Pembangunan kebun raya Sumsel dimulai 2015
Minggu, 4 Januari 2015 18:35 WIB
Palembang (ANTARA Sumsel) - Pembangunan kebun raya Sumatera Selatan segera dimulai pada 2015 ini sehingga 2018 nanti diharapkan bisa diresmikan."Pada 2015 ini kita sudah mulai pembangunan kebun raya," kata
Kepala Badan Penelitian Pengembangan dan Inovasi Daerah Sumsel, Hj Ekowati Retnaningsih di Palembang, Minggu.
Menurut dia, pembangunan yang dilakukan itu seperti gapura, pagar, kanal, perkantoran dan lainnya. Pembangunan ini juga kerja sama dengan mitra-mitra, katanya.
Ia mengatakan, Badan Penelitian Pengembangan dan Inovasi Daerah Sumsel sendiri pada 2015 ini menganggarkan sebesar Rp10 miliar untuk kebun raya itu.
Anggaran itu nantinya akan digunakan untuk pembangunan pagar, kanal keliling dan infrastruktur lain, ujarnya.
Ia menuturkan, kebun raya Sumsel seluas 100 ha itu berbeda dengan di tempat lain, karena ini kebun raya lahan basah, sebab rawa.
Jadi, nantinya mempertahankan tanaman yang ada di rawa supaya kalau sekitar 10 tahun rawa habis, anak cucu masih bisa melihat tanaman rawa.
Kebun raya ini fungsi konservasi dan fungsi penelitian, nanti tanaman akan diteliti untuk obat, kemudian ada farmasinya dan mini pabrik obat-obatan herbalnya.
Kemudian fungsi rekreasi dengan harapan orang yang datang bisa menikmatinya dan pulang tidak kecewa sehingga ingin berkunjung kembali ke sana, katanya.
Kepala Badan Penelitian Pengembangan dan Inovasi Daerah Sumsel, Hj Ekowati Retnaningsih di Palembang, Minggu.
Menurut dia, pembangunan yang dilakukan itu seperti gapura, pagar, kanal, perkantoran dan lainnya. Pembangunan ini juga kerja sama dengan mitra-mitra, katanya.
Ia mengatakan, Badan Penelitian Pengembangan dan Inovasi Daerah Sumsel sendiri pada 2015 ini menganggarkan sebesar Rp10 miliar untuk kebun raya itu.
Anggaran itu nantinya akan digunakan untuk pembangunan pagar, kanal keliling dan infrastruktur lain, ujarnya.
Ia menuturkan, kebun raya Sumsel seluas 100 ha itu berbeda dengan di tempat lain, karena ini kebun raya lahan basah, sebab rawa.
Jadi, nantinya mempertahankan tanaman yang ada di rawa supaya kalau sekitar 10 tahun rawa habis, anak cucu masih bisa melihat tanaman rawa.
Kebun raya ini fungsi konservasi dan fungsi penelitian, nanti tanaman akan diteliti untuk obat, kemudian ada farmasinya dan mini pabrik obat-obatan herbalnya.
Kemudian fungsi rekreasi dengan harapan orang yang datang bisa menikmatinya dan pulang tidak kecewa sehingga ingin berkunjung kembali ke sana, katanya.
Pewarta : Oleh Susilawati
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Industri hulu migas tanam 5.530 bibit pohon di Kebun Raya Sriwijaya Sumsel
08 November 2022 22:45 WIB, 2022
Pusat Riset Konservasi Kebun Raya - BRIN temukan 7 jenis baru tumbuhan tanaman hias
03 January 2022 1:05 WIB, 2022
Terpopuler - Info Sumsel
Lihat Juga
Kolaborasi multipihak bantu tangani kebakaran kebun warga di Desa Kaliberau Muba
16 September 2026 12:10 WIB
PT BMH libatkan masyarakat Desa Riding OKI cegah karhutla melalui program Zero Fire
16 September 2026 11:20 WIB