Perang api jadi agenda budaya Mataram
Selasa, 18 Maret 2014 17:34 WIB
Tradisi Perang Api. (FOTO ANTARA)
Mataram (ANTARA Sumsel) - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Mataram akan menjadikan perang api sebagai salah satu kekayaan agenda budaya di daerah itu, karena ritual perang api tersebut hanya ada di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat.
"Perang api merupakan salah satu tradisi budaya umat Hindu di Cakra Timur dalam rangka menyamput Hari Raya Nyepi, akan masuk menjadi agenda budaya tahunan Kota Mataram," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Mataram H Abdul Latif di Mataram, Selasa.
Dikatakannya, usulan tradisi perang api menjadi agenda budaya tahunan di Kota Mataram berawal dari pertemuan pihak Disbudpar dengan semua budayawan se Kota Mataram beberapa waktu lalu.
Dalam kesempatan itu, pihaknya banyak mendapatkan masukan dan saran terhadap berbagai kekayaan seni dan kebudayaan yang ada di Kota Mataram.
"Perang api ini salah satunya yang menjadi perhatian para budayawan dan berharap bisa menjadi agenda budaya tahunan di Kota Mataram," katanya.
Terkait dengan itu, dalam waktu dekat ini pihaknya melakukan pertemuan dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat Hindu selaku pelaksana tradisi perang api.
Agar kegiatan perang api yang diawali dengan pawai ogoh-ogoh pada tanggal 30 Maret 2014 dalam menyambut tahun baru Saka 1936 bisa disaksikan dengan benar oleh masyarakat bahkan wisatawan dengan mengedapankan kearifan lokal yang berbudaya.
"Berbudaya juga berarti perilaku, artinya dalam menyajikan atraksi tradisi keagamaan harus mengedepankan perilaku yang baik," katanya.
Lurah Cakra Timur, Kecamatan Cakranegara, I Made Agus D JW mengatakan, selama ini tradisi perang api hanya dilaksanaan di Lingkungan Negara Sakah Kelurahan Cakra Timur bertujuan memupuk silaturahmi serta menghilangkan roh jahat dalam diri manusia, sehingga antusiasme masyarakat sangat tinggi.
Hal ini menjadi keunikan dan kebanggan tersendiri bagi warga di Negara Sakah, dan Kota Mataram pada umumnya.
"Kami juga sangat berharap ritual perang api ini menjadi salah satu agenda budaya tahunan di Kota Mataram, agar bisa dinikmati oleh wisatawan domestik dan mancanegara," katanya.
"Perang api merupakan salah satu tradisi budaya umat Hindu di Cakra Timur dalam rangka menyamput Hari Raya Nyepi, akan masuk menjadi agenda budaya tahunan Kota Mataram," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Mataram H Abdul Latif di Mataram, Selasa.
Dikatakannya, usulan tradisi perang api menjadi agenda budaya tahunan di Kota Mataram berawal dari pertemuan pihak Disbudpar dengan semua budayawan se Kota Mataram beberapa waktu lalu.
Dalam kesempatan itu, pihaknya banyak mendapatkan masukan dan saran terhadap berbagai kekayaan seni dan kebudayaan yang ada di Kota Mataram.
"Perang api ini salah satunya yang menjadi perhatian para budayawan dan berharap bisa menjadi agenda budaya tahunan di Kota Mataram," katanya.
Terkait dengan itu, dalam waktu dekat ini pihaknya melakukan pertemuan dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat Hindu selaku pelaksana tradisi perang api.
Agar kegiatan perang api yang diawali dengan pawai ogoh-ogoh pada tanggal 30 Maret 2014 dalam menyambut tahun baru Saka 1936 bisa disaksikan dengan benar oleh masyarakat bahkan wisatawan dengan mengedapankan kearifan lokal yang berbudaya.
"Berbudaya juga berarti perilaku, artinya dalam menyajikan atraksi tradisi keagamaan harus mengedepankan perilaku yang baik," katanya.
Lurah Cakra Timur, Kecamatan Cakranegara, I Made Agus D JW mengatakan, selama ini tradisi perang api hanya dilaksanaan di Lingkungan Negara Sakah Kelurahan Cakra Timur bertujuan memupuk silaturahmi serta menghilangkan roh jahat dalam diri manusia, sehingga antusiasme masyarakat sangat tinggi.
Hal ini menjadi keunikan dan kebanggan tersendiri bagi warga di Negara Sakah, dan Kota Mataram pada umumnya.
"Kami juga sangat berharap ritual perang api ini menjadi salah satu agenda budaya tahunan di Kota Mataram, agar bisa dinikmati oleh wisatawan domestik dan mancanegara," katanya.
Pewarta : Pewarta: Siti Zulaeha
Editor : AWI-SEO&Digital Ads
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pastikan kenyamanan pemudik, KAI Palembang cek kelayakan KA Sindang Marga dan Bukit Serelo
23 February 2026 17:18 WIB
Tiket mudik menipis, KAI tambah 16 perjalanan KA dari Gambir dan Pasar Senen
22 February 2026 9:05 WIB
KAI tambah rangkaian KA Sindang Marga, antisipasi lonjakan penumpang Imlek
12 February 2026 6:52 WIB
Terpopuler - Seni & Budaya
Lihat Juga
Dinas Pariwisata Palembang promosikan Ziarah Kubro menjelang 10 hari Ramadhan
17 February 2025 19:57 WIB, 2025