Logo Header Antaranews Sumsel

BMKG imbau warga Palembang gunakan masker saat aktivitas di luar rumah

Rabu, 12 Agustus 2026 19:09 WIB
Image Print
Kantor BMKG Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel. ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri

Palembang (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga mewaspadai memburuknya kualitas udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan karena masuk kategori tidak sehat.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis di Palembang, Rabu, mengatakan berdasarkan pemantauan Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang, konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 pada pukul 08.00 WIB mencapai 144,4 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Konsentrasi PM2.5 mulai meningkat sejak Selasa (11/8) malam. Pada pukul 01.00 WIB, konsentrasi PM2.5 tercatat 104,2 µg/m³ dan kemudian berfluktuasi hingga mencapai 144,4 µg/m³ pada pukul 08.00 WIB.

Kondisi kualitas udara dapat berubah mengikuti pergerakan dan penyebaran asap dari wilayah yang mengalami karhutla.

"Memburuknya kualitas udara di Palembang perlu diwaspadai masyarakat. Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi oleh adanya asap yang terbawa masuk ke wilayah Palembang," katanya.

PM2.5 merupakan partikulat berukuran sangat kecil yang dapat masuk ke saluran pernapasan. Karena itu, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.

"Untuk masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, kami mengimbau menggunakan masker sebagai perlindungan dari paparan partikulat," ujarnya.

Selain menggunakan masker, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan ketika konsentrasi PM2.5 meningkat. Kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi tersebut.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk mengikuti perkembangan kualitas udara dan menyesuaikan aktivitas luar ruangan dengan kondisi konsentrasi PM2.5.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026