HIKMI: TEI dongkrak ekspor mebel dan kerajinan
Minggu, 2 Oktober 2016 18:01 WIB
Usaha mebel banyak terima pesanan pembuatan bangku dan meja . (Foto: antarasumsel.com/14/Feny Selly)
Jakarta (ANTARA Sumsel) - Penyelenggaraan Pameran Internasional Produk Ekspor atau Trade Expo Indonesia (TEI) 2016 mampu berkontribusi mendongkrak nilai ekspor produk mebel dan kerajinan nasional, kata Ketua Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (Himki) Soenoto.
"Tentu saja. Semua pameran yang sifatnya internasional, seperti TEI, akan berkontribusi terhadap peningkatan nilai ekspor," ujar Soenoto saat dihubungi di Jakarta, Minggu.
Kendati menjadi ajang pameran berbagai produk unggulan Indonesia, Soenoto menyampaikan produk mebel dan kerajinan nasional memiliki tempat tersendiri bagi para pembelinya.
Menurut Soenoto, ia kerap bertemu para buyer (pembeli) yang berasal dari berbagai negara seperti Belanda dan Amerika Serikat pada ajang yang digagas Kementerian Perdagangan itu.
"Saya sering dapat buyer dari berbagai negara di ajang TEI. Jadi, ya lumayan untuk mendapatkan buyer dari luar," ungkapnya.
Untuk itu, Soenoto menyampaikan bahwa Himki mendukung pameran tahunan tersebut dengan berpartisipasi dan berupaya mendatangkan para pembeli.
"Kami mengundang buyer dari seluruh dunia untuk datang ke TEI. Strategi ini sama seperti ketika kami menggelar pameran khusus mebel dan kerajinan setiap tahunnya," tukas Soenoto.
Himki menargetkan nilai ekspor mebel mencapai lima miliar dolar AS pada 2019.
Menurut data Kementerian Perindustrian, perkembangan industri mebel nasional mengalami kemajuan beberapa tahun terakhir, di mana nilai ekspor mebel kayu dan rotan mencapai 1,8 miliar dolar AS secara total.
Angka tersebut meningkat menjadi 1,9 miliar dolar AS pada 2014 dan menjadi dua miliar dolar AS pada 2015.
"Tentu saja. Semua pameran yang sifatnya internasional, seperti TEI, akan berkontribusi terhadap peningkatan nilai ekspor," ujar Soenoto saat dihubungi di Jakarta, Minggu.
Kendati menjadi ajang pameran berbagai produk unggulan Indonesia, Soenoto menyampaikan produk mebel dan kerajinan nasional memiliki tempat tersendiri bagi para pembelinya.
Menurut Soenoto, ia kerap bertemu para buyer (pembeli) yang berasal dari berbagai negara seperti Belanda dan Amerika Serikat pada ajang yang digagas Kementerian Perdagangan itu.
"Saya sering dapat buyer dari berbagai negara di ajang TEI. Jadi, ya lumayan untuk mendapatkan buyer dari luar," ungkapnya.
Untuk itu, Soenoto menyampaikan bahwa Himki mendukung pameran tahunan tersebut dengan berpartisipasi dan berupaya mendatangkan para pembeli.
"Kami mengundang buyer dari seluruh dunia untuk datang ke TEI. Strategi ini sama seperti ketika kami menggelar pameran khusus mebel dan kerajinan setiap tahunnya," tukas Soenoto.
Himki menargetkan nilai ekspor mebel mencapai lima miliar dolar AS pada 2019.
Menurut data Kementerian Perindustrian, perkembangan industri mebel nasional mengalami kemajuan beberapa tahun terakhir, di mana nilai ekspor mebel kayu dan rotan mencapai 1,8 miliar dolar AS secara total.
Angka tersebut meningkat menjadi 1,9 miliar dolar AS pada 2014 dan menjadi dua miliar dolar AS pada 2015.
Pewarta : Sella Panduarsa Gareta
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Harga jual emas di Pegadaian, dua produk buatan Galeri24 dan UBS kompak stabil
26 January 2026 10:08 WIB
Harga emas terus meroket, produk UBS di Pegadaian jadi Rp2.956.000 juta/gram.
24 January 2026 8:48 WIB
Bursa harga emas di Pegadaian Minggu ini, dua produk logam mulia kompak turun
16 November 2025 9:39 WIB
Produk Kilang Plaju Breezon MC-32 digunakan di Lapangan Jambaran Tiung Biru Jawa Timur
13 November 2025 12:04 WIB
Terpopuler - Info Bisnis
Lihat Juga
PT Bumi Andalas Permai dukung budidaya kepiting bakau di Desa Sungai Batang OKI
12 February 2026 14:15 WIB
KAI Palembang catat 29.253 tiket Lebaran 2026 terjual, 50 persen dari kapasitas
10 February 2026 19:44 WIB