Sumsel kembangkan program "Gernas Karet 2013"
Jumat, 19 Oktober 2012 10:11 WIB
Karet tua yang akan diremajakan dalam program "Gernas karet 2013" (FOTO Antarasumsel.com/Feny Selly)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Sumatera Selatan akan mengajukan 13.500 hektare lahan karet untuk diremajakan melalui program "Gerakan Nasional Karet 2013" menuju produksi 40 juta ton pada 2025.
"Program untuk meningkatkan produksi karet secara nasional itu akan menyentuh seluruh provinsi di Indonesia, sementara Sumsel sendiri belum mengetahui alokasi yang diterima dari permohonan diajukan beberapa waktu lalu," kata Kepala Bidang Produksi Dinas Perkebunan Sumsel Safar Bahri di Palembang, Jumat.
Gernas Karet 2013 itu akan meremajakan lahan karet milik rakyat dengan memberikan bantuan berupa bibit, pupuk, serta pemeliharaan hingga tahun kedua.
Bibit yang digunakan merupakan jenis unggul yang memiliki sertifikat.
"Program ini bertujuan membantu petani rakyat yang umumnya terkendala biaya dalam meremajakan lahan, sehingga kerap terjebak dalam menggunakan bibit tidak unggul," katanya.
Direktorat Jenderal Perkebunan menempatkan Sumsel sebagai kawasan perkebunan karet, sementara Riau dan Sumatera Utara dengan perkebunan sawit dalam Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
Sumsel sendiri merupakan kawasan paling potensial untuk perkebunan karet dengan luas lahan 1.195.111 hektare dan produksi 1,1 juta ton dalam bentuk latex dan crume rubber.
Gernas Karet yang dicanangkan pemerintah pusat akan didanai APBN, katanya.
Sementara, Sumsel sendiri telah melakukan program peremajaan lahan karet sejak tahun 2005 dengan target 2.000 hektare setiap tahun.
"Petani sudah mau menjalankan program peremajaan lahan karet karena saat ini sudah memasuki musim hujan, sehingga resiko kematian bibit akan lebih kecil," katanya.(Doly)
"Program untuk meningkatkan produksi karet secara nasional itu akan menyentuh seluruh provinsi di Indonesia, sementara Sumsel sendiri belum mengetahui alokasi yang diterima dari permohonan diajukan beberapa waktu lalu," kata Kepala Bidang Produksi Dinas Perkebunan Sumsel Safar Bahri di Palembang, Jumat.
Gernas Karet 2013 itu akan meremajakan lahan karet milik rakyat dengan memberikan bantuan berupa bibit, pupuk, serta pemeliharaan hingga tahun kedua.
Bibit yang digunakan merupakan jenis unggul yang memiliki sertifikat.
"Program ini bertujuan membantu petani rakyat yang umumnya terkendala biaya dalam meremajakan lahan, sehingga kerap terjebak dalam menggunakan bibit tidak unggul," katanya.
Direktorat Jenderal Perkebunan menempatkan Sumsel sebagai kawasan perkebunan karet, sementara Riau dan Sumatera Utara dengan perkebunan sawit dalam Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
Sumsel sendiri merupakan kawasan paling potensial untuk perkebunan karet dengan luas lahan 1.195.111 hektare dan produksi 1,1 juta ton dalam bentuk latex dan crume rubber.
Gernas Karet yang dicanangkan pemerintah pusat akan didanai APBN, katanya.
Sementara, Sumsel sendiri telah melakukan program peremajaan lahan karet sejak tahun 2005 dengan target 2.000 hektare setiap tahun.
"Petani sudah mau menjalankan program peremajaan lahan karet karena saat ini sudah memasuki musim hujan, sehingga resiko kematian bibit akan lebih kecil," katanya.(Doly)
Pewarta :
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Seorang warga OKU alami luka serius, diserang beruang saat bekerja di kebun karet
16 April 2026 18:02 WIB
Polres Muara Enim ungkap kasus pembunuhan seorang wanita di kebun karet Desa Gaung Asam
20 February 2026 20:12 WIB
Terpopuler - Info Sumsel
Lihat Juga
Kilang Plaju Palembang salurkan bantuan logistik dan sembako bagi korban gempa NTT
27 September 2026 12:44 WIB
PNM Palembang salurkan bantuan sumur bor dan menara air di Tungkal Jaya Muba
25 September 2026 19:46 WIB
Kolaborasi TNI AU dan APP Group perkuat penanganan karhutla di Sumatera Selatan
25 September 2026 19:38 WIB
Pemprov Sumsel ajak perkantoran swasta pasang ornamen budaya lokal sesuai Perda
24 September 2026 22:11 WIB