Warga minta Bulog salurkan raskin
Kamis, 7 Februari 2013 9:30 WIB
Beras tersedia di gudang bulog (FOTO ANTARA)
Bengkulu (Antara Sumsel) - Sebagian warga penerima beras bagi warga miskin di Provinsi Bengkulu mendesak Divisi Regional Bulog setempat, supaya segera menyalurkan beras tersebut, karena mereka sangat membutuhkan.
"Kami tak mampu membeli beras di pasaran yang harganya tinggi, yaitu beras produksi lokal mencapai Rp8.250, dan IR-64 dari Lampung Rp8.800 per kilogram, "kata A Lani seorang penerima raskin di Bengkulu, Kamis.
Ia mengatakan, biasanya raskin itu dibagikan pada awal bulan, namun hingga saat ini belum ada tanda-tandanya, sedangkan Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah sudah menyetujui untuk dibagikan.
"Sekarang pihak Bulog belum ada reaksi membagikan raskin tersebut, bila raskin itu tidak dibagikan pada Februari 2013 ini maka keluarga kami terancam kelaparan," ujarnya.
Sebagai warga kurang mampu setiap hari penghasian tidak tetap, sedangkan keluarga selalu mengharapkan bahan pokok terutama beras tetap ada di rumah.
Penghasilan sehari-hari tidak mampu mendapatkan beras lima kilogram, apalagi bahan pokoklainnya seperti gula dan minyak goreng itu tak pernah menjadi impian yang penting dapat beras, tuturnya.
Humas Divre Bulog Bengkulu Riswan mengatakan, pihaknya bukan tidak mau menyalurkan beras tersebut, namun prosedurnya harus dilengkapi antara lain surat permintaan dari bupati/wali kota masing-masing daerah.
Kalau SK Gubernur Bengkulu untuk membagikan raskin itu sudah keluar, tapi permintaan dari kabupaten hingga saat ini belum ada berikut nama penerimanya.
Kepada para penerima raskin 2013 untuk bersabar, paling lambat pekan depan raskin akan disalurkan sesuai daerah yang sudah mengajukan permintaan, ujarnya.
Stok beras di Bengkulu saat ini 10 ribu ton setelah masuk dua ribu ton dari Jawa Timur beberapa hari lalu, stok beras sebanyak itu termasuk jatah raskin dan kebutuhan warga lainnya cukup untuk tiga bulan ke depan, jelasnya.(ANT)
"Kami tak mampu membeli beras di pasaran yang harganya tinggi, yaitu beras produksi lokal mencapai Rp8.250, dan IR-64 dari Lampung Rp8.800 per kilogram, "kata A Lani seorang penerima raskin di Bengkulu, Kamis.
Ia mengatakan, biasanya raskin itu dibagikan pada awal bulan, namun hingga saat ini belum ada tanda-tandanya, sedangkan Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah sudah menyetujui untuk dibagikan.
"Sekarang pihak Bulog belum ada reaksi membagikan raskin tersebut, bila raskin itu tidak dibagikan pada Februari 2013 ini maka keluarga kami terancam kelaparan," ujarnya.
Sebagai warga kurang mampu setiap hari penghasian tidak tetap, sedangkan keluarga selalu mengharapkan bahan pokok terutama beras tetap ada di rumah.
Penghasilan sehari-hari tidak mampu mendapatkan beras lima kilogram, apalagi bahan pokoklainnya seperti gula dan minyak goreng itu tak pernah menjadi impian yang penting dapat beras, tuturnya.
Humas Divre Bulog Bengkulu Riswan mengatakan, pihaknya bukan tidak mau menyalurkan beras tersebut, namun prosedurnya harus dilengkapi antara lain surat permintaan dari bupati/wali kota masing-masing daerah.
Kalau SK Gubernur Bengkulu untuk membagikan raskin itu sudah keluar, tapi permintaan dari kabupaten hingga saat ini belum ada berikut nama penerimanya.
Kepada para penerima raskin 2013 untuk bersabar, paling lambat pekan depan raskin akan disalurkan sesuai daerah yang sudah mengajukan permintaan, ujarnya.
Stok beras di Bengkulu saat ini 10 ribu ton setelah masuk dua ribu ton dari Jawa Timur beberapa hari lalu, stok beras sebanyak itu termasuk jatah raskin dan kebutuhan warga lainnya cukup untuk tiga bulan ke depan, jelasnya.(ANT)
Pewarta :
Editor : M. Suparni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Sumsel dan Polda telusuri penyebab beras premium langka di ritel
02 September 2026 11:06 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Peringatan Dini BMKG: Potensi gelombang tinggi 4 meter dan hujan lebat lokal
23 September 2026 10:37 WIB
Akses Jalan Solok - Padang lumpuh akibat banjir bandang, polisi imbau lewat Padang Panjang
22 September 2026 8:15 WIB
Prakiraan cuaca Jakarta Rabu, 16 September 2026: Cerah hingga cerah berawan
16 September 2026 9:18 WIB
Tim SAR evakuasi tujuh pendaki Gunung Nokilalaki Sigi yang kehabisan logistik
13 September 2026 16:44 WIB