Palembang (ANTARA Sumsel) - Retribusi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan pada triwulan pertama belum mencapai target yang ditetapkan karena banyak faktor penyebab.

Kepala Bidang Pendapatan Lain-Lain Dinas Pendapatan Dearah Provinsi Sumsel Ning Muhaibar kepada wartawan usai rapat evaluasi retribusi di Palembang, Senin, mengatakan target triwulan pertama Rp4 miliar lebih, baru terealisasi Rp2 miliar.

Sementara dinas yang belum tercapai target itu antara lain Kehutanan, PU Bina Marga, Pertanian, Perkebunan dan Peternakan.

Bila ditotalkan dinas tersebut pencapaian retribusinya rata-rata 15 persen dari target pada triwulan pertama 25 persen, namun dia tidak merinci jumlah dananya.

Belum tercapainya target tersebut karena berbagai faktor antara lain penagihan belum pada waktunya dan memang ada yang akan melunasi akhir tahun nanti.

Sementara Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Sumsel Mukti Sulaiman mengatakan, memang pihaknya terus meningkatkan pendapatan daerah termasuk melalui retribusi yang diambil dari dinas dalam jajarannya.

Retribusi memang kecil dan hanya Rp16 miliar per tahun, jadi itu harus terus digali supaya pendapatan daerah Sumsel terus meningkat.

Lebih lanjut dia mengatakan, memang yang mendongkrak pendapatan daerah dari sektor antara lain pajak kendaraan bermotor dan pajak bea balik nama kendaraan bermotor serta pendapatan lainnya.

Untuk triwulan kedua nanti pihaknya optimistis mampu mendapatkan retribusi di atas Rp7 miliar hingga Rp8 miliar.

Pemerintah Provinsi Sumsel dalam upaya mendongkrak retribusi itu antara lain melalui evaluasi serta melakukan rapat koordinasi seperti dilaksanakan sekarang ini.

"Melalui pertemuan ini maka akan diketahui permasalahan yang terjadi di lapangan sehingga retribusi akan mencapai target," katanya.