Hutan lindung Padang Sugihan Sumsel terbakar
Kamis, 29 Oktober 2015 10:24 WIB
Kebakaran hutan (Foto Antarasumsel.com/Nova Wahyudi/15/den)
Palembang, (ANTARA Sumsel) - Kawasan hutan lindung Padang Sugihan, Air Sugihan, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, turut terbakar sehingga mengancam kelangsungan satwa liar di kawasan tersebut.
Pada Rabu sekitar pukul 15.00 WIB, beberapa titik api sudah mencapai aliran sungai jalur 21 (jalur transportasi khusus milik perusahaan) dan menunggu padam dengan sendirinya.
Sementara, areal yang sudah terbakar mengalami kerusakan parah dengan terpantau dari pohon-pohon gelam yang kulitnya gosong sejauh mata memandang.
Tak jauh dari lokasi kebakaran tersebut, terdapat dua ekor gajah dewasa berserta satu ekor anaknya sedang mencari makan di dekat aliran sungai itu.
Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan di kawasan Air Sugihan, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, mulai teratasi, Rabu, setelah areal itu disirami hujan pada Selasa (27/10) malam.
Kepala Pusat Komando Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Posko Air Sugihan Dedy Saputra Lubis yang dijumpai di lokasi mengatakan, hujan dalam kategori lebat selama kurang lebih tiga jam yang mengguyur distrik Air Sugihan telah mematikan hampir seluruh titik api yang mulai berkobar sejak dua bulan terakhir.
"Bisa dikatakan saat ini sudah tidak ada lidah api lagi, kalaupun ada tinggal beberapa titik saja dan diprediksi bisa dijinakkan (tidak sebesar sebelumnya, red)," kata Lubis.
Ia mengatakan, berdasarkan pemantauan terakhir pada pukul 10.00 WIB diketahui bahwa titik api yang tersisa hanya berjarak 15 km dari posko yang berada di lahan milik PT Bumi Andalas Permai.
Kawasan Air Sugihan, OKI menjadi areal pusat kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan sejak satu bulan terakhir, disusul kawasan di Musi Banyuasin, dan Ogan Ilir.
Menurut rencana Presiden Joko Widodo akan meninjau lokasi Air Sugihan, Kamis (29/10), dengan mendarat di helipad Posko PT BAP.
Pada Rabu sekitar pukul 15.00 WIB, beberapa titik api sudah mencapai aliran sungai jalur 21 (jalur transportasi khusus milik perusahaan) dan menunggu padam dengan sendirinya.
Sementara, areal yang sudah terbakar mengalami kerusakan parah dengan terpantau dari pohon-pohon gelam yang kulitnya gosong sejauh mata memandang.
Tak jauh dari lokasi kebakaran tersebut, terdapat dua ekor gajah dewasa berserta satu ekor anaknya sedang mencari makan di dekat aliran sungai itu.
Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan di kawasan Air Sugihan, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, mulai teratasi, Rabu, setelah areal itu disirami hujan pada Selasa (27/10) malam.
Kepala Pusat Komando Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Posko Air Sugihan Dedy Saputra Lubis yang dijumpai di lokasi mengatakan, hujan dalam kategori lebat selama kurang lebih tiga jam yang mengguyur distrik Air Sugihan telah mematikan hampir seluruh titik api yang mulai berkobar sejak dua bulan terakhir.
"Bisa dikatakan saat ini sudah tidak ada lidah api lagi, kalaupun ada tinggal beberapa titik saja dan diprediksi bisa dijinakkan (tidak sebesar sebelumnya, red)," kata Lubis.
Ia mengatakan, berdasarkan pemantauan terakhir pada pukul 10.00 WIB diketahui bahwa titik api yang tersisa hanya berjarak 15 km dari posko yang berada di lahan milik PT Bumi Andalas Permai.
Kawasan Air Sugihan, OKI menjadi areal pusat kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan sejak satu bulan terakhir, disusul kawasan di Musi Banyuasin, dan Ogan Ilir.
Menurut rencana Presiden Joko Widodo akan meninjau lokasi Air Sugihan, Kamis (29/10), dengan mendarat di helipad Posko PT BAP.
Pewarta : Dolly Rosana
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polisi terapkan metode spiral padamkan kebakaran lahan gambut di Muara Enim
07 September 2026 12:42 WIB
Dampak karhutla Sumsel, kualitas udara Palembang masuk kategori sangat tidak sehat
04 September 2026 10:06 WIB
Terpopuler - Warta Bumi
Lihat Juga
Jaga ekosistem laut, Pertamina Trans Kontinental tanam 512 terumbu karang di Sulawesi Utara
20 August 2026 7:24 WIB
Ubah limbah jadi bermanfaat, Kilang Plaju dorong Kelompok Proklim ciptakan produk bernilai
10 August 2026 22:42 WIB
Tim Gabungan berhasil kendalikan karhutla di Taman Nasional Gunung Rinjani NTB
09 August 2026 10:53 WIB
Pertamina Kilang Plaju kukuhkan kawasan siaga bencana dan gelar pelatihan mitigasi
02 August 2026 8:36 WIB