BNPB imbau waspada longsor
Senin, 13 Mei 2013 12:47 WIB
Jakarta (ANTARA Sumsel) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau warga terutama yang tinggal di daerah rawan longsor untuk mewaspadai bencana alam tersebut.
"Perubahan watak hujan, meningkatnya degradasi lingkungan dan tingginya kerentanan masyarakat menyebabkan risiko bencana longsor makin tinggi," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Senin.
Ia mencontohkan seperti longsor yang terjadi di Kabupaten Majalengka akibat hujan deras pada Senin (13/5) pukul 09.20 WIB.
Longsor terjadi di Blok Gorolong, Desa Sindangpala, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Longsor menimbun sawah seluas tiga hektar dan menimpa dua orang yang sedang bekerja di sawah.
Sutopo menjelaskan beberapa tips sederhana menghadapi longsor yaitu dengan mengenal ciri daerah rawan longsor.
Daerah yang rawan longsor berbukit dengan kelerengan lebih dari 20 derajat dan memiliki lapisan tanah tebal di atas lereng.
Biasanya sistem tata air dan tata guna lahan yang kurang baik dan lereng terbuka atau gundul. Selain itu juga terdapat retakan tapal kuda pada bagian atas tebing.
Daerah rawan longsor juga memiliki banyak mata air atau rembesan air pada tebing disertai longsoran-longsoran kecil. Serta adanya aliran sungai di dasar lereng.
Pembebanan berlebihan pada lereng karena adanya bangunan dan pemotongan tebing untuk pembangunan rumah atau jalan.
Sedangkan upaya untuk mengurangi tanah longsor dengan menutup retakan pada atas tebing. Menanami lereng dengan tanaman serta memperbaiki tata air dan guna lahan.
Waspada terhadap mata air atau rembesan air pada lereng dan pada saat curah hujan yang tinggi pada waktu yang lama.
"Ada beberapa hal yang bisa dilakukan pada saat dan setelah longsor. Karena longsor terjadi pada saat yang mendadak, evakuasi penduduk segera setelah diketahui tanda-tanda tebing akan longsor," kata Sutopo.
Selanjutnya segera hubungi pihak terkait dan lakukan pemindahan korban dengan hati-hati. Serta segera lakukan pemindahan penduduk ke tempat yang aman.
"Perubahan watak hujan, meningkatnya degradasi lingkungan dan tingginya kerentanan masyarakat menyebabkan risiko bencana longsor makin tinggi," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Senin.
Ia mencontohkan seperti longsor yang terjadi di Kabupaten Majalengka akibat hujan deras pada Senin (13/5) pukul 09.20 WIB.
Longsor terjadi di Blok Gorolong, Desa Sindangpala, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Longsor menimbun sawah seluas tiga hektar dan menimpa dua orang yang sedang bekerja di sawah.
Sutopo menjelaskan beberapa tips sederhana menghadapi longsor yaitu dengan mengenal ciri daerah rawan longsor.
Daerah yang rawan longsor berbukit dengan kelerengan lebih dari 20 derajat dan memiliki lapisan tanah tebal di atas lereng.
Biasanya sistem tata air dan tata guna lahan yang kurang baik dan lereng terbuka atau gundul. Selain itu juga terdapat retakan tapal kuda pada bagian atas tebing.
Daerah rawan longsor juga memiliki banyak mata air atau rembesan air pada tebing disertai longsoran-longsoran kecil. Serta adanya aliran sungai di dasar lereng.
Pembebanan berlebihan pada lereng karena adanya bangunan dan pemotongan tebing untuk pembangunan rumah atau jalan.
Sedangkan upaya untuk mengurangi tanah longsor dengan menutup retakan pada atas tebing. Menanami lereng dengan tanaman serta memperbaiki tata air dan guna lahan.
Waspada terhadap mata air atau rembesan air pada lereng dan pada saat curah hujan yang tinggi pada waktu yang lama.
"Ada beberapa hal yang bisa dilakukan pada saat dan setelah longsor. Karena longsor terjadi pada saat yang mendadak, evakuasi penduduk segera setelah diketahui tanda-tanda tebing akan longsor," kata Sutopo.
Selanjutnya segera hubungi pihak terkait dan lakukan pemindahan korban dengan hati-hati. Serta segera lakukan pemindahan penduduk ke tempat yang aman.
Pewarta : Oleh: Desi Purnamawati
Editor : AWI-SEO&Digital Ads
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Akses Jalan Solok - Padang lumpuh akibat banjir bandang, polisi imbau lewat Padang Panjang
22 September 2026 8:15 WIB
Insiden powerbank terbakar di pesawat Batik Air, Bandara Hasanuddin imbau penumpang taati aturan
31 July 2026 7:36 WIB
Menyambut HUT Ke-81 RI, Kemenag Sumsel imbau warga ikuti Zikir Kebangsaan di Monas
31 July 2026 7:08 WIB
Pakar IPB imbau pemerintah antisipasi risiko karhutla terkait Super El Nino 2026--2027
28 July 2026 16:46 WIB