Awak pesawat akrobatik bravo 202 meninggal dunia
Sabtu, 29 September 2012 13:35 WIB
Jakarta (ANTARA Sumsel) - Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Bambang Ervan mengatakan, kedua awak pesawat akrobatik Bravo 202 yang terjatuh pada saat ajang Bandung Air Show (BAS) 2012, meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut.
"Awak dari pesawat itu dinyatakan meninggal dunia," kata Bambang Ervan di Jakarta, Sabtu.
Sebagaimana diketahui, kedua awak yang terdapat di dalam pesawat nahas tersebut adalah Marsekal Muda (Purn) Dr Noorman T Lubis sebagai pilot dan Letkol (Purn) Toni sebagai co-pilot.
Bambang mengemukakan, pihaknya menyatakan keprihatinannya dan untuk saat ini kondisi Bandara Husein Sastranegara yang terdapat di Kota Bandung, Jawa Barat, ditutup.
Sedangkan terkait dengan masalah kecelakaan tersebut, ujar dia, tidak bisa langsung diambil kesimpulan dengan segera tetapi harus dilakukan investigasi terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang berwenang.
"Tidak bisa diambil kesimpulan dengan segera karena biasanya penyebab dari kecelakaan seperti itu tidak hanya satu tapi kemungkinan ada beberapa faktor," katanya.
Sebagaimana telah diberitakan, pesawat akrobatik Bravo 202 jatuh saat sedang bermanuver di ajang BAS 2012 di kawasan Lanud Husein Sastranegara Kota Bandung.
Pesawat berwarna putih merah itu jatuh pukul 11.42 WIB saat tengah melakukan manuver sambil terbalik. Jatuhnya pesawat berlokasi di landasan TNI-AU Husein.
Kejadian tersebut terjadi pada hari ketiga BAS 2012 yang dibuka sejak Kamis (27/9). BAS 2012 merupakan ajang pameran kedirgantaraan dalam rangka HUT Kota Bandung ke-202.(ANT/M040)
"Awak dari pesawat itu dinyatakan meninggal dunia," kata Bambang Ervan di Jakarta, Sabtu.
Sebagaimana diketahui, kedua awak yang terdapat di dalam pesawat nahas tersebut adalah Marsekal Muda (Purn) Dr Noorman T Lubis sebagai pilot dan Letkol (Purn) Toni sebagai co-pilot.
Bambang mengemukakan, pihaknya menyatakan keprihatinannya dan untuk saat ini kondisi Bandara Husein Sastranegara yang terdapat di Kota Bandung, Jawa Barat, ditutup.
Sedangkan terkait dengan masalah kecelakaan tersebut, ujar dia, tidak bisa langsung diambil kesimpulan dengan segera tetapi harus dilakukan investigasi terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang berwenang.
"Tidak bisa diambil kesimpulan dengan segera karena biasanya penyebab dari kecelakaan seperti itu tidak hanya satu tapi kemungkinan ada beberapa faktor," katanya.
Sebagaimana telah diberitakan, pesawat akrobatik Bravo 202 jatuh saat sedang bermanuver di ajang BAS 2012 di kawasan Lanud Husein Sastranegara Kota Bandung.
Pesawat berwarna putih merah itu jatuh pukul 11.42 WIB saat tengah melakukan manuver sambil terbalik. Jatuhnya pesawat berlokasi di landasan TNI-AU Husein.
Kejadian tersebut terjadi pada hari ketiga BAS 2012 yang dibuka sejak Kamis (27/9). BAS 2012 merupakan ajang pameran kedirgantaraan dalam rangka HUT Kota Bandung ke-202.(ANT/M040)
Pewarta :
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Presiden hubungi Menteri KKP yang sempat pingsan saat jadi inspektur upacara
25 January 2026 16:58 WIB
Komite Nasional Keselamatan Transportasi investigasi penyebab insiden pesawat ATR 42-500
20 January 2026 7:18 WIB
Satu korban pesawat ATR 42-500 dievakuasi dari atas tebing Gunung Bulusaraung
18 January 2026 19:56 WIB
Tim SAR dikerahkan ke Gunung Bulusaraung Sulsel setelah ditemukan serpihan pesawat ATR
18 January 2026 14:12 WIB
Prabowo dan Presiden Korsel bahas kelanjutan kerja sama proyek pesawat tempur KF-21 Boramae
01 November 2025 15:01 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Sebanyak 17 penumpang longboat selamat, kapal mati mesin di Perairan Maluku Tenggara
27 January 2026 7:34 WIB