Gubernur: Titik api banyak terdapat di Muba
Selasa, 7 Juli 2015 11:49 WIB
Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin . (ANTARA FOTO/Reno Esnir)
Palembang, (ANTARA Sumsel) - Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin
menyatakan titik api atau hot spot sekarang ini paling banyak berada di
wilayah Kabupaten Musi Banyuasin.
Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin di Palembang, Senin menyampaikan hal itu menanggapi mulai munculnya titik api di sejumlah wilayah di provinsi tersebut saat musim kemarau.
Menurut dia, sekarang ini yang paling banyak itu di Kabupaten Musi Banyuasin dan dirinya sudah peringatkan pemerintah kabupaten setempat.
Kemudian BPBD bukan karena ada laporan baru bergerak tapi selalu menjaga terus, tetapi tolong dimaklumi juga wilayah luas, sedangkan hujan tidak turun-turun sudah musim kemarau, katanya.
Walaupun demikian pejabat nomor satu di lingkungan Pemprov Sumsel itu memastikan kalau hot spot tersebut sampai saat ini belum dikhawatirkan.
Ia mengatakan, sebenarnya berdasarkan laporan hot spot itu tidak bisa ditentukan. Kalau hot spot artinya ada titik apinya.
Kalau ada satu lahan terbuka, ada pantulan matahari, itu ditangkap oleh satelit jadinya hot spot, tetapi belum tentu itu ada titik api, ujarnya.
Namun, yang penting menurut Gubernur Sumsel berkurang tidak hot spot itu.
"Kalau hari ini ada hot spotnya di sini, besok hilang, timbul di tempat lain itu yang dijaga habis-habisan," tutur Alex Noerdin.
Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumsel Yulizar Dinoto menambahkan pihaknya menyiapkan beberapa langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan serta bencana kabut asap.
Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin di Palembang, Senin menyampaikan hal itu menanggapi mulai munculnya titik api di sejumlah wilayah di provinsi tersebut saat musim kemarau.
Menurut dia, sekarang ini yang paling banyak itu di Kabupaten Musi Banyuasin dan dirinya sudah peringatkan pemerintah kabupaten setempat.
Kemudian BPBD bukan karena ada laporan baru bergerak tapi selalu menjaga terus, tetapi tolong dimaklumi juga wilayah luas, sedangkan hujan tidak turun-turun sudah musim kemarau, katanya.
Walaupun demikian pejabat nomor satu di lingkungan Pemprov Sumsel itu memastikan kalau hot spot tersebut sampai saat ini belum dikhawatirkan.
Ia mengatakan, sebenarnya berdasarkan laporan hot spot itu tidak bisa ditentukan. Kalau hot spot artinya ada titik apinya.
Kalau ada satu lahan terbuka, ada pantulan matahari, itu ditangkap oleh satelit jadinya hot spot, tetapi belum tentu itu ada titik api, ujarnya.
Namun, yang penting menurut Gubernur Sumsel berkurang tidak hot spot itu.
"Kalau hari ini ada hot spotnya di sini, besok hilang, timbul di tempat lain itu yang dijaga habis-habisan," tutur Alex Noerdin.
Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumsel Yulizar Dinoto menambahkan pihaknya menyiapkan beberapa langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan serta bencana kabut asap.
Pewarta : Oleh Susilawati
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Info Sumsel
Lihat Juga
Kilang Plaju Palembang salurkan bantuan logistik dan sembako bagi korban gempa NTT
27 September 2026 12:44 WIB
PNM Palembang salurkan bantuan sumur bor dan menara air di Tungkal Jaya Muba
25 September 2026 19:46 WIB
Kolaborasi TNI AU dan APP Group perkuat penanganan karhutla di Sumatera Selatan
25 September 2026 19:38 WIB
Pemprov Sumsel ajak perkantoran swasta pasang ornamen budaya lokal sesuai Perda
24 September 2026 22:11 WIB