuk UN tingkat SMK pada 2017 juga tetap menguji empat mapel, yaitu Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Teori Kejuruan. Kemudian mapel yang akan diujikan dalam USBN tingkat SMK adalah Pendidikan Agama, PPKN, dan Keterampilan Komputer.
"Mari bersama kita jauhkan kecurangan dalam ujian. Kita jadikan sekolah sebagai zona berintegritas," ujar Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Nizam, di Jakarta, Senin.
Dia mengatakan sukses generasi emas dimulai dari kejujuran, kerja keras, percaya diri, dan doa.
Oleh karena itu dia meminta agar peserta maupun sekolah harus menjauhkan diri dari praktik kecurangan.
"Selamat mengikuti ujian nasional bagi seluruh siswa-siswi di SMK. Tunjukkan prestasi hasil belajarmu, jadilah siswa yg percaya diri dan menjunjung tinggi kejujuran," katanya.
Pada tahun ini, pelaksanaan UN SMA dan SMK dilangsungkan pada waktu yang berbeda. Hal itu dikarenakan agar semakin banyak peserta yang bisa mengikuti UNBK dan saling berbagi sumber daya.
Pada tahun ini, sebanyak 1,3 juta siswa 1.327.246 siswa dari 12.509 sekolah mengikuti UN SMK.
Dia mengatakan sebanyak 1,3 juta siswa SMK tersebut terdiri dari 150.855 peserta Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) dan 1.176.391 peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).
"Tahun ini, SMK yang mengikuti UNBK lebih banyak atau 9.829 sekolah atau 78,58 persen sekolah dan hanya 2.680 SMK atau 21,42 persen sekolah yang mengikuti UNKP," kata Nizam.
Untuk UN tingkat SMK pada 2017 juga tetap menguji empat mapel, yaitu Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Teori Kejuruan. Kemudian mapel yang akan diujikan dalam USBN tingkat SMK adalah Pendidikan Agama, PPKN, dan Keterampilan Komputer.
Pewarta : Indriani
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemdikbud: Pendidikan karakter anak sinergi orang tua hingga teknologi
10 February 2021 13:41 WIB, 2021
Kemdikbud : UNBK SMK berjalan lancar dengan terapkan protokol kesehatan
19 March 2020 12:34 WIB, 2020
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Gelar Youth Today, AIESEC gaet 800 lebih pendaftar di Universitas Sriwijaya
21 September 2026 13:16 WIB
Polres OI bantu warga, beri layanan berobat gratis antisipasi dampak kabut asap
08 September 2026 18:56 WIB