Palembang (ANTARA Sumsel) - Provinsi Sumatera Selatan mengalami krisis atlet balap sepeda menyusul kepindahan sejumlah atlet ke cabang olahraga lain dalam beberapa tahun terakhir.

"Sejumlah atlet balap sepeda memutuskan mengundurkan diri atau beralih ke cabang olahraga lain karena merasa tidak ada masa depan," kata pelatih balap sepeda Sumsel Mustakim di Palembang, Rabu.

Ia mengemukakan, hal itu cukup dimaklumi mengingat prestasi olahraga balap sepeda Sumsel terbilang mengalami stagnasi dalam sepuluh tahun terakhir.

Keadaan ini juga diparah dengan pandangan masyarakat yang menilai olahraga balap sepeda tergolong mahal mengingat harga peralatan yang bernilai puluhan juta.
 
"Harus diakui pembinaan atlet tidak berjalan dengan baik di Sumsel sehingga mendorong atlet memutuskan pensiun dini atau pindah cabang olahraga," ujarnya.

Menurutnya, hingga kini, Sumsel hanya memiliki satu orang atlet balap  sepeda kategori senior, Yeppy Kurniawan, yang mampu menembus prestasi tingkat nasional yakni dengan terpilih bergabung dalam pelatihan nasional (Pelatnas).

Sementara, selebihnya merupakan atlet pemula dan dua orang atlet senior yang tersisa yakni M Roviko dan Kevin Ariyanto.

"Sebelumnya, atlet balap sepeda terbilang banyak namun setiap tahun semakin berkurang karena pilihan untuk berpindah cabang olahraga seperti Oktavianus, Kartoyo yang saat ini aktif di triathlon," ujarnya.

Meskipun perkembangan olahraga balap sepeda di Sumatera Selatan belum memperlihatkan peningkatan signifikan, namun Pengurus Provinsi Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Sumsel tetap bekerja dengan memilih fokus membina atlet pemula.

ISSI Sumsel telah menyiapkan atlet pemula mengikuti Lomba Customs Cycling (LCC) Seri III pada 27-29 Desember 2013 di Temanggung, Jawa Tengah.

Dua orang atlet pemula akan disertakan, Dwi Opianda dan Jamin Johan. Sementara satu atlet lainnya yaitu Yeppy Kurniawan sedang mengikuti pelatihan nasional (Pelatnas).

"Fokus saat ini membina atlet muda yang diharapkan menggantikan para senior. ISSI Sumsel sendiri telah memiliki program pembinaan untuk mengatasi masalah krisis atlet ini," katanya.

Pewarta : Oleh : Dolly Rosana
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2024