Bengkulu programkan pengadaan beras 7.500 ton
Senin, 25 Maret 2013 13:28 WIB
beras bulog (FOTO ANTARA)
Bengkulu (ANTARA Sumsel) - Provinsi Bengkulu melalui Bulog setempat sudah menyiapkan program pengadaan beras sebanyak 7.500 ton yang ditampung dari hasil panen petani di daerah itu.
"Mulai pekan ini Bulog telah menyalurkan beras untuk warga miskin (raskin), masing-masing akan menerima jatah untuk tiga bulan yaitu priode Januari-Maret sebanyak 45 kilogram per kepala keluarga (KK)," kata Humas Divre Bulog setempat Riswan, di Bengkulu, Senin.
Ia mengatakan, pengadaan beras lokal itu bisa terwujud bila terjadi peningkatan produksi besar-besaran dan harga pada tingkat petani anjlok, namun kalau harga pada tingkat petani tinggi seperti sekarang sangat menguntungkan petani.
Bulog juga tetap melakukan pembelian beras lokal meskipun memasok beras dari provinsi tetangga seperti wilayah Sumsel, Sumatra Barat dan wilayah Lampung.
Untuk pasokan beras di Bengkulu hingga saat ini tetap mengandalkan produksi provinsi tetangga yaitu wilayah Sumsel dan Lampung termasuk pasokan dari Jawa Timur, ujarnya.
Sementara itu, permintaan beras di sejumlah pasar tradisional di Kota Bengkulu pada sepekan terakhir menurun karena jumlah pembeli berkurang, terutama warga kurang mampu, kata Hindro, seorang pedagang beras di daerah itu.
"Biasanya setiap hari terjadi serbuan warga membeli beras, namun sejak pekan terakhir kembali normal. Sebagain besar pembeli beras itu dari kalangan pegawai dan karyawan perusahaan, kata Hindro tanpa menyebut angka secara rinci.
Ia memperkirakan, berkurangnya permintaan beras dari kalangan warga kurang mampu itu karena mereka mulai mendapatkan jatah raskin.
Sementara pasokan beras di Bengkulu saat ini mulai lancar baik dari produksi lokal maupun didatangkan dari luar daerah itu, pasokan beras lokal didatangkan dari beberapa sentra produksi seperti dari Kabupaten Lebong, Bengkulu Utara dan Kabupaten Bengkulu Selatan.
Untuk pasokan beras luar Bengkulu tetap yaitu dari Lampung dan wilayah Sumsel juga ada peningkatan, sehingga harga kualitas super bergerak turun.
Ia menjelaskan harga beras merk patin dari Rp205.000 turun jadi Rp195.000 per kampil ukuran 20 kilogram, demikian juga merk lain rata-rata turun Rp10 per kampil.
"Mulai pekan ini Bulog telah menyalurkan beras untuk warga miskin (raskin), masing-masing akan menerima jatah untuk tiga bulan yaitu priode Januari-Maret sebanyak 45 kilogram per kepala keluarga (KK)," kata Humas Divre Bulog setempat Riswan, di Bengkulu, Senin.
Ia mengatakan, pengadaan beras lokal itu bisa terwujud bila terjadi peningkatan produksi besar-besaran dan harga pada tingkat petani anjlok, namun kalau harga pada tingkat petani tinggi seperti sekarang sangat menguntungkan petani.
Bulog juga tetap melakukan pembelian beras lokal meskipun memasok beras dari provinsi tetangga seperti wilayah Sumsel, Sumatra Barat dan wilayah Lampung.
Untuk pasokan beras di Bengkulu hingga saat ini tetap mengandalkan produksi provinsi tetangga yaitu wilayah Sumsel dan Lampung termasuk pasokan dari Jawa Timur, ujarnya.
Sementara itu, permintaan beras di sejumlah pasar tradisional di Kota Bengkulu pada sepekan terakhir menurun karena jumlah pembeli berkurang, terutama warga kurang mampu, kata Hindro, seorang pedagang beras di daerah itu.
"Biasanya setiap hari terjadi serbuan warga membeli beras, namun sejak pekan terakhir kembali normal. Sebagain besar pembeli beras itu dari kalangan pegawai dan karyawan perusahaan, kata Hindro tanpa menyebut angka secara rinci.
Ia memperkirakan, berkurangnya permintaan beras dari kalangan warga kurang mampu itu karena mereka mulai mendapatkan jatah raskin.
Sementara pasokan beras di Bengkulu saat ini mulai lancar baik dari produksi lokal maupun didatangkan dari luar daerah itu, pasokan beras lokal didatangkan dari beberapa sentra produksi seperti dari Kabupaten Lebong, Bengkulu Utara dan Kabupaten Bengkulu Selatan.
Untuk pasokan beras luar Bengkulu tetap yaitu dari Lampung dan wilayah Sumsel juga ada peningkatan, sehingga harga kualitas super bergerak turun.
Ia menjelaskan harga beras merk patin dari Rp205.000 turun jadi Rp195.000 per kampil ukuran 20 kilogram, demikian juga merk lain rata-rata turun Rp10 per kampil.
Pewarta : Oleh: Zulkifli Lubis
Editor : M. Suparni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Sumsel dan Polda telusuri penyebab beras premium langka di ritel
02 September 2026 11:06 WIB
Penyaluran beras SPHP Bulog Sumsel Babel tembus 26 ribu ton hingga Agustus 2026
28 August 2026 8:07 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Prakiraan cuaca Jakarta Rabu, 16 September 2026: Cerah hingga cerah berawan
16 September 2026 9:18 WIB
Tim SAR evakuasi tujuh pendaki Gunung Nokilalaki Sigi yang kehabisan logistik
13 September 2026 16:44 WIB
Keluarga penumpang Kapal Virgo Transport 8 cemas menanti evakuasi di Pelabuhan Trisakti
13 September 2026 16:35 WIB
Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa: 6 meninggal, 97 selamat
13 September 2026 16:32 WIB
Kapal Pertamina selamatkan 16 korban KMP Virgo Transport 08 di Laut Jawa
13 September 2026 16:29 WIB
Pemadaman kebakaran Gunung Bromo lewat water bombing terkendala cuaca buruk
13 September 2026 16:21 WIB
Basarnas kerahkan helikopter cari korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa
13 September 2026 12:52 WIB
Tim SAR pusatkan pencarian lima jurnalis hilang di radius terdekat Gunung Anak Krakatau
11 September 2026 21:26 WIB