Pengungsi banjir garut terima bantuan peralatan dapur
Minggu, 2 Oktober 2016 13:05 WIB
Ilustrasi- Bantuana Peralatan dapur buat korban banjir bandang (FOTO ANTARA)
Bandung (ANTARA Sumsel) - Posko Penanggulangan Bencana Garut menyiapkan bantuan peralatan dapur untuk keperluan memasak bagi para korban banjir bandang di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu.
Komandan Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Banjir Garut Letkol Arm Setyo Hani Susanto mengatakan bantuan peralatan memasak itu dari donatur yang peduli terhadap korban banjir bandang.
Korban banjir di pengungsian, kata dia, membutuhkan bantuan alat memasak, karena barang yang dimilikinya hilang diterjang banjir bandang.
"Ini pasti bermanfaat, karena ini salah satu yang dibutuhkan mereka," katanya.
Donatur bantuan alat masak itu yang juga Direktur PT Elva Primandiri, perusahaan properti, Elva Waniza mengatakan secara pribadi dirinya peduli terhadap korban banjir bandang di Garut.
Pengusaha perempuan itu mengaku terus memantau perkembangan usai banjir bandang, terutama ingin mengetahui kebutuhan para korban banjir di pengungsian.
"Katanya seperti pakaian itu banyak, saya berusaha ingin memenuhi kebutuhan mereka yang lainnya, mungkin ini peralatan masak yang dibutuhkan," kata Elva lagi.
Ia menyebutkan peralatan masak tersebut, di antaranya wajan, sodet, panci, sendok, ditambah bantuan lainnya seperti pakaian dalam wanita yang diperlukan selama tinggal di pengungsian.
Rencananya, kata dia, pihaknya akan mendistribusikan kembali peralatan dapur ditambah dengan peralatan makan, kemudian alat tulis dan buku bagi anak-anak sekolah korban banjir.
"Kami akan dorong bantuan lainnya satu truk barang serupa ditambah peralatan dapur lainnya, seperti ceret, sendok stainless, dan lainnya juga alat tulis untuk kebutuhan sekolah," katanya pula.
Dia berharap bantuan yang disalurkannya itu memberikan manfaat bagi korban banjir di pengungsian maupun di tempat tinggal mereka.
Selain itu, Elva berharap kaum ibu korban banjir untuk terus bersemangat melanjutkan kehidupan lebih baik.
"Katanya nanti pemerintah akan merelokasi dan membangun rumah susun, mudah-mudahan saudara kita itu dapat kembali tenang dan terus bersemangat hidup," katanya lagi.
Banjir bandang Garut akibat luapan Sungai Cimanuk terjadi Selasa (20/9) malam, menyebabkan permukiman penduduk dan fasilitas umum termasuk Rumah Sakit Umum Garut dan sekolah terendam banjir.
Selain kerugian materi, banjir juga telah menyebabkan 34 orang meninggal dunia dan 19 orang dilaporkan hilang.
Komandan Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Banjir Garut Letkol Arm Setyo Hani Susanto mengatakan bantuan peralatan memasak itu dari donatur yang peduli terhadap korban banjir bandang.
Korban banjir di pengungsian, kata dia, membutuhkan bantuan alat memasak, karena barang yang dimilikinya hilang diterjang banjir bandang.
"Ini pasti bermanfaat, karena ini salah satu yang dibutuhkan mereka," katanya.
Donatur bantuan alat masak itu yang juga Direktur PT Elva Primandiri, perusahaan properti, Elva Waniza mengatakan secara pribadi dirinya peduli terhadap korban banjir bandang di Garut.
Pengusaha perempuan itu mengaku terus memantau perkembangan usai banjir bandang, terutama ingin mengetahui kebutuhan para korban banjir di pengungsian.
"Katanya seperti pakaian itu banyak, saya berusaha ingin memenuhi kebutuhan mereka yang lainnya, mungkin ini peralatan masak yang dibutuhkan," kata Elva lagi.
Ia menyebutkan peralatan masak tersebut, di antaranya wajan, sodet, panci, sendok, ditambah bantuan lainnya seperti pakaian dalam wanita yang diperlukan selama tinggal di pengungsian.
Rencananya, kata dia, pihaknya akan mendistribusikan kembali peralatan dapur ditambah dengan peralatan makan, kemudian alat tulis dan buku bagi anak-anak sekolah korban banjir.
"Kami akan dorong bantuan lainnya satu truk barang serupa ditambah peralatan dapur lainnya, seperti ceret, sendok stainless, dan lainnya juga alat tulis untuk kebutuhan sekolah," katanya pula.
Dia berharap bantuan yang disalurkannya itu memberikan manfaat bagi korban banjir di pengungsian maupun di tempat tinggal mereka.
Selain itu, Elva berharap kaum ibu korban banjir untuk terus bersemangat melanjutkan kehidupan lebih baik.
"Katanya nanti pemerintah akan merelokasi dan membangun rumah susun, mudah-mudahan saudara kita itu dapat kembali tenang dan terus bersemangat hidup," katanya lagi.
Banjir bandang Garut akibat luapan Sungai Cimanuk terjadi Selasa (20/9) malam, menyebabkan permukiman penduduk dan fasilitas umum termasuk Rumah Sakit Umum Garut dan sekolah terendam banjir.
Selain kerugian materi, banjir juga telah menyebabkan 34 orang meninggal dunia dan 19 orang dilaporkan hilang.
Pewarta : Feri Purnama
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Korban banjir di pedalaman Pidie Jaya masih tinggal di tenda pengungsian, butuh kepastian hunian
17 January 2026 16:10 WIB
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel salurkan bantuan untuk korban bencana di Belitang
13 January 2026 19:27 WIB
Pemkab OKU Timur salurkan bantuan untuk korban banjir di lima desa Kecamatan Belitang III
10 January 2026 15:14 WIB
Kanwil Kemenag Sumsel berangkatkan armada truk logistik, bantu korban bencana Sumatera
28 December 2025 9:11 WIB
Kemenag Sumsel kumpulkan dana bantuan Rp1,7 miliar untuk korban bencana Sumatera
22 December 2025 13:58 WIB
Gubernur Sumsel lepas bantuan dari pelajar ke korban banjir dan longsor di Sumbar
11 December 2025 8:17 WIB
Jasa Marga salurkan bantuan ke korban bencana banjir dan longsor di Sumatera
10 December 2025 7:38 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Lima penerbangan Palembang-Jakarta dibatalkan, dampak erupsi Anak Krakatau
06 September 2026 9:35 WIB
KAI Daop 1 Jakarta pastikan perjalanan kereta api aman dari erupsi Gunung Anak Krakatau
06 September 2026 9:03 WIB
Anggota DPR minta penanganan optimal bagi santri keracunan MBG di Sidoarjo
03 September 2026 16:23 WIB
Kualitas Udara Kota Jambi masuk kategori tidak sehat, nilai ISPU tembus 101
23 August 2026 15:34 WIB