Stok beras bulog 45 ribu ton
Selasa, 2 Oktober 2012 14:55 WIB
beras bulog (FOTO ANTARA)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Stok beras yang ada di gudang Perum Bulog Divisi Regional Sumatera Selatan sekarang ini ada 45 ribu ton atau cukup sampai enam bulan ke depan atau Maret 2013.
"Ketahanan stok beras cukup sampai enam bulan ke depan atau Maret 2013 yakni sebanyak 45 ribu ton," kata Kepala Perum Bulog Divre Sumsel Bambang Napitapulu di Palembang, Selasa.
Menurut dia, stok beras itu cukup bila tidak terjadi gejolak harga, karena kalau ada gejolak harga tentunya dialihkan untuk operasi pasar beras.
Selain itu, kalau terjadi kemarau panjang mengakibatkan tanaman padi puso serta bencana alam, tentunya stok yang ada digunakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
"Kami berharap, tidak terjadi gejolak harga dan tidak terjadi kemarau yang berkepanjangan," katanya.
Sementara mengenai apakah saat ini ada kecenderungan harga beras naik, ia mengatakan, harga ada kecenderungan naik, tetapi yang ditetapkan untuk operasi pasar Rp6.900 per kilogram ditambah het Rp600 sehingga Rp7.500 per kilogram, sedangkan harga beras iliran setara beras Bulog Rp7.700 per kilogram, karenanya belum dilakukan operasi pasar.
"Kami akan memantau, ketika ada gejolak harga mereka akan berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan provinsi maupun kabupaten dan kota untuk program operasi pasar," ujarnya.
Ia menyatakan, sekarang ini pihaknya melihat harga beras itu masih dalam batas wajar dan sirkulasi setiap tahun ada kenaikan wajar.(Sus)
"Ketahanan stok beras cukup sampai enam bulan ke depan atau Maret 2013 yakni sebanyak 45 ribu ton," kata Kepala Perum Bulog Divre Sumsel Bambang Napitapulu di Palembang, Selasa.
Menurut dia, stok beras itu cukup bila tidak terjadi gejolak harga, karena kalau ada gejolak harga tentunya dialihkan untuk operasi pasar beras.
Selain itu, kalau terjadi kemarau panjang mengakibatkan tanaman padi puso serta bencana alam, tentunya stok yang ada digunakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
"Kami berharap, tidak terjadi gejolak harga dan tidak terjadi kemarau yang berkepanjangan," katanya.
Sementara mengenai apakah saat ini ada kecenderungan harga beras naik, ia mengatakan, harga ada kecenderungan naik, tetapi yang ditetapkan untuk operasi pasar Rp6.900 per kilogram ditambah het Rp600 sehingga Rp7.500 per kilogram, sedangkan harga beras iliran setara beras Bulog Rp7.700 per kilogram, karenanya belum dilakukan operasi pasar.
"Kami akan memantau, ketika ada gejolak harga mereka akan berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan provinsi maupun kabupaten dan kota untuk program operasi pasar," ujarnya.
Ia menyatakan, sekarang ini pihaknya melihat harga beras itu masih dalam batas wajar dan sirkulasi setiap tahun ada kenaikan wajar.(Sus)
Pewarta :
Editor : AWI-SEO&Digital Ads
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Sumsel dan Polda telusuri penyebab beras premium langka di ritel
02 September 2026 11:06 WIB
Bulog miliki 4.000 ton beras untuk kebutuhan masyarakat OKU Raya di tiga kabupaten
08 June 2026 21:38 WIB
Terpopuler - Berita Palembang
Lihat Juga
BKOW Sumsel latih perempuan buat 'chunky bag' untuk dorong ekonomi keluarga
25 September 2026 20:02 WIB
Penantian sejak 2014, Pemkot dan DPRD Palembang sahkan Raperda Pemajuan Kesenian
23 September 2026 20:34 WIB