Mukomuko usulkan penanganan darurat abrasi Sungai Selagan
Minggu, 12 Maret 2017 20:12 WIB
Ilustrasi (Antarasumsel.com/Edo/17)
Mukomuko (Antarasumsel.com) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu mengusulkan penanganan darurat abrasi Sungai Selagan yang mengikis daratan dan mengancam situs sejarah Benteng Anna peninggalan Inggris.
"Saat ini jarak situs bersejarah benteng Anna tinggal satu meter dari sungai," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Mukomuko, Ramdani, di Mukomuko, Minggu.
Ia mengusulkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional untuk penanganan darurat abrasi Sungai Selagan menggunakan bronjon, sedangkan abrasi Sungai Selagan yang harus ditangani sepanjang sekitar satu kilometer.
Ia menyatakan kebutuhan anggaran untuk penanganan abrasi Sungai Selagan tersebut tidak mampu ditangani menggunakan dana tidak terduga sebesar Rp1,5 miliar.
Karena, katanya, dana tak terduga sebesar Rp1,5 miliar itu tidak hanya untuk satu kegiatan penanganan abrasi Sungai Selagan, termasuk untuk kegiatan pembelian bahan makanan untuk korban bencana alam di daerah itu.
Ia berharap untuk sementara ini penanganan darurat abrasi Sungai Selagan di daerah itu menggunakan bronjong sepanjang 400-500 meter dari satu kilomter di lokasi Benteng Anna tersebut.
Namun, katanya, seluruh wilayah sepanjang Sungai Selagan itu membutuhkan penanganan karena jarak sungai dengan pemukiman penduduk satu desa berkisar 15-30 meter.
Ia berharap BNPB menyalurkan dana untuk penanganan darurat abrasi Sungai Selagan dalam tahun ini.
"Saat ini jarak situs bersejarah benteng Anna tinggal satu meter dari sungai," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Mukomuko, Ramdani, di Mukomuko, Minggu.
Ia mengusulkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional untuk penanganan darurat abrasi Sungai Selagan menggunakan bronjon, sedangkan abrasi Sungai Selagan yang harus ditangani sepanjang sekitar satu kilometer.
Ia menyatakan kebutuhan anggaran untuk penanganan abrasi Sungai Selagan tersebut tidak mampu ditangani menggunakan dana tidak terduga sebesar Rp1,5 miliar.
Karena, katanya, dana tak terduga sebesar Rp1,5 miliar itu tidak hanya untuk satu kegiatan penanganan abrasi Sungai Selagan, termasuk untuk kegiatan pembelian bahan makanan untuk korban bencana alam di daerah itu.
Ia berharap untuk sementara ini penanganan darurat abrasi Sungai Selagan di daerah itu menggunakan bronjong sepanjang 400-500 meter dari satu kilomter di lokasi Benteng Anna tersebut.
Namun, katanya, seluruh wilayah sepanjang Sungai Selagan itu membutuhkan penanganan karena jarak sungai dengan pemukiman penduduk satu desa berkisar 15-30 meter.
Ia berharap BNPB menyalurkan dana untuk penanganan darurat abrasi Sungai Selagan dalam tahun ini.
Pewarta : Ferri Arianto
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Polisi selamatkan 13 wisatawan tenggelam akibat kapal karam di Labuan Bajo
27 September 2026 17:13 WIB
Puluhan rumah di Pademangan terbakar, 380 jiwa kehilangan tempat tinggal
27 September 2026 12:26 WIB
Tim SAR gabungan cari nelayan hilang di perairan Kuala Tungkal Tanjabbar
27 September 2026 12:24 WIB
Peringatan Dini BMKG: Potensi gelombang tinggi 4 meter dan hujan lebat lokal
23 September 2026 10:37 WIB
Akses Jalan Solok - Padang lumpuh akibat banjir bandang, polisi imbau lewat Padang Panjang
22 September 2026 8:15 WIB