Gubernur Sumsel bertekad ISG harus sukses
Jumat, 13 September 2013 9:22 WIB
Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin (tengah) Sejumlah delegasi Islamic Solidarity Sport Federation (dua-tiga kiri dan dua kanan) didampingi dan tim terkait dari KONI, Kemenpora RI, dan KOI meninjau wisma Agustus lalu. (Foto Antarasumsel.com/13/Fe
Palembang (ANTARA Sumsel) - Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin menyatakan tekadnya penyelenggaraan Islamic Solidarity Games di Palembang, pada 22 September - 1 Oktober 2013 harus berlangsung sukses, karena merupakan kehormatan bagi Bangsa Indonesia.
Selaku penyelenggara pihaknya akan bekerja secara maksimal supaya perlehatan akbar itu aman dan lancar, kata gubernur kepada wartawan di Palembang, Jumat.
Oleh karena itu, tidak ada hal yang dapat membatalkan atau menunda pelaksanaan Islamic Solidarity Games (ISG), karena itu suatu kehormatan sehigga harus disukseskan.
Ia mengatakan, pihaknya terus berupaya dan semua kerja keras panitia serta pihak pendukung dalam mempersiapkan segala keperluan tidak akan sia-sia.
Memang, kata dia, pesta olahraga utusan negara-negara Islam di Sumatera Selatan tersebut tidak sekedar perhelatan, namun juga sangat mempertaruhkan kehormatan bangsa Indonesia sebagai tuan rumah.
Sehubungan itu mari bersama-sama mendukung untuk menyukseskan pesta olahraga internasional tersebut agar berjalan sukses.
Dia mengatakan, sebagai daerah penyelenggara, Pemerintah Provinsi Sumsel bersama Pemkot Palembang telah menyelesaikan semua kewajiban yang ditugaskan pemerintah pusat, mulai perbaikan arena pertandingan, fasilitas penunjang, dan sebagainya.
Sekarang ini tinggal menunggu bantuan dari Pemerintah Pusat, sebab semua kewajiban Pemerintah Provinsi Sumsel semuanya sudah rampung dan tak ada lagi hambatan.
Oleh karenanya, dengan waktu pelaksaan yang tinggal beberapa hari lagi, pihaknya meminta dan mengharapkan Pemerintah Pusat termasuk Kemenpora dan KOI bersama-sama mencari solusi untuk menuntaskan apa saja yang perlu diselesaikan.
Sebagaimana Sumsel akan menjadi tuan rumah penyelenggara ISG yang diikuti 44 negara sebagai peserta ditambah peninjau.
Negara yang menyatakan akan mengikuti ISG tersebut yakni Guinea, Mauritania, Nigeria, Yordania, Togo, Pantai Gading, Senegal, Kamerun, Monzambik, Libanon, Tunisia, Somalia, Bahrain, Jibuti, Bangladesh dan Chad.
Kemudian Yaman, Gambia, Algeria, Azerbaijan, Brunei Darussalam, Burkino Fasao, Mesir, Guyana, Indonesia, Iran, Iraq, Kuwait, Libya, Maladewa, Maroko, Malaysia, Oman, Pakistan, Palestina, Qatar, Saudi Arabia, Sudan, dan Suriah, Tajikistan, Turkmenistan, Turki, Uni Emirat Arab (UEA), Uganda.
Selaku penyelenggara pihaknya akan bekerja secara maksimal supaya perlehatan akbar itu aman dan lancar, kata gubernur kepada wartawan di Palembang, Jumat.
Oleh karena itu, tidak ada hal yang dapat membatalkan atau menunda pelaksanaan Islamic Solidarity Games (ISG), karena itu suatu kehormatan sehigga harus disukseskan.
Ia mengatakan, pihaknya terus berupaya dan semua kerja keras panitia serta pihak pendukung dalam mempersiapkan segala keperluan tidak akan sia-sia.
Memang, kata dia, pesta olahraga utusan negara-negara Islam di Sumatera Selatan tersebut tidak sekedar perhelatan, namun juga sangat mempertaruhkan kehormatan bangsa Indonesia sebagai tuan rumah.
Sehubungan itu mari bersama-sama mendukung untuk menyukseskan pesta olahraga internasional tersebut agar berjalan sukses.
Dia mengatakan, sebagai daerah penyelenggara, Pemerintah Provinsi Sumsel bersama Pemkot Palembang telah menyelesaikan semua kewajiban yang ditugaskan pemerintah pusat, mulai perbaikan arena pertandingan, fasilitas penunjang, dan sebagainya.
Sekarang ini tinggal menunggu bantuan dari Pemerintah Pusat, sebab semua kewajiban Pemerintah Provinsi Sumsel semuanya sudah rampung dan tak ada lagi hambatan.
Oleh karenanya, dengan waktu pelaksaan yang tinggal beberapa hari lagi, pihaknya meminta dan mengharapkan Pemerintah Pusat termasuk Kemenpora dan KOI bersama-sama mencari solusi untuk menuntaskan apa saja yang perlu diselesaikan.
Sebagaimana Sumsel akan menjadi tuan rumah penyelenggara ISG yang diikuti 44 negara sebagai peserta ditambah peninjau.
Negara yang menyatakan akan mengikuti ISG tersebut yakni Guinea, Mauritania, Nigeria, Yordania, Togo, Pantai Gading, Senegal, Kamerun, Monzambik, Libanon, Tunisia, Somalia, Bahrain, Jibuti, Bangladesh dan Chad.
Kemudian Yaman, Gambia, Algeria, Azerbaijan, Brunei Darussalam, Burkino Fasao, Mesir, Guyana, Indonesia, Iran, Iraq, Kuwait, Libya, Maladewa, Maroko, Malaysia, Oman, Pakistan, Palestina, Qatar, Saudi Arabia, Sudan, dan Suriah, Tajikistan, Turkmenistan, Turki, Uni Emirat Arab (UEA), Uganda.
Pewarta : Oleh: Ujang Idrus
Editor : AWI-SEO&Digital Ads
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita Palembang
Lihat Juga
BKOW Sumsel latih perempuan buat 'chunky bag' untuk dorong ekonomi keluarga
25 September 2026 20:02 WIB
Penantian sejak 2014, Pemkot dan DPRD Palembang sahkan Raperda Pemajuan Kesenian
23 September 2026 20:34 WIB