Sulit capai APK mahasiswa 30 persen
Rabu, 28 Agustus 2013 14:24 WIB
Ilustrasi (Foto Antarasumsel.com/Fenny Selly)
Depok (ANTARA Sumsel) - Ketua Yayasan dan Pembina Universitas Pancasila Siswono Yudo Husodo mengatakan sulit untuk mencapai angka partisipasi kasar (APK) mahasiswa pada 2014 sebesar 30 persen.
"Saat ini APK hanya 18,4 persen jika dihitung terhadap populasi penduduk berusia 19-24 tahun," kata Siswono dalam sambutannya pada acara penyambutan dan pengenalan mahasiswa baru Universitas Pancasila, Rabu.
Ia mengatakan 10 tahun yang lalu pemerintah menargetkan APK bisa mencapai 30 persen pada 2014. Namun Siswono mengakui hal tersebut merupakan sesuatu yang sulit untuk tercapai.
Dikatakannya dengan APK 30 persen dari penduduk berusia 19-24 tahun maka kualitas bangsa akan meningkat dan pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh dari angka sekarang yang mencapai 6 persen.
"Pendidikan merupakan mesin mobilitas vertikal sosial, ekonomi dan budaya," ujar anggota DPR IR dari Partai Golkar tersebut.
Menurut dia jumlah mahasiswa Indonesia 4,8 juta orang pada 2011. Jumlah seharusnya perlu ditingkatkan untuk membangun bangsa yang sejahtera.
Untuk membangun bangsa Indonesia yang maju, kata mantan calon wakil presiden pada pemilu presiden 2004 ini, diperlukan SDM yang berkualitas, cerdas, terampil, kritis dan konstruktif.
"Kita saat ini hidup didunia yang penuh dengan persaingan dan dunia bergerak ke dalam komplek yang ketat," jelasnya.
Hal senada dikatakan oleh Ketua Dewan Penyantun Universitas Pancasila Agum Gumelar yang mengatakan kemampuan SDM memang harus ditingkatkan tentunya melalui pendidikan berkualitas.
Ia berharap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mampu menciptakan program pendidikan untuk terciptanya SDM yang berdaya saing tinggi sekaligus memiliki wawasan kebangsaan.
"Jangan hanya SDM yang berkualitas tetapi tidak punya wawasan kebangsaan," ujarnya.
"Saat ini APK hanya 18,4 persen jika dihitung terhadap populasi penduduk berusia 19-24 tahun," kata Siswono dalam sambutannya pada acara penyambutan dan pengenalan mahasiswa baru Universitas Pancasila, Rabu.
Ia mengatakan 10 tahun yang lalu pemerintah menargetkan APK bisa mencapai 30 persen pada 2014. Namun Siswono mengakui hal tersebut merupakan sesuatu yang sulit untuk tercapai.
Dikatakannya dengan APK 30 persen dari penduduk berusia 19-24 tahun maka kualitas bangsa akan meningkat dan pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh dari angka sekarang yang mencapai 6 persen.
"Pendidikan merupakan mesin mobilitas vertikal sosial, ekonomi dan budaya," ujar anggota DPR IR dari Partai Golkar tersebut.
Menurut dia jumlah mahasiswa Indonesia 4,8 juta orang pada 2011. Jumlah seharusnya perlu ditingkatkan untuk membangun bangsa yang sejahtera.
Untuk membangun bangsa Indonesia yang maju, kata mantan calon wakil presiden pada pemilu presiden 2004 ini, diperlukan SDM yang berkualitas, cerdas, terampil, kritis dan konstruktif.
"Kita saat ini hidup didunia yang penuh dengan persaingan dan dunia bergerak ke dalam komplek yang ketat," jelasnya.
Hal senada dikatakan oleh Ketua Dewan Penyantun Universitas Pancasila Agum Gumelar yang mengatakan kemampuan SDM memang harus ditingkatkan tentunya melalui pendidikan berkualitas.
Ia berharap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mampu menciptakan program pendidikan untuk terciptanya SDM yang berdaya saing tinggi sekaligus memiliki wawasan kebangsaan.
"Jangan hanya SDM yang berkualitas tetapi tidak punya wawasan kebangsaan," ujarnya.
Pewarta : Oleh: Feru Lantara
Editor : Yudi Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Skandal Epstein 2026: Dari mundurnya pejabat Inggris hingga posisi sulit Donald Trump
09 February 2026 6:36 WIB
Warga tiga desa di perbukitan Tapanuli Tengah masih terisolir, sulit akses bantuan
08 December 2025 8:29 WIB
Hari ke-51, bocah laki-laki hilang di Jaksel sulit ditemukan karena CCTV rusak
27 April 2025 18:30 WIB, 2025
Kalah 0-1 dari Tottenham, Amorim: Pekerjaan saya sangat sulit di sini
17 February 2025 9:24 WIB, 2025
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Gelar Youth Today, AIESEC gaet 800 lebih pendaftar di Universitas Sriwijaya
21 September 2026 13:16 WIB
Polres OI bantu warga, beri layanan berobat gratis antisipasi dampak kabut asap
08 September 2026 18:56 WIB