Houston (Antara/AFP) - Yao Ming akan kembali ke kota di mana ia meraih kejayaan sebagai pebasket, saat ia menjadi juri untuk kontes "Slam Dunk" pertandingan All Star NBA di Houston pada Sabtu.

Yao bergabung dengan empat legenda Houston Rockets lainnya, Clyde Drexler, Hakeem Olajuwon, Dikembe Mutombo, dan Rudy Tomjanovich, untuk menjadi juri pada kompetisi, di mana pada musim ini mengadu tiga pemain Wilayah Timur melawan tiga pemain Wilayah Barat.

Yao bergabung dengan Rockets setelah menjadi pemain pilihan pertama pada draft NBA 2002. Setelah melalui periode awal yang berat untuk meraih simpati publik Amerika dan sesama pemain NBA, ia kemudian mendapat tempat di hati mereka melalui permainan dominannya, rasa humor dan kepribadiannya yang santai. Ia bahkan berhasil delapan kali menjadi pemain tim All Star.

Meski ukuran tubuh menjadi kekuatannya, beratnya kompetisi bola basket papan atas terbukti terlalu berat bagi Yao yang memiliki tinggi 2,29 meter, dan karirnya ditandai oleh beberapa kali absen panjang karena deraan cedera kaki dan paha.

Ia mengumumkan pensiunnya pada Juli 2011 menyusul karir gemilang, yang membuat dirinya menjadi atlet China paling populer dan membantu perkembangan olahraga ini di seluruh Asia.

Yao membela Rockets selama delapan musim, mencapai playoff sebanyak empat kali. Dari 486 pertandingan, ia mencetak rata-rata 9 angka dan 9,2 rebound per pertandingan.

Kompetisi Sabtu akan menampilkan enam pebasket yang bersaing dalam dua putaran kompetisi.

Tim Barat dihuni juara slam dunk 2012 Jeremy Evans dari Utah Jazz, bersama dengan pemain Los Angeles Clipper Eric Bledsoe, dan Kenneth Faried asal Denver Nuggets.

Tim Timur diperkuat oleh pemain Indiana pacers Gerald Green, Terrence Ross asal Toronto Raptors, dan James White asal New York Knicks.

Pewarta :
Editor : Awi
Copyright © ANTARA 2026