Bandarlampung Expo digelar hingga 1 Juni
Minggu, 26 Mei 2013 11:33 WIB
Ilustrasi (FOTO antarasumsel.com/Feny/12)
Bandarlampung (ANTARA Sumsel)- Bandarlampung Expo 2013 yang bertujuan memperkenalkan budaya dan kesenian Kota "Tapis Berseri" Bandarlampung agar dapat dikenal luas oleh masyarakat Indonesia dan mancanegara digelar selama sepekan, 25 Mei--1 Juni 2013.
Bandarlampung Expo 2013 itu resmi digelar dalam pembukaan di Lapangan Way Dadi Kota Bandarlampung, Sabtu (25/5) malam, sebagai rangkaian kegiatan memperingati Hari Ulang Tahun Ke-331 Kota Bandarlampung.
"Kesenian dan pariwisata Bandarlampung harus bisa dikenal sampai ke luar kota, bahkan ke mancanegara," kata Wali Kota Bandarlampung Herman H.N. saat membuka Bandarlampung Expo 2013.
Dia menegaskan bahwa Kota Tapis Berseri saat ini semakin maju dengan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) yang mencapai 444 persen selama tiga tahun terakhir, dari sebelumnya hanya Rp87 miliar, tahun ini telah mencapai Rp336 miliar.
"Dengan dukungan kerja sama dari seluruh lapisan masyarakat, Kota Bandarlampung dapat lebih maju di semua bidang," kata Wali Kota.
Semua lapisan masyarakat, ujar dia, harus dapat membantu memajukan pembangunan daerah agar tercipta kondisi yang lebih baik dari sebelumnya.
Menurut dia, Kota Bandarlampung telah menjadi contoh nasional, antara lain, dengan semakin banyak utusan DPRD kota dan kabupaten di Indonesia yang datang melakukan studi banding untuk mengetahui upaya kota ini meningkatkan PAD.
"Kesehatan gratis dan pembangunan pendidikan di Bandarlampung juga telah menjadi contoh nasional, terutama untuk pendidikan yang tahun ini kuota siswa dari keluarga tidak mampu dapat disekolahkan sudah mencapai 50 persen," katanya lagi.
Wajib Belajar 12 Tahun menurut Herman telah ditingkatkan, sehingga masyarakat kurang mampu dapat menerima pendidikan agar dapat mencapai kondisi perekonomian yang lebih baik, serta pelajaran akhlak telah diwajibkan di setiap sekolah.
Program transportasi massal bus rapid transit (BRT) atau Bus Trans-Bandarlampung, menurut dia, juga sudah menjadi contoh nasional yang tidak disubsidi oleh anggaran daerah, dan akhir Juni 2013 ini pembangunan jalan akan selesai.
Staf Ahli Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bidang Perlindungan dan Keanekaragaman Karya Kreatif Hari Untoro Drajat menyatakan sangat bangga terhadap Bandarlampung yang telah memanfaatkan potensi adat istiadat dan kuliner yang dimiliki untuk pembangunan menuju masyarakat yang lebih modern.
"Adat istiadat dan kuliner serta karya kreatif merupakan bagian dari ekonomi yang berkembang di Bandarlampung, semboyan Sai Bumi Ruwa Jurai mengajak kita bersatu dalam perbedaan untuk menghargai perbedaan menuju keharmonisan," kata dia.
Pemkot Bandarlampung sangat menginspirasi dalam pembangunan karena telah menggali potensi daerah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, katanya.
Menurut dia, pemerintah sadar bentul pentingnya sektor pariwisata dan pengembangan ekonomi kreatif. Dengan alasan inilah pemerintah menggelar kegiatan tahunan dan mendukung kegiatan di daerah-daerah, termasuk Bandarlampung.
"Sektor pariwisata berperan penting dalam pembangunan ekonomi untuk mempercepat pembangunan nasional," katanya pula.
Ketua Pelaksana Bandarlampung Expo 2013 M. Harun mengatakan bahwa pelaksanaan tahun ini berbeda tanpa pawai budaya yang diganti karnaval gema budaya melibatkan kecamatan dan siswa sekolah.
"Kegiatan ini dapat menarik minat investor dalam menanamkan modal dalam pembangunan di Bandarlampung," katanya lagi.
Kegiatan tersebut juga untuk memberikan motivasi bagi warga dalam pembangunan dan pengembangan kesenian, ujar Harun.
Bandarlampung Expo 2013 itu resmi digelar dalam pembukaan di Lapangan Way Dadi Kota Bandarlampung, Sabtu (25/5) malam, sebagai rangkaian kegiatan memperingati Hari Ulang Tahun Ke-331 Kota Bandarlampung.
"Kesenian dan pariwisata Bandarlampung harus bisa dikenal sampai ke luar kota, bahkan ke mancanegara," kata Wali Kota Bandarlampung Herman H.N. saat membuka Bandarlampung Expo 2013.
Dia menegaskan bahwa Kota Tapis Berseri saat ini semakin maju dengan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) yang mencapai 444 persen selama tiga tahun terakhir, dari sebelumnya hanya Rp87 miliar, tahun ini telah mencapai Rp336 miliar.
"Dengan dukungan kerja sama dari seluruh lapisan masyarakat, Kota Bandarlampung dapat lebih maju di semua bidang," kata Wali Kota.
Semua lapisan masyarakat, ujar dia, harus dapat membantu memajukan pembangunan daerah agar tercipta kondisi yang lebih baik dari sebelumnya.
Menurut dia, Kota Bandarlampung telah menjadi contoh nasional, antara lain, dengan semakin banyak utusan DPRD kota dan kabupaten di Indonesia yang datang melakukan studi banding untuk mengetahui upaya kota ini meningkatkan PAD.
"Kesehatan gratis dan pembangunan pendidikan di Bandarlampung juga telah menjadi contoh nasional, terutama untuk pendidikan yang tahun ini kuota siswa dari keluarga tidak mampu dapat disekolahkan sudah mencapai 50 persen," katanya lagi.
Wajib Belajar 12 Tahun menurut Herman telah ditingkatkan, sehingga masyarakat kurang mampu dapat menerima pendidikan agar dapat mencapai kondisi perekonomian yang lebih baik, serta pelajaran akhlak telah diwajibkan di setiap sekolah.
Program transportasi massal bus rapid transit (BRT) atau Bus Trans-Bandarlampung, menurut dia, juga sudah menjadi contoh nasional yang tidak disubsidi oleh anggaran daerah, dan akhir Juni 2013 ini pembangunan jalan akan selesai.
Staf Ahli Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bidang Perlindungan dan Keanekaragaman Karya Kreatif Hari Untoro Drajat menyatakan sangat bangga terhadap Bandarlampung yang telah memanfaatkan potensi adat istiadat dan kuliner yang dimiliki untuk pembangunan menuju masyarakat yang lebih modern.
"Adat istiadat dan kuliner serta karya kreatif merupakan bagian dari ekonomi yang berkembang di Bandarlampung, semboyan Sai Bumi Ruwa Jurai mengajak kita bersatu dalam perbedaan untuk menghargai perbedaan menuju keharmonisan," kata dia.
Pemkot Bandarlampung sangat menginspirasi dalam pembangunan karena telah menggali potensi daerah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, katanya.
Menurut dia, pemerintah sadar bentul pentingnya sektor pariwisata dan pengembangan ekonomi kreatif. Dengan alasan inilah pemerintah menggelar kegiatan tahunan dan mendukung kegiatan di daerah-daerah, termasuk Bandarlampung.
"Sektor pariwisata berperan penting dalam pembangunan ekonomi untuk mempercepat pembangunan nasional," katanya pula.
Ketua Pelaksana Bandarlampung Expo 2013 M. Harun mengatakan bahwa pelaksanaan tahun ini berbeda tanpa pawai budaya yang diganti karnaval gema budaya melibatkan kecamatan dan siswa sekolah.
"Kegiatan ini dapat menarik minat investor dalam menanamkan modal dalam pembangunan di Bandarlampung," katanya lagi.
Kegiatan tersebut juga untuk memberikan motivasi bagi warga dalam pembangunan dan pengembangan kesenian, ujar Harun.
Pewarta : Oleh: Budisantoso Budiman
Editor : Yudi Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Skateboarder Indonesia Ni Wayan Malana finis keenam Asian Games di Aichi Sky Expo Nagoya
27 September 2026 11:15 WIB
Prabowo heran ada direksi BUMN berlaku bak raja, padahal bisa dicopot
28 August 2025 18:24 WIB, 2025
PHR dan SKK Migas edukasi mahasiswa dan dukung UMKM di Sriwijaya Expo 2025
07 August 2025 16:13 WIB, 2025
Ciptakan investasi baru, Pemkab Muba ikuti pameran Indonesia Tourism & Trade Investment Expo 2025
24 July 2025 21:21 WIB, 2025
Aspaki bersama Kemenkes dan Dinkes Sumsel gelar Aspaki Expomed 2025, dorong penggunaan alat kesehatan dalam negeri
03 July 2025 15:21 WIB, 2025
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Polisi selamatkan 13 wisatawan tenggelam akibat kapal karam di Labuan Bajo
27 September 2026 17:13 WIB
Puluhan rumah di Pademangan terbakar, 380 jiwa kehilangan tempat tinggal
27 September 2026 12:26 WIB
Tim SAR gabungan cari nelayan hilang di perairan Kuala Tungkal Tanjabbar
27 September 2026 12:24 WIB
Peringatan Dini BMKG: Potensi gelombang tinggi 4 meter dan hujan lebat lokal
23 September 2026 10:37 WIB
Akses Jalan Solok - Padang lumpuh akibat banjir bandang, polisi imbau lewat Padang Panjang
22 September 2026 8:15 WIB