Rumah Bung Karno dipugar akhir Agustus
Jumat, 19 Juli 2013 22:26 WIB
Rumah Kediaman Bung Karno selama pengasingan di Bengkulu 1938-1942 (Foto Antarasumsel.com/13/Awi)
Bengkulu (ANTARA Sumsel) - Rumah Bung Karno yang ditempati saat menjalani pengasingan di Bengkulu dalam kurun 1938 hingga 1942, akan dipugar akhir Agustus ini.
"Rumah Bung Karno akan dipugar tahun ini dan kami jadwalkan akhir Agustus atau awal September dimulai," kata Kepala Seksi Pelestarian dan Pemanfaatan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi Rusmeijani Setyorini saat dihubungi dari Bengkulu, Jumat.
Ia mengatakan, setelah Lebaran pada awal Agustus 2013, petugas pemugaran mulai mempersiapkan bahan untuk kebutuhan kegiatan tersebut.
Pemugaran rumah bersejarah itu, kata dia, sudah direncanakan sejak 2012, dimana tim BPCB mendata kerusakan aset yang terdapat di Jalan Soekarno, Kelurahan Anggut, itu.
"Tahun lalu sudah ada pendataan kerusakan dan tahun ini realisasi perbaikannya," katanya.
Menurutnya kondisi rumah pengasingan milik seorang saudagar berdarah Tionghoa tersebut memang sudah mengalami kerusakan di sejumlah bagian rumah.
Hasil pendataan, kata dia, kerusakan yang terjadi antara lain pada bagian atap dan dinding rumah khususnya di bagian depan.
"Atap ada yang bocor di beberapa titik, dan dinding bagian depan, seperti jendela yang tidak bisa lagi dibuka, karena sudah keropos," katanya.
Koordinator Juru Pelihara Benda Cagar Budaya (BCB) BPCB Jambi wilayah kerja Provinsi Bengkulu, Sugrahanudin mengatakan kondisi rumah pengasingan Bung Karno sudah keropos hingga 70 persen.
Sejumlah kusen atau tiang penyangga utama juga sudah lapuk dimakan rayap. Bahkan, satu jendela di ruang tamu, dimana sepeda ontel milik Bung Karno dipajang, tidak bisa dibuka tutup karena tiang penyangga sudah keropos.
"Perbaikan sangat mendesak karena material bangunan 90 persen masih asli dan sudah rapuh dimakan usia, terutama material kayu 60 persen sudah layak diganti," kata pria yang juga juru pelihara Rumah Bung Karno ini.
"Rumah Bung Karno akan dipugar tahun ini dan kami jadwalkan akhir Agustus atau awal September dimulai," kata Kepala Seksi Pelestarian dan Pemanfaatan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi Rusmeijani Setyorini saat dihubungi dari Bengkulu, Jumat.
Ia mengatakan, setelah Lebaran pada awal Agustus 2013, petugas pemugaran mulai mempersiapkan bahan untuk kebutuhan kegiatan tersebut.
Pemugaran rumah bersejarah itu, kata dia, sudah direncanakan sejak 2012, dimana tim BPCB mendata kerusakan aset yang terdapat di Jalan Soekarno, Kelurahan Anggut, itu.
"Tahun lalu sudah ada pendataan kerusakan dan tahun ini realisasi perbaikannya," katanya.
Menurutnya kondisi rumah pengasingan milik seorang saudagar berdarah Tionghoa tersebut memang sudah mengalami kerusakan di sejumlah bagian rumah.
Hasil pendataan, kata dia, kerusakan yang terjadi antara lain pada bagian atap dan dinding rumah khususnya di bagian depan.
"Atap ada yang bocor di beberapa titik, dan dinding bagian depan, seperti jendela yang tidak bisa lagi dibuka, karena sudah keropos," katanya.
Koordinator Juru Pelihara Benda Cagar Budaya (BCB) BPCB Jambi wilayah kerja Provinsi Bengkulu, Sugrahanudin mengatakan kondisi rumah pengasingan Bung Karno sudah keropos hingga 70 persen.
Sejumlah kusen atau tiang penyangga utama juga sudah lapuk dimakan rayap. Bahkan, satu jendela di ruang tamu, dimana sepeda ontel milik Bung Karno dipajang, tidak bisa dibuka tutup karena tiang penyangga sudah keropos.
"Perbaikan sangat mendesak karena material bangunan 90 persen masih asli dan sudah rapuh dimakan usia, terutama material kayu 60 persen sudah layak diganti," kata pria yang juga juru pelihara Rumah Bung Karno ini.
Pewarta : Oleh: Helti Marini Sipayung
Editor : AWI-SEO&Digital Ads
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Puluhan rumah di Pademangan terbakar, 380 jiwa kehilangan tempat tinggal
27 September 2026 12:26 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Polisi selamatkan 13 wisatawan tenggelam akibat kapal karam di Labuan Bajo
27 September 2026 17:13 WIB
Puluhan rumah di Pademangan terbakar, 380 jiwa kehilangan tempat tinggal
27 September 2026 12:26 WIB
Tim SAR gabungan cari nelayan hilang di perairan Kuala Tungkal Tanjabbar
27 September 2026 12:24 WIB
Peringatan Dini BMKG: Potensi gelombang tinggi 4 meter dan hujan lebat lokal
23 September 2026 10:37 WIB
Akses Jalan Solok - Padang lumpuh akibat banjir bandang, polisi imbau lewat Padang Panjang
22 September 2026 8:15 WIB