PT Pusri pasok urea ke sejumlah industri
Jumat, 13 Juni 2014 14:09 WIB
Sulfa Ghanie (Foto Antarasumsel.com/13/Yudi Abdullah)
Palembang (ANTARA Sumsel) - PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) yang berkantor pusat di Kota Palembang, Sumatera Selatan tidak hanya memasok pupuk urea untuk kebutuhan pertanian dan perkebunan, tetapi juga untuk kegiatan sejumlah industri di dalam negeri.
"Pupuk urea tidak hanya untuk menunjang kegiatan pertanian dan perkebunan, tetapi juga digunakan untuk industri seperti pabrik kayu lapis dan interior mobil (dashboard)," kata Manajer Hubungan Masyarakat PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Sulfa Ghanie di Palembang, Jumat.
Dijelaskannya, selama Januari hingga Juni 2014 telah memasok pupuk urea ke sejumlah industri sebanyak 72.924 ton atau rata -rata setiap bulannya 12.194 ton urea.
Penjualan pupuk urea untuk memasok kebutuhan industri tersebut merupakan salah satu kegiatan pemasaran pupuk urea secara komersial untuk meningkatkan pendapatan PT Pusri yang mendapat tugas dari negara menyalurkan pupuk bersubsidi kepada petani.
Berdasarkan penugasan negara, pihaknya wajib memenuhi kebutuhan pupuk urea petani di sembilan provinsi yakni Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, Jawa Tengah, Banten, DKI Jakarta, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Jika kebutuhan petani di provinsi tersebut bisa dipenuhi dengan baik dan terdapat kelebihan produksi, PT Pusri diizinkan untuk melakukan kegiatan pemasaran secara komersil seperti penjualan ke perusahaan perkebunan swasta, industri, dan ekspor, katanya.
Menurutnya, berdasarkan data pemasaran pupuk urea komersil selama Januari - Juni 2014, selain telah memenuhi permintaan industri, pihaknya juga memenuhi kebutuhan perusahaan perkebunan swasta sebanyak 177.969 ton urea.
Kemudian dalam kurun waktu tersebut, telah mengekspor pupuk urea ke beberapa negara di Asia sebanyak 41.747 ton.
Kegiatan pemasaran pupuk secara komersil itu akan terus ditingkatkan guna memperluas pasar mengantisipasi peningkatan produksi seiring dengan sedang dibangunnya satu pabrik baru proyek rivitalisasi pabrik tertua di dunia yang dibangun pada tahun 1974.
"Saat ini dengan empat pabrik yang memiliki total kapasitas produksi terpasang mencapai 2,262 juta ton pupuk urea per tahun secara umum dapat memenuhi kebutuhan pupuk petani dalam negeri dan sebagian dialokasikan untuk memenuhi permintaan luar negeri," ujarnya.
Dengan adanya pembangunan satu pabrik baru proyek revitalisasi Pusri II-B akan menambah produksi sebesar 457.500 ton per tahun sehingga total produksi urea PT Pusri menjadi 2,61 juta ton per tahun pada tahun 2015.
Melalui perluasan pasar secara komersil itu, diharapkan semua hasil produksi bisa terserap pasar sehingga ke depan perusahaan pupuk di Bumi Sriwijaya ini dapat terus berkembang, ujar Sulfa.
"Pupuk urea tidak hanya untuk menunjang kegiatan pertanian dan perkebunan, tetapi juga digunakan untuk industri seperti pabrik kayu lapis dan interior mobil (dashboard)," kata Manajer Hubungan Masyarakat PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Sulfa Ghanie di Palembang, Jumat.
Dijelaskannya, selama Januari hingga Juni 2014 telah memasok pupuk urea ke sejumlah industri sebanyak 72.924 ton atau rata -rata setiap bulannya 12.194 ton urea.
Penjualan pupuk urea untuk memasok kebutuhan industri tersebut merupakan salah satu kegiatan pemasaran pupuk urea secara komersial untuk meningkatkan pendapatan PT Pusri yang mendapat tugas dari negara menyalurkan pupuk bersubsidi kepada petani.
Berdasarkan penugasan negara, pihaknya wajib memenuhi kebutuhan pupuk urea petani di sembilan provinsi yakni Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, Jawa Tengah, Banten, DKI Jakarta, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Jika kebutuhan petani di provinsi tersebut bisa dipenuhi dengan baik dan terdapat kelebihan produksi, PT Pusri diizinkan untuk melakukan kegiatan pemasaran secara komersil seperti penjualan ke perusahaan perkebunan swasta, industri, dan ekspor, katanya.
Menurutnya, berdasarkan data pemasaran pupuk urea komersil selama Januari - Juni 2014, selain telah memenuhi permintaan industri, pihaknya juga memenuhi kebutuhan perusahaan perkebunan swasta sebanyak 177.969 ton urea.
Kemudian dalam kurun waktu tersebut, telah mengekspor pupuk urea ke beberapa negara di Asia sebanyak 41.747 ton.
Kegiatan pemasaran pupuk secara komersil itu akan terus ditingkatkan guna memperluas pasar mengantisipasi peningkatan produksi seiring dengan sedang dibangunnya satu pabrik baru proyek rivitalisasi pabrik tertua di dunia yang dibangun pada tahun 1974.
"Saat ini dengan empat pabrik yang memiliki total kapasitas produksi terpasang mencapai 2,262 juta ton pupuk urea per tahun secara umum dapat memenuhi kebutuhan pupuk petani dalam negeri dan sebagian dialokasikan untuk memenuhi permintaan luar negeri," ujarnya.
Dengan adanya pembangunan satu pabrik baru proyek revitalisasi Pusri II-B akan menambah produksi sebesar 457.500 ton per tahun sehingga total produksi urea PT Pusri menjadi 2,61 juta ton per tahun pada tahun 2015.
Melalui perluasan pasar secara komersil itu, diharapkan semua hasil produksi bisa terserap pasar sehingga ke depan perusahaan pupuk di Bumi Sriwijaya ini dapat terus berkembang, ujar Sulfa.
Pewarta :
Editor : Yudi Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mitra binaan Pusri "Roemah Jumpoetan" raih sertifikat SNI, jadi yang pertama di Indonesia
26 January 2026 15:33 WIB
Semarak Kampung Sehati: Pusri Bangun Kebersamaan dan Harmoni dengan Warga
06 December 2025 19:56 WIB
Perkuat keandalan operasional, Pusri tandatangani MoU dengan PLN UID S2JB
29 November 2025 19:36 WIB
Pusri terima penghargaan pada peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia 2025
27 November 2025 16:49 WIB
Terpopuler - Info Bisnis
Lihat Juga
KAI Palembang catat 29.253 tiket Lebaran 2026 terjual, 50 persen dari kapasitas
10 February 2026 19:44 WIB