Sangatta (ANTARA Sumsel) - Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) H Isran Noor mengkritik seringnya pemadaman listrik di wilayah Kalimantan Timur hingga mengakibatkan roda perekonomian masyarakat terganggu.

"Kalimantan Timur khususnya di Samarinda sebagai ibu kota provinsi, sering kali listrik padam dan bergiliran padahal Kaltim merupakan pusat sumber daya alam dan energi yang luar biasa," kata Isran Noor yang juga Bupati Kutai Timur di Sangatta, Kutai Timur, Kalimantan Timur, Senin.

Menurut Isran, hal itu terjadi karena tidak bisa memanfaatkan sumber daya alam yang ada.

"Kita hanya mampu menggali sumber daya alam itu tetapi tidak mampu mengelolahnya," katanya di depan sejumlah pejabat dan pelaku usaha pada pembukaan acara Launching Rumah Promosi UMKM dan Program Wisata Belanja Kaltim yang digagas Dinas Koperasi Kutai Timur.

Ia mengatakan, Kaltim memiliki sumber daya alam berupa gas CBM, gas alam, batu bara yang luar biasa banyaknya.

Dia berharap, ke depan tidak hanya pandai menggali sumber daya alam dan sumber daya lain lalu menjual ke luar negeri, tetapi juga mampu memanfaatkan untuk kepentingan lain termasuk listrik untuk kebutuhan masyarakat termasuk UKM dan koperasi.

"Karena pemadaman listrik sering digilir maka kegiatan usaha masyarakat otomatis akan terganggu bahkan bisa mengalami kerugian yang besar," katanya.

Ia mengatakan, masalah listrik juga masih menjadi kendala di hampir 18 kecamatan di Kutai Timur termasuk di Sangatta.

Bahkan, katanya, Kantor Sekretariat Kabupaten dan Gedung DPRD serta seluruh kantor SKPD Kutai Timur saat ini masih menggunakan PLTD yang terkadang padam, sehingga mengakibatkan pelayanan masyarakat terganggu.(ANT/KR-ADI)