Nelayan Mukomuko selamat dari kapal nyaris karam
Rabu, 8 Maret 2017 11:06 WIB
Ilustrasi kapal tenggelam . (ANTARA News/Handry Musa)
Mukomuko (Antarasumsel.com) - Seorang penumpang kapal nelayan di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu selamat setelah berenang sejauh sekitar dua mil dari pinggir pantai wilayah itu.
Kabid Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mukomuko, Rahmad Hidayat, di Mukomuko, Selasa, mengatakan nelayan tersebut menyelamatkan diri dari kapalnya yang nyaris karam akibat diterjang angin kencang dan gelombang tinggi yang melanda perairan laut di wilayah itu.
"Nelayan yang selamat itu atas nama Umbin (45) pemilik kapal nelayan tersebut," ujar dia.
Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan dari nelayan tersebut, awal mula kapal tersebut mengalami kerusakan karena tidak sanggup menyongsong angin kencang yang menerpa perairan laut di wilayah itu.
Kemudian, nelayan tersebut membuang jangkar, namun setelah itu kapal tersebut bocor, diduga karena pengaruh gelombang tinggi yang menghantam kapal nelayan tersebut.
Setelah itu, ia mengatakan, nelayan tersebut menyelamatkan diri dengan cara berenang ke pinggi pantai di wilayah itu.
Sedangkan, lanjutnya, kapal nelayan tersebut terbawa arus dan terdampar di perairan laut di antara Kecamatan Sungai Rumbai dengan Kecamatan Ipuh.
Kemudian, katanya, nelayan di wilayah itu bekerja sama menyeret kapal tersebut sampai ke dermaga Kecamatan Teramang Jaya.
Ia mengatakan, sejak beberapa hari terakhir angin kencang disertai gelombang tinggi masih melanda perairan laut di wilayah itu. Nelayan setempat diminta untuk mewaspadainya karena berbahaya bagi perahu dan keselamatan nelayan.
Kabid Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mukomuko, Rahmad Hidayat, di Mukomuko, Selasa, mengatakan nelayan tersebut menyelamatkan diri dari kapalnya yang nyaris karam akibat diterjang angin kencang dan gelombang tinggi yang melanda perairan laut di wilayah itu.
"Nelayan yang selamat itu atas nama Umbin (45) pemilik kapal nelayan tersebut," ujar dia.
Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan dari nelayan tersebut, awal mula kapal tersebut mengalami kerusakan karena tidak sanggup menyongsong angin kencang yang menerpa perairan laut di wilayah itu.
Kemudian, nelayan tersebut membuang jangkar, namun setelah itu kapal tersebut bocor, diduga karena pengaruh gelombang tinggi yang menghantam kapal nelayan tersebut.
Setelah itu, ia mengatakan, nelayan tersebut menyelamatkan diri dengan cara berenang ke pinggi pantai di wilayah itu.
Sedangkan, lanjutnya, kapal nelayan tersebut terbawa arus dan terdampar di perairan laut di antara Kecamatan Sungai Rumbai dengan Kecamatan Ipuh.
Kemudian, katanya, nelayan di wilayah itu bekerja sama menyeret kapal tersebut sampai ke dermaga Kecamatan Teramang Jaya.
Ia mengatakan, sejak beberapa hari terakhir angin kencang disertai gelombang tinggi masih melanda perairan laut di wilayah itu. Nelayan setempat diminta untuk mewaspadainya karena berbahaya bagi perahu dan keselamatan nelayan.
Pewarta : Ferri Arianto
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pertamina Patra Niaga perluas SPBU Nelayan di wilayah 3T melalui program BBM Satu Harga
30 April 2026 7:53 WIB
Nelayan Banyuasin dievakuasi ke Palembang gunakan ambulans apung Ditpolairud
05 April 2026 21:09 WIB
Lima ABK KM Natasya 01 selamat usai terombang-ambing 12 jam di laut Trenggalek
16 March 2026 20:07 WIB
Kisah ibu di pinggiran Singkarak, cetak anak jadi polisi dan sarjana dari ikan bilih
21 February 2026 19:33 WIB
Pertamina Lubricants Resmikan Bengkel Sahabat Nelayan di Kampung Bahari Bengkulu
14 January 2026 12:11 WIB
Israel tangkap lima nelayan Palestina yang menangkap ikan demi bertahan hidup
20 July 2025 11:06 WIB, 2025
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Kualitas Udara Kota Jambi masuk kategori tidak sehat, nilai ISPU tembus 101
23 August 2026 15:34 WIB
Mensesneg bantah kabar Haji Isam ditunjuk jadi koordinator karhutla Kalimantan
23 August 2026 15:31 WIB
Manggala Agni padamkan ratusan hektare karhutla di Indragiri Hulu dan Pelalawan
23 August 2026 15:25 WIB
Mobil tangki BPBD Belitung kecelakaan saat menuju lokasi karhutla, tiga petugas luka
23 August 2026 15:19 WIB