Palembang diprediksi hadapi krisis daging
Minggu, 17 Maret 2013 16:48 WIB
Ilustrasi - Pedagang daging sapi (FOTO ANTARA)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Kota Palembang diprediksi pada April mendatang akan mengalami krisis daging jika tidak segera ditambah akibat minimnya persediaan hewan potong itu.
Ama (36) pedagang sapi di Pasar Cinde, Palembang, Minggu mengatakan, kini pasokan daging sapi semakin berkurang dari rumah potong hewan setempat.
Sebelumnya, pasokan daging sapi tidak kurang dari 200 kilogram per hari tetapi kini hanya sebagian, katanya.
Menurut dia, akibat minimnya pasokan sapi tersebut harga bahan pangan sumber protein tersebut tinggi.
Harga daging mencapai Rp95.000 per kilogram sedangkan tulang sapi Rp70.000 per kilogram.
Ia mengatakan, dampak dari tingginya harga jual daging sapi itu kini omzet mereka pun turun.
Meskipun masih dijatah sekitar 100 kilogram per hari tetapi hampir tidak pernah habis.
Dia menjelaskan, apalagi saat ini pasokan daging berasal dari sapi lokal yang notabene tekstur dagingnya lebih keras.
Akibatnya, konsumen enggan membeli daging selain tentunya dampak dari harga mahal.
Sementara Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Palembang Sudirman Tegoeh menambahkan kalau kuota sapi impor dari pemerintah pusat tidak segera dikembalikan seperti sebelumnya pihaknya meyakini bulan depan warga akan kesulitan mendapat daging.
"Krisis daging sapi diperkirakan akan terjadi kalau sampai kini belum ada penambahan stok sapi impor," tambahnya.
Dia mengatakan, sapi impor jumlahnya terbatas sementara sapi lokal tidak tersedia bisa berakibat pada krisis daging di daerah itu.
Padahal dari sebanyak 44 ekor sapi yang dipotong RPH Gandus dengan sebagian sapi lokal saja pasokan daging masih kurang.
Ama (36) pedagang sapi di Pasar Cinde, Palembang, Minggu mengatakan, kini pasokan daging sapi semakin berkurang dari rumah potong hewan setempat.
Sebelumnya, pasokan daging sapi tidak kurang dari 200 kilogram per hari tetapi kini hanya sebagian, katanya.
Menurut dia, akibat minimnya pasokan sapi tersebut harga bahan pangan sumber protein tersebut tinggi.
Harga daging mencapai Rp95.000 per kilogram sedangkan tulang sapi Rp70.000 per kilogram.
Ia mengatakan, dampak dari tingginya harga jual daging sapi itu kini omzet mereka pun turun.
Meskipun masih dijatah sekitar 100 kilogram per hari tetapi hampir tidak pernah habis.
Dia menjelaskan, apalagi saat ini pasokan daging berasal dari sapi lokal yang notabene tekstur dagingnya lebih keras.
Akibatnya, konsumen enggan membeli daging selain tentunya dampak dari harga mahal.
Sementara Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Palembang Sudirman Tegoeh menambahkan kalau kuota sapi impor dari pemerintah pusat tidak segera dikembalikan seperti sebelumnya pihaknya meyakini bulan depan warga akan kesulitan mendapat daging.
"Krisis daging sapi diperkirakan akan terjadi kalau sampai kini belum ada penambahan stok sapi impor," tambahnya.
Dia mengatakan, sapi impor jumlahnya terbatas sementara sapi lokal tidak tersedia bisa berakibat pada krisis daging di daerah itu.
Padahal dari sebanyak 44 ekor sapi yang dipotong RPH Gandus dengan sebagian sapi lokal saja pasokan daging masih kurang.
Pewarta :
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026