Mesir meminati kopi Sumsel
Rabu, 19 Oktober 2016 9:59 WIB
Biji kopi (Foto Antarasumsel.com/Feny Selly/16/den)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Negara Mesir meminati kopi Sulawesi Selatan karena setiap bulan provinsi ini telah mengirim lima peti kemas berisi kopi ke negara tersebut.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumatera Selatan Permana, di Palembang, Selasa, mengatakan apalagi kopi bagi Sumsel merupakan salah satu komoditas unggulan sehingga sudah dikenal bagi masyarakat termasuk luar negeri.
Sehubungan itu kopi masih banyak diminati bagi negara luar termasuk Mesir, kata dia usai menghadiri Misi Dagang Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center di Palembang, Selasa.
Menurut dia, memang banyak permasalahan yang dihadapi dalam mengirim kopi ke-negara tersebut sehingga ekspor belum begitu maksimal.
Dia mengatakan, kendala yang dihadapi antara lain pengiriman komoditas unggulan tersebut masih melalui pelabuhan Tarahan dengan menggunakan transportasi darat.
Permasalahan itu memang kurang efesien dalam melakukan ekspor komoditi yang ada, ujar dia.
Selain itu Sumsel belum memiliki tempat penjualan di negara luar sehingga hanya mengandalkan pelanggan saja, ujar dia.
Begitu juga mengenai kemasan daerah ini juga masih kalah bersaing sehingga pengrimanan juga terbatas, ujar dia.
Lebih lanjut dia mengatakan, sebenarnya banyak produk Sumsel yang diminati baik nasional maupun internasional seperti pada Trade Expo Internasional lalu Sumsel menampilkan produk unggulan.
Sumsel mempunyai 14 produk unggulan tetapi masih kalah bersaing dengan daerah lain antara lain kriteria produk yang tidak bisa dipenuhi produsen, tambah dia.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumatera Selatan Permana, di Palembang, Selasa, mengatakan apalagi kopi bagi Sumsel merupakan salah satu komoditas unggulan sehingga sudah dikenal bagi masyarakat termasuk luar negeri.
Sehubungan itu kopi masih banyak diminati bagi negara luar termasuk Mesir, kata dia usai menghadiri Misi Dagang Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center di Palembang, Selasa.
Menurut dia, memang banyak permasalahan yang dihadapi dalam mengirim kopi ke-negara tersebut sehingga ekspor belum begitu maksimal.
Dia mengatakan, kendala yang dihadapi antara lain pengiriman komoditas unggulan tersebut masih melalui pelabuhan Tarahan dengan menggunakan transportasi darat.
Permasalahan itu memang kurang efesien dalam melakukan ekspor komoditi yang ada, ujar dia.
Selain itu Sumsel belum memiliki tempat penjualan di negara luar sehingga hanya mengandalkan pelanggan saja, ujar dia.
Begitu juga mengenai kemasan daerah ini juga masih kalah bersaing sehingga pengrimanan juga terbatas, ujar dia.
Lebih lanjut dia mengatakan, sebenarnya banyak produk Sumsel yang diminati baik nasional maupun internasional seperti pada Trade Expo Internasional lalu Sumsel menampilkan produk unggulan.
Sumsel mempunyai 14 produk unggulan tetapi masih kalah bersaing dengan daerah lain antara lain kriteria produk yang tidak bisa dipenuhi produsen, tambah dia.
Pewarta : Ujang Idrus
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bank Sumsel Babel dorong hilirisasi kopi dan serat nanas di Muara Enim, buka 150 rekening usaha
02 September 2026 12:13 WIB
Kopi Tebat Benawa, saat tradisi dan inovasi Pusri bertemu di kaki Gunung Dempo
22 April 2026 16:45 WIB
Terpopuler - Info Bisnis
Lihat Juga
Pertamina EP Adera Field berdayakan warga PALI buat kerajinan dari jerami padi
18 September 2026 18:27 WIB
Bank Sumsel Babel buka penawaran Sukuk Ritel SR025 berimbal hasil hingga 6,90 Persen
07 September 2026 12:36 WIB