Solar langka di Bandarlampung
Jumat, 26 April 2013 9:11 WIB
Ilustrasi - Antrean di SPBU (Foto Antarasumsel.com/Yudi Abdullah/12)
Bandarlampung (ANTARA Sumsel) - Kelangkaan solar masih terus terjadi di berbagai stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) di Kota Bandarlampung.
Berdasarkan pantauan di sejumlah SPBU di pusat dan pinggiran Kota Bandarlampung, Jumat pagi, banyak kendaraan yang berkeliling mencari solar dari satu SPBU ke SPBU lainnya namun stok solar di SPBU tersebut sudah habis terjual.
Pengelola SPBU umumnya memasang pengumuman yang bertuliskan "solar habis" di stasiun pengisian solar di SPBU itu.
Sebagian pengemudi berusaha mencari solar ke tempat lainnya, atau bertahan di SPBU tersebut sambil menunggu tibanya pasokan solar dari Pertamina.
Di SPBU Jalur Dua Wayhalim biasanya selalu cukup tersedia solar karena lokasi SPBU itu tidak berada di lintasan truk barang. Namun dalam tiga pekan terakhir, stok solar di SPBU itu selalu habis terjual.
"Solar dikirim bukan setiap hari. Setelah pasokan solar dari Pertamina tiba, dalam waktu 3-4 jam sudah habis terjual," kata Ida, salah satu pegawai SPBU tersebut.
Menurut dia, pasokan premium dari Pertamina masih lancar karena setiap hari dikirimkan satu tangki ke SPBU tersebut.
"Namun, sebelum jam delapan malam, stok premium itu umumnya sudah habis terjual," katanya.
Di SPBU Jalinsum Sukarame dan Garuntang Telukbetung, antrean kendaraan di SPBU justru didominasi truk-truk besar yang mengangkut hasil industri, pertambangan dan perkebunan.
Misalnya di SPBU Sukarame, truk yang antre di SPBU tersebut banyak truk pengangkut batubara dari Sumsel tujuan Panjang atau Tarahan Lampung.
Hanya sebagian kecil kendaraan pribadi yang mengantre di berbagai SPBU di Bandarlampung.
Menjelang kenaikan harga BBM bersubsidi yang diperkirakan berlaku mulai awal Mei, Kepolisian Daerah Lampung mulai melakukan pengamanan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum untuk mencegah terjadinya gejolak masyarakat.
"Rencana pengamanan ini berkoordinasi dengan pihak SPBU dan Pertamina," kata Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih.
Dia mengatakan, meskipun situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polda Lampung masih relatif kondusif dan terkendali pihaknya tetap fokus melakukan pengamanan khususnya aset Pertamina.
Polda Lampung telah menyiapkan rencana pengamanan berkoordinasi dengan Polres dan Polresta yang melibatkan 1.000 orang personel Dalmas untuk disiagakan membantu pengamanan SPBU di seluruh Lampung jika terjadi permasalahan yang di luar dugaan.
"Saat ini di setiap SPBU, Polresta dan Polres telah menyiapkan dua orang untuk pengamanan," katanya.
Berdasarkan pantauan di sejumlah SPBU di pusat dan pinggiran Kota Bandarlampung, Jumat pagi, banyak kendaraan yang berkeliling mencari solar dari satu SPBU ke SPBU lainnya namun stok solar di SPBU tersebut sudah habis terjual.
Pengelola SPBU umumnya memasang pengumuman yang bertuliskan "solar habis" di stasiun pengisian solar di SPBU itu.
Sebagian pengemudi berusaha mencari solar ke tempat lainnya, atau bertahan di SPBU tersebut sambil menunggu tibanya pasokan solar dari Pertamina.
Di SPBU Jalur Dua Wayhalim biasanya selalu cukup tersedia solar karena lokasi SPBU itu tidak berada di lintasan truk barang. Namun dalam tiga pekan terakhir, stok solar di SPBU itu selalu habis terjual.
"Solar dikirim bukan setiap hari. Setelah pasokan solar dari Pertamina tiba, dalam waktu 3-4 jam sudah habis terjual," kata Ida, salah satu pegawai SPBU tersebut.
Menurut dia, pasokan premium dari Pertamina masih lancar karena setiap hari dikirimkan satu tangki ke SPBU tersebut.
"Namun, sebelum jam delapan malam, stok premium itu umumnya sudah habis terjual," katanya.
Di SPBU Jalinsum Sukarame dan Garuntang Telukbetung, antrean kendaraan di SPBU justru didominasi truk-truk besar yang mengangkut hasil industri, pertambangan dan perkebunan.
Misalnya di SPBU Sukarame, truk yang antre di SPBU tersebut banyak truk pengangkut batubara dari Sumsel tujuan Panjang atau Tarahan Lampung.
Hanya sebagian kecil kendaraan pribadi yang mengantre di berbagai SPBU di Bandarlampung.
Menjelang kenaikan harga BBM bersubsidi yang diperkirakan berlaku mulai awal Mei, Kepolisian Daerah Lampung mulai melakukan pengamanan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum untuk mencegah terjadinya gejolak masyarakat.
"Rencana pengamanan ini berkoordinasi dengan pihak SPBU dan Pertamina," kata Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih.
Dia mengatakan, meskipun situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polda Lampung masih relatif kondusif dan terkendali pihaknya tetap fokus melakukan pengamanan khususnya aset Pertamina.
Polda Lampung telah menyiapkan rencana pengamanan berkoordinasi dengan Polres dan Polresta yang melibatkan 1.000 orang personel Dalmas untuk disiagakan membantu pengamanan SPBU di seluruh Lampung jika terjadi permasalahan yang di luar dugaan.
"Saat ini di setiap SPBU, Polresta dan Polres telah menyiapkan dua orang untuk pengamanan," katanya.
Pewarta : Oleh Hisar Sitanggang
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Awasi penyaluran BBM Subsidi di Sumsel, Pertamina dan Pemda sidak sejumlah SPBU
16 July 2026 7:51 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Tim SAR evakuasi tujuh pendaki Gunung Nokilalaki Sigi yang kehabisan logistik
13 September 2026 16:44 WIB
Keluarga penumpang Kapal Virgo Transport 8 cemas menanti evakuasi di Pelabuhan Trisakti
13 September 2026 16:35 WIB
Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa: 6 meninggal, 97 selamat
13 September 2026 16:32 WIB
Kapal Pertamina selamatkan 16 korban KMP Virgo Transport 08 di Laut Jawa
13 September 2026 16:29 WIB
Pemadaman kebakaran Gunung Bromo lewat water bombing terkendala cuaca buruk
13 September 2026 16:21 WIB
Basarnas kerahkan helikopter cari korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa
13 September 2026 12:52 WIB
Tim SAR pusatkan pencarian lima jurnalis hilang di radius terdekat Gunung Anak Krakatau
11 September 2026 21:26 WIB
Lima penerbangan Palembang-Jakarta dibatalkan, dampak erupsi Anak Krakatau
06 September 2026 9:35 WIB