Arus balik lebaran masih tinggi
Jumat, 8 Agustus 2014 10:27 WIB
Ilustrasi - arus kendaraan di jalan raya semakin padat (FOTO ANTARA)
Musirawas (ANTARA Sumsel) - Arus balik Lebaran yang lewat poros
Jalan Lintas Sumatera di wilayah Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan,
hingga saat ini masih tinggi yaitu rata-rata mencapai 3.000 ribuan unit
kendaraan setiap hari dan diperkirakan hingga akhir pekan ini.
Sedangkan puncak balik Idul Fitri 1435 H yang melewati Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) wilayah itu terjadi pada Sabtu (2/8) yaitu mencapai antara 5.000-6.000 unit kendaraan pribadi setiap hari dan saat ini tergolong masih tinggi, kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Musirawas Ari Narsa, Jumat.
Melihat kondisi tersebut petugas di pos keamanan belum ditarik termasuk tenaga medis masih disiagakan di setiap pos pelayanan di sepanjang Jalinsum tersebut, termasuk perbaikan pada rambu-rambu jalan yang rusak akibat kendaraan.
Pada arus balik Lebaran itu sebagian besar masih didominasi kendaraan pribadi baik roda dua maupun kendaraan roda empat, sedangkan kasus kecelakaan lalu lintas pada Idul Fitri tahun ini turun dari sebelumnya meskipun pemudik sebagian besar menggunakan sepeda motor.
Para pemudik itu sebagian besar sudah mematuhi aturan berlalu lintas, terutama pada penggunaan helm dan lainnya dan memanfaatkan tempat peristirahatan yang disediakan di sepanjang jalan lintas tersebut.
"Kami kerja sama dengan tim terpadu termasuk kepolisian untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para pemudik dan pada arus balik Lebaran, sehingga kecelakaan dapat ditekan termasuk pengamanan tindak krimnial di sepanjang Jalinsum tersebut," ujarnya.
Kapolres Musirawas AKBP Chaidir mengatakan arus balik Lebaran masih terjadi meskipun aktivitas perkantoran sudah mulai beroperasi, namun bedanya tidak sepadat pada Sabtu (2/8) lalu dan kepadatan tetap didominasi kendaraan pribadi keluarga.
Pada arus balik Lebaran itu balik tidak seramai arus mudik yang mencapai 7.000 an kendaraan per hari karena waktu libur yang bersamaan, sedangkan untuk arus balik mereka kembali ada yang sendiri ada juga yang konvoi.
Adapula dari mereka melintas di jalan alternatif lain, sehingga lonjakan arus balik tidak terjadi.
peningkatan signifikan karena pemudik masih mendapatkan informasi terkait keamanan di jalan raya seperti akses jalan dari Kabupaten Empat Lawang ke Kabupaten Musirawas yang rawan dan akses Jalinsum dari Kabupaten Musirawas ke Kabupaten Musirawas Utara (Muratara) setempat.
"Pemudik banyak berhenti di malam hari pada pos-pos pelayanan meskipun aparat Polres Musirawas bekerjasama Polres Empat Lawang untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pemudik, terutama pada jalan yang rawan kriminal," ujarnya.
Ia menjelaskan untuk kasus kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu dari dari empat kasus menjadi tiga kasus, kasus yang terjadi pada Operasi Ketupat tahun ini bukan dialami oleh pemudik melainkan warga sekitar yang tidak mematuhi rambu lalu lintas dan keselamatan berllalu lintas.
Selain itu, untuk kasus kejahatan pencurian dengan kekerasan (Curas) dan kejahatan dengan pemberatan (Curat) di pemukiman maupun di Jalinsum Rupit, tidak ada satu pun kejadian ini menunjukan perubahan yang cukup baik. Jika dibandingkan tahun lalu kriminalitas sangat tinggi karena satu hari bias terjadi 10 sampai belasan kasus curas dan curat.
"Kita harapkan partisipasi seluruh komponen pembangunan Kabupaten Musirawas dan Muratara tetap bersama-sama menjaga dan menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif," ujarnya.
Sedangkan puncak balik Idul Fitri 1435 H yang melewati Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) wilayah itu terjadi pada Sabtu (2/8) yaitu mencapai antara 5.000-6.000 unit kendaraan pribadi setiap hari dan saat ini tergolong masih tinggi, kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Musirawas Ari Narsa, Jumat.
Melihat kondisi tersebut petugas di pos keamanan belum ditarik termasuk tenaga medis masih disiagakan di setiap pos pelayanan di sepanjang Jalinsum tersebut, termasuk perbaikan pada rambu-rambu jalan yang rusak akibat kendaraan.
Pada arus balik Lebaran itu sebagian besar masih didominasi kendaraan pribadi baik roda dua maupun kendaraan roda empat, sedangkan kasus kecelakaan lalu lintas pada Idul Fitri tahun ini turun dari sebelumnya meskipun pemudik sebagian besar menggunakan sepeda motor.
Para pemudik itu sebagian besar sudah mematuhi aturan berlalu lintas, terutama pada penggunaan helm dan lainnya dan memanfaatkan tempat peristirahatan yang disediakan di sepanjang jalan lintas tersebut.
"Kami kerja sama dengan tim terpadu termasuk kepolisian untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para pemudik dan pada arus balik Lebaran, sehingga kecelakaan dapat ditekan termasuk pengamanan tindak krimnial di sepanjang Jalinsum tersebut," ujarnya.
Kapolres Musirawas AKBP Chaidir mengatakan arus balik Lebaran masih terjadi meskipun aktivitas perkantoran sudah mulai beroperasi, namun bedanya tidak sepadat pada Sabtu (2/8) lalu dan kepadatan tetap didominasi kendaraan pribadi keluarga.
Pada arus balik Lebaran itu balik tidak seramai arus mudik yang mencapai 7.000 an kendaraan per hari karena waktu libur yang bersamaan, sedangkan untuk arus balik mereka kembali ada yang sendiri ada juga yang konvoi.
Adapula dari mereka melintas di jalan alternatif lain, sehingga lonjakan arus balik tidak terjadi.
peningkatan signifikan karena pemudik masih mendapatkan informasi terkait keamanan di jalan raya seperti akses jalan dari Kabupaten Empat Lawang ke Kabupaten Musirawas yang rawan dan akses Jalinsum dari Kabupaten Musirawas ke Kabupaten Musirawas Utara (Muratara) setempat.
"Pemudik banyak berhenti di malam hari pada pos-pos pelayanan meskipun aparat Polres Musirawas bekerjasama Polres Empat Lawang untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pemudik, terutama pada jalan yang rawan kriminal," ujarnya.
Ia menjelaskan untuk kasus kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu dari dari empat kasus menjadi tiga kasus, kasus yang terjadi pada Operasi Ketupat tahun ini bukan dialami oleh pemudik melainkan warga sekitar yang tidak mematuhi rambu lalu lintas dan keselamatan berllalu lintas.
Selain itu, untuk kasus kejahatan pencurian dengan kekerasan (Curas) dan kejahatan dengan pemberatan (Curat) di pemukiman maupun di Jalinsum Rupit, tidak ada satu pun kejadian ini menunjukan perubahan yang cukup baik. Jika dibandingkan tahun lalu kriminalitas sangat tinggi karena satu hari bias terjadi 10 sampai belasan kasus curas dan curat.
"Kita harapkan partisipasi seluruh komponen pembangunan Kabupaten Musirawas dan Muratara tetap bersama-sama menjaga dan menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif," ujarnya.
Pewarta : Oleh Zulkifli Lubis
Editor : M. Suparni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kendaraan pribadi dominasi trafik arus balik Lebaran 2026 di GT Kramasan Palembang
28 March 2026 18:35 WIB
Tembus 18.500 Kendaraan, puncak arus mudik di Tol Kayuagung-Palembang terjadi lebih awal
19 March 2026 20:34 WIB
Info Mudik 2026: Sebanyak 459 ribu kendaraan tinggalkan Jabotabek H-8 Lebaran
14 March 2026 20:39 WIB
Info Mudik 2026: Sebanyak 285 ribu kendaraan tinggalkan Jakarta di hari pertama
14 March 2026 9:04 WIB
Kapolda Sumsel pastikan Tol Kapal Betung siap dilintasi kendaraan pemudik Lebaran 2026
10 March 2026 22:22 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Polisi selamatkan 13 wisatawan tenggelam akibat kapal karam di Labuan Bajo
27 September 2026 17:13 WIB
Puluhan rumah di Pademangan terbakar, 380 jiwa kehilangan tempat tinggal
27 September 2026 12:26 WIB
Tim SAR gabungan cari nelayan hilang di perairan Kuala Tungkal Tanjabbar
27 September 2026 12:24 WIB
Peringatan Dini BMKG: Potensi gelombang tinggi 4 meter dan hujan lebat lokal
23 September 2026 10:37 WIB
Akses Jalan Solok - Padang lumpuh akibat banjir bandang, polisi imbau lewat Padang Panjang
22 September 2026 8:15 WIB