Beras Bengkulu dijual ke Sumsel
Jumat, 20 Juli 2012 23:57 WIB
Ilustrasi - Stok beras di gudang Bulog (FOTO ANTARA)
Bengkulu (ANTARA Sumsel) - Bulog divisi regional Bengkulu menyebutkan, beras Kabupaten Lebong banyak dijual ke luar daerah antara lain Lubuklinggau, Sumatra Selatan, sehingga harga di daerah produksi itu menjadi tinggi.
"Seperti beras dari Kabupaten Lebong yang sebagian besar dijual ke Lubuklinggau karena harganya lebih tinggi dibanding dijual di pasar lokal," kata Kepala Seksi Harga dan Pasar Perum Bulog Divre Bengkulu David Susanto di Bengkulu, Jumat.
Ia mengatakan Kabupaten Lebong yang saat ini memasuki musim panen seharusnya dapat menambah beras yang beredar di pasaran lokal.
Bulog Divre Bengkulu, kata dia, hanya bisa menyerap beras Lebong sebanyak 100 ton dari yang ditargetkan sebanyak 600 ton.
"Kami berharap dapat banyak dari panen di Lebong tapi ternyata banyak dibeli pedagang Lubuklinggau dengan harga lebih tinggi," katanya.
Ia mengatakan Bulog akan membeli beras dan gabah apabila harga di tingkat petani di bawah harga pembelian yang ditetapkan pemerintah.
Saat ini kata dia, penyaluran raskin untuk jatah Juni dan Juli 2012 diharapkan dapat menekan harga beras di pasaran yang cukup tinggi.
"Beras jenis medium saat ini mencapai Rp7.500 per kilogram, dengan penyaluran raskin kami harapkan turun menjadi Rp7.000 per kilogram," katanya.
Penyaluran raskin tersebut masih menunggu Surat Keputusan (SK) Gubernur Bengkulu tentang pagu raskin Juli hingga Desember 2012.
Ia mengatakan kendala penyaluran raskin tersebut sudah disampaikan dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) yang dipimpin Plt Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah.
"Plt Gubernur berjanji dalam satu atau dua hari ini SK akan diterbitkan sehingga bisa ditindaklanjuti pemerintah kabupaten dan kota," katanya.
David mengatakan apabila raskin sudah dibagikan diharapkan dapat menekan harga beras di pasaran.
Sementara persediaan beras yang ada di gudang Bulog saat ini sebanyak 9.411 ton dan akan ditambah lagi sebanyak 2.500 ton pada akhir Juli 2012.
"Total 9.911 ton tersebar di gudang Bulog di kabupaten dan kota, masyarakat tidak perlu khawatir, persediaan beras cukup," katanya. (ANT)
"Seperti beras dari Kabupaten Lebong yang sebagian besar dijual ke Lubuklinggau karena harganya lebih tinggi dibanding dijual di pasar lokal," kata Kepala Seksi Harga dan Pasar Perum Bulog Divre Bengkulu David Susanto di Bengkulu, Jumat.
Ia mengatakan Kabupaten Lebong yang saat ini memasuki musim panen seharusnya dapat menambah beras yang beredar di pasaran lokal.
Bulog Divre Bengkulu, kata dia, hanya bisa menyerap beras Lebong sebanyak 100 ton dari yang ditargetkan sebanyak 600 ton.
"Kami berharap dapat banyak dari panen di Lebong tapi ternyata banyak dibeli pedagang Lubuklinggau dengan harga lebih tinggi," katanya.
Ia mengatakan Bulog akan membeli beras dan gabah apabila harga di tingkat petani di bawah harga pembelian yang ditetapkan pemerintah.
Saat ini kata dia, penyaluran raskin untuk jatah Juni dan Juli 2012 diharapkan dapat menekan harga beras di pasaran yang cukup tinggi.
"Beras jenis medium saat ini mencapai Rp7.500 per kilogram, dengan penyaluran raskin kami harapkan turun menjadi Rp7.000 per kilogram," katanya.
Penyaluran raskin tersebut masih menunggu Surat Keputusan (SK) Gubernur Bengkulu tentang pagu raskin Juli hingga Desember 2012.
Ia mengatakan kendala penyaluran raskin tersebut sudah disampaikan dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) yang dipimpin Plt Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah.
"Plt Gubernur berjanji dalam satu atau dua hari ini SK akan diterbitkan sehingga bisa ditindaklanjuti pemerintah kabupaten dan kota," katanya.
David mengatakan apabila raskin sudah dibagikan diharapkan dapat menekan harga beras di pasaran.
Sementara persediaan beras yang ada di gudang Bulog saat ini sebanyak 9.411 ton dan akan ditambah lagi sebanyak 2.500 ton pada akhir Juli 2012.
"Total 9.911 ton tersebar di gudang Bulog di kabupaten dan kota, masyarakat tidak perlu khawatir, persediaan beras cukup," katanya. (ANT)
Pewarta :
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Sumsel dan Polda telusuri penyebab beras premium langka di ritel
02 September 2026 11:06 WIB
Penyaluran beras SPHP Bulog Sumsel Babel tembus 26 ribu ton hingga Agustus 2026
28 August 2026 8:07 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Tim SAR evakuasi tujuh pendaki Gunung Nokilalaki Sigi yang kehabisan logistik
13 September 2026 16:44 WIB
Keluarga penumpang Kapal Virgo Transport 8 cemas menanti evakuasi di Pelabuhan Trisakti
13 September 2026 16:35 WIB
Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa: 6 meninggal, 97 selamat
13 September 2026 16:32 WIB
Kapal Pertamina selamatkan 16 korban KMP Virgo Transport 08 di Laut Jawa
13 September 2026 16:29 WIB
Pemadaman kebakaran Gunung Bromo lewat water bombing terkendala cuaca buruk
13 September 2026 16:21 WIB
Basarnas kerahkan helikopter cari korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa
13 September 2026 12:52 WIB
Tim SAR pusatkan pencarian lima jurnalis hilang di radius terdekat Gunung Anak Krakatau
11 September 2026 21:26 WIB
Lima penerbangan Palembang-Jakarta dibatalkan, dampak erupsi Anak Krakatau
06 September 2026 9:35 WIB