Sumsel segera miliki akademi futsal
Kamis, 31 Oktober 2013 13:29 WIB
Tim Sumatera Selatan terhenti pada babak semifinal Kejuaraan Nasional Futsal Piala Gubernur Sumsel 2012 setelah dikalahkan IPC Pelindo dengan skor 4-6 di Palembang Sport Convention Center, Minggu (15/7). (Foto Antarasusmsel.com/Feny Selly)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Sumatera Selatan akan
didirikan akademi futsal pada 2014 untuk membidik prestasi kancah
nasional dan internasional, kata Sekretaris Umum Badan Futsal Daerah
Provinsi Sumsel Rusdi Alam.
"Pembicaraan sudah dilakukan dengan berbagai pihak terkait seperti KONI dan Pemerintah Provinsi Sumsel dan rencananya pada Januari sudah dilakukan penjaringan siswa di 15 kabupaten/kota," kata Rusdi di Palembang, Kamis.
Ia mengemukakan, sebanyak 150 siswa akan direkrut untuk dijadikan atlet andalan Sumsel.
Menurut rencana, tiap-tiap kabupaten/kota diberikan kuota 10 siswa sehingga total yg direkrut mencapai 150 orang.
"Para siswa itu harus memenuhi berbagai persyaratan, diantaranya usia yakni minimal 8 tahun dan maksimal 16 tahun," ujarnya.
Ia menambahkan tujuan didirikannya akademi futsal ini tak lain untuk memantapkan peran Sumsel pada bidang olahraga mengingat dalam tiga tahun terakhir ini, Sumsel menjadi tuan rumah perhelatan olahraga internasional.
"Harapannya Sumsel tak hanya sebatas menjadi tuan rumah ajang olahraga internasional, tapi jadi penyumbang atlet pada Tim Nasional," katanya.
Sementara, BFD Sumsel sendiri sedang menjaring atlet-atlet muda untuk disiapkan mengikuti Pekan Olahraga Nasional XIX di Jawa Barat pada tahun 2016.
"BFD Sumsel akan menyiapkan tim Pekan Olahraga Nasional lebih awal berkaca dari kegagalan pada ajang serupa tahun 2012 di Riau karena sangat menyadari dengan persiapan yang matang baru bisa berbicara prestasi," katanya.
Penjaringan atlet itu akan dilakukan dalam berbagai kompetisi tingkat daerah seperti Pekan Olahraga Provinsi Sumsel tahun 2014 hingga turnamen terbuka. Belasan atlet yang terpilih itu direncanakan menjalani pemusatan latihan daerah (Pelatda) hingga PON Jabar.
Pada PON Riau lalu, Tim Futsal Sumsel harus menelan pil pahit setelah didiskualifikasi panitia pelaksana karena kedapatan menurunkan pemain yang telah mendapatkan akumulasi kartu.
Tim yang diperkuat sejumlah pemain nasional harus terhenti pada babak delapan besar meski telah melakukan upaya banding karena menganggap kejadian itu disebabkan keteledoran panitia yang tidak memberikan informasi secara akurat.
"Pembicaraan sudah dilakukan dengan berbagai pihak terkait seperti KONI dan Pemerintah Provinsi Sumsel dan rencananya pada Januari sudah dilakukan penjaringan siswa di 15 kabupaten/kota," kata Rusdi di Palembang, Kamis.
Ia mengemukakan, sebanyak 150 siswa akan direkrut untuk dijadikan atlet andalan Sumsel.
Menurut rencana, tiap-tiap kabupaten/kota diberikan kuota 10 siswa sehingga total yg direkrut mencapai 150 orang.
"Para siswa itu harus memenuhi berbagai persyaratan, diantaranya usia yakni minimal 8 tahun dan maksimal 16 tahun," ujarnya.
Ia menambahkan tujuan didirikannya akademi futsal ini tak lain untuk memantapkan peran Sumsel pada bidang olahraga mengingat dalam tiga tahun terakhir ini, Sumsel menjadi tuan rumah perhelatan olahraga internasional.
"Harapannya Sumsel tak hanya sebatas menjadi tuan rumah ajang olahraga internasional, tapi jadi penyumbang atlet pada Tim Nasional," katanya.
Sementara, BFD Sumsel sendiri sedang menjaring atlet-atlet muda untuk disiapkan mengikuti Pekan Olahraga Nasional XIX di Jawa Barat pada tahun 2016.
"BFD Sumsel akan menyiapkan tim Pekan Olahraga Nasional lebih awal berkaca dari kegagalan pada ajang serupa tahun 2012 di Riau karena sangat menyadari dengan persiapan yang matang baru bisa berbicara prestasi," katanya.
Penjaringan atlet itu akan dilakukan dalam berbagai kompetisi tingkat daerah seperti Pekan Olahraga Provinsi Sumsel tahun 2014 hingga turnamen terbuka. Belasan atlet yang terpilih itu direncanakan menjalani pemusatan latihan daerah (Pelatda) hingga PON Jabar.
Pada PON Riau lalu, Tim Futsal Sumsel harus menelan pil pahit setelah didiskualifikasi panitia pelaksana karena kedapatan menurunkan pemain yang telah mendapatkan akumulasi kartu.
Tim yang diperkuat sejumlah pemain nasional harus terhenti pada babak delapan besar meski telah melakukan upaya banding karena menganggap kejadian itu disebabkan keteledoran panitia yang tidak memberikan informasi secara akurat.
Pewarta : Oleh: Dolly Rosana
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Timnas futsal putri Indonesia siap tempur di Thailand, Luis Estrela boyong 14 pemain
24 February 2026 5:29 WIB
Tim Futsal Putri Indonesia dihajar China 0-6, gagal ke semifinal Piala Asia
13 May 2025 19:26 WIB, 2025
Tim futsal putri lolos ke perempat Piala Asia, setelah bantai Bahrain 5-1
11 May 2025 18:55 WIB, 2025
Terpopuler - Olahraga
Lihat Juga
Dewa United tahan imbang Bhayangkara FC 2-2 pada pekan kedua Super League
11 September 2026 21:22 WIB
Liga Champions: Ferran Torres "hattrick", PSG libas Slovan Bratislava 6-1
10 September 2026 9:09 WIB
Mourinho puji performa Trent Alexander-Arnold pada posisi baru di Real Madrid
09 September 2026 15:03 WIB