Palembang (ANTARA Sumsel) - Sumatera Selatan akan didirikan akademi futsal pada 2014 untuk membidik prestasi kancah nasional dan internasional, kata Sekretaris Umum Badan Futsal Daerah Provinsi Sumsel Rusdi Alam.

"Pembicaraan sudah dilakukan dengan berbagai pihak terkait seperti KONI dan Pemerintah Provinsi Sumsel dan rencananya pada Januari sudah dilakukan penjaringan siswa di 15 kabupaten/kota," kata Rusdi di Palembang, Kamis.

Ia mengemukakan, sebanyak 150 siswa akan direkrut untuk dijadikan atlet andalan Sumsel.

Menurut rencana, tiap-tiap kabupaten/kota diberikan kuota 10 siswa sehingga total yg direkrut mencapai 150 orang.

"Para siswa itu harus memenuhi berbagai persyaratan, diantaranya usia yakni minimal 8 tahun dan maksimal 16 tahun," ujarnya.

Ia menambahkan tujuan didirikannya akademi futsal ini tak lain untuk memantapkan peran Sumsel pada bidang olahraga mengingat dalam tiga tahun terakhir ini, Sumsel menjadi tuan rumah perhelatan olahraga internasional.

"Harapannya Sumsel tak hanya sebatas menjadi tuan rumah ajang olahraga internasional, tapi jadi penyumbang atlet pada Tim Nasional," katanya.

Sementara, BFD Sumsel sendiri sedang menjaring atlet-atlet muda untuk disiapkan mengikuti Pekan Olahraga Nasional XIX di Jawa Barat pada tahun 2016.

"BFD Sumsel akan menyiapkan tim Pekan Olahraga Nasional lebih awal berkaca dari kegagalan pada ajang serupa tahun 2012 di Riau karena sangat menyadari dengan persiapan yang matang baru bisa berbicara prestasi," katanya.

Penjaringan atlet itu akan dilakukan dalam berbagai kompetisi tingkat daerah seperti Pekan Olahraga Provinsi Sumsel tahun 2014 hingga turnamen terbuka. Belasan atlet yang terpilih itu direncanakan menjalani pemusatan latihan daerah (Pelatda) hingga PON Jabar.

Pada PON Riau lalu, Tim Futsal Sumsel harus menelan pil pahit setelah didiskualifikasi panitia pelaksana karena kedapatan menurunkan pemain yang telah mendapatkan akumulasi kartu.

Tim yang diperkuat sejumlah pemain nasional harus terhenti pada babak delapan besar meski telah melakukan upaya banding karena menganggap kejadian itu disebabkan keteledoran panitia yang tidak memberikan informasi secara akurat.