Baturaja (ANTARA Sumsel) - Harga emas di sejumlah toko perhiasan
Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan selama Mei 2014
stabil dan walaupun terjadi kenaikan atau sebaliknya tidak terlalu
signifikan.
"Harga emas perhiasan sejak awal Januari hingga Mei 2014, meskipun ada kenaikan atau penurunan paling berkisar antara Rp50 ribu hingga Rp150 ribu per suku (satu suku = 6,7 gram) dari harga biasa," kata Toni (29) pemilik toko emas Sinar Ogan di Baturaja, Selasa.
Dikatakannya, saat ini harga emas perhiasan 24 karat dipatok Rp3,150 juta per suku.
Namun ia mengakui, sejak beberapa bulan terakhir banyak warga yang menjual emas simpanannya, karena untuk keperluan sehari-hari dan biaya sekolah anak.
"Sejak harga getah karet anjlok, toko saya banyak kedatangan konsumen yang menjual emas perhiasan simpanannya," ungkap Toni.
Mengenai antisipasi tindak kejahatan perampokan toko emas, menurut dia, tidak akan memasang terali besi pada lemari kaca tempat memajangkan barang daganganya seperti yang dilakukan sejumlah pemilik toko emas lain di Baturaja.
Hanya saja kata Toni, upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi dengan memperketat pengamanan menyiagakan Satuan Pengamanan (Satpam) di lokasi toko.
Sementara itu, Koko (42) pemilik toko emas Terang Suka di Baturaja mengakui hal yang sama terkait peningkatan konsumen yang menjual emas sejak harga getah karet turun drastis.
"Sejak awal Januari 2014 jumlah konsumen yang menjual emas di toko itu meningkat drastis, untuk jumlah pastinya saya tidak hafal karena terlalu banyak. Kalau harga emas 24 karat saya patok Rp3,100 juta per suku," ujarnya.
"Harga emas perhiasan sejak awal Januari hingga Mei 2014, meskipun ada kenaikan atau penurunan paling berkisar antara Rp50 ribu hingga Rp150 ribu per suku (satu suku = 6,7 gram) dari harga biasa," kata Toni (29) pemilik toko emas Sinar Ogan di Baturaja, Selasa.
Dikatakannya, saat ini harga emas perhiasan 24 karat dipatok Rp3,150 juta per suku.
Namun ia mengakui, sejak beberapa bulan terakhir banyak warga yang menjual emas simpanannya, karena untuk keperluan sehari-hari dan biaya sekolah anak.
"Sejak harga getah karet anjlok, toko saya banyak kedatangan konsumen yang menjual emas perhiasan simpanannya," ungkap Toni.
Mengenai antisipasi tindak kejahatan perampokan toko emas, menurut dia, tidak akan memasang terali besi pada lemari kaca tempat memajangkan barang daganganya seperti yang dilakukan sejumlah pemilik toko emas lain di Baturaja.
Hanya saja kata Toni, upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi dengan memperketat pengamanan menyiagakan Satuan Pengamanan (Satpam) di lokasi toko.
Sementara itu, Koko (42) pemilik toko emas Terang Suka di Baturaja mengakui hal yang sama terkait peningkatan konsumen yang menjual emas sejak harga getah karet turun drastis.
"Sejak awal Januari 2014 jumlah konsumen yang menjual emas di toko itu meningkat drastis, untuk jumlah pastinya saya tidak hafal karena terlalu banyak. Kalau harga emas 24 karat saya patok Rp3,100 juta per suku," ujarnya.