Kepri dilanda asap kiriman dari Sumbagsel
Kamis, 4 Oktober 2012 19:43 WIB
Ilustrasi - Kabut asap melanda wilayah Kota Palembang (FOTO Antarasumsel.com/Nila Fuadi)
Tanjungpinang (ANTARA Sumsel) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika menyatakan, asap yang bersumber dari Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel) sejak beberapa hari ini mencemari Provinsi Kepulauan Riau.
"Asap yang masuk ke Kepulauan Riau (Kepri) belum tebal. Jarak pandang masih normal yaitu 4-5 km," kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pulau Bintan, Hartanto, di Tanjungpinang, Kamis.
Ia mengatakan, asap itu sempat hilang di Kepri, namun saat ini kembali lagi. Asap yang paling tebal terjadi di Lingga, karena daerah tersebut berdekatan dengan Sumatra Selatan, Jambi dan Lampung. Asap itu dibawa oleh angin dari Sumatra Selatan, Jambi dan Lampung.
Dari pemantauan BMKG Pulau Bintan, titik api berjumlah 30. Dari pola angin yang bergerak saat ini, kata dia, asap yang masuk ke Kepri bukan bersumber dari Riau.
"Angin dari Tenggara dan Selatan membawa asap di Sumatra agian selatan ke Kepri. Ketebalan asap paling banyak dirasakan oleh masyarakat Lingga," katanya.
Hartanto mengimbau masyarakat tetap mewaspadai asap itu, karena dapat mengganggu pernapasan. Selain itu, asap mengganggu aktivitas angkutan laut dan udara.
"Meski asapnya tidak tebal, tetap harus diwaspadai," imbaunya. (ANT/NP)
"Asap yang masuk ke Kepulauan Riau (Kepri) belum tebal. Jarak pandang masih normal yaitu 4-5 km," kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pulau Bintan, Hartanto, di Tanjungpinang, Kamis.
Ia mengatakan, asap itu sempat hilang di Kepri, namun saat ini kembali lagi. Asap yang paling tebal terjadi di Lingga, karena daerah tersebut berdekatan dengan Sumatra Selatan, Jambi dan Lampung. Asap itu dibawa oleh angin dari Sumatra Selatan, Jambi dan Lampung.
Dari pemantauan BMKG Pulau Bintan, titik api berjumlah 30. Dari pola angin yang bergerak saat ini, kata dia, asap yang masuk ke Kepri bukan bersumber dari Riau.
"Angin dari Tenggara dan Selatan membawa asap di Sumatra agian selatan ke Kepri. Ketebalan asap paling banyak dirasakan oleh masyarakat Lingga," katanya.
Hartanto mengimbau masyarakat tetap mewaspadai asap itu, karena dapat mengganggu pernapasan. Selain itu, asap mengganggu aktivitas angkutan laut dan udara.
"Meski asapnya tidak tebal, tetap harus diwaspadai," imbaunya. (ANT/NP)
Pewarta :
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kualitas Udara Kota Jambi masuk kategori tidak sehat, nilai ISPU tembus 101
23 August 2026 15:34 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Kualitas Udara Kota Jambi masuk kategori tidak sehat, nilai ISPU tembus 101
23 August 2026 15:34 WIB
Mensesneg bantah kabar Haji Isam ditunjuk jadi koordinator karhutla Kalimantan
23 August 2026 15:31 WIB
Manggala Agni padamkan ratusan hektare karhutla di Indragiri Hulu dan Pelalawan
23 August 2026 15:25 WIB
Mobil tangki BPBD Belitung kecelakaan saat menuju lokasi karhutla, tiga petugas luka
23 August 2026 15:19 WIB