Jalan kereta api dua jalur segera dibangun
Jumat, 13 Juli 2012 17:34 WIB
Ilustrasi - pembangunan rel ganda (FOTO ANTARA)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Jalan atau rel kereta api jalur ganda dari mulut tambang Tanjung Enim, Kabupaten Muaraenim menuju Pelabuhan Tanjung Api-Api pembangunannya dapat dilaksanakan pada 2013.
"Kami berharap pada 2013 nanti jalan kereta api dua jalur (double track) itu sudah mulai dibangun," kata Ketua Komisi IV DPRD Sumsel Edward Jaya ketika ditanya hasil kunjungan mereka ke Kementerian Perekonomian terkait dengan pembangunan rel kereta api jalur ganda tersebut di Palembang, Jumat.
Menurut dia, mereka sudah bertemu dengan Menko Perekonomian Hatta Rajasa terkait dengan pembangunan rel kereta api jalur ganda dari mulut tambang PTBA ke Lampung direalisasikan pihak swasta.
"Kami menuntut pembangunan jalur ganda itu dibangun oleh negara, karena kesepakatan ditandatangani gubernur beserta investor India, PT Adhani yang disaksikan Presiden dengan dana Rp10 triliun itu terkendala dengan peraturan pemerintah," katanya.
Di dalam peraturan pemerintah disebutkan perusahaan yang ingin menggangkut hasil bumi atau batu bara seperti PT Adhani harus memiliki tambang sendiri baru bisa melanjutkan jasa angkut, sementara perusahaan itu hanya berkeinginan membangun double track saja.
Ia mengatakan, Komisi IV DPRD Sumsel selama dua bulan ini berjuang melakukan kunjungan ke PT KAI di Bandung, kemudian ke Kementerian Perhubungan dan ke Kementerian Perekonomian dan setelah pertemuan dengan Hatta Rajasa, beliau menyanggupi untuk membangun double track menggunakan dana APBN.
Menteri Perekonomian juga akan mengkoordinasi hal itu dengan Bappenas dan kendalanya hanya satu, karena sampai hari ini belum pernah ada usulan dari pemerintah Provinsi Sumsel untuk pembangunan double track tersebut, ujarnya.
"Kami akan sampaikan pada rapat paripurna mendatang untuk segera menyiapkan proposal masalah pembangunan double track baik panjangnya dari Lahat ke Tanjung Api-Api, dan apa saja yang dibutuhkan supaya disiapkan," tuturnya.
Ia menyatakan, dalam waktu dekat mereka akan sampaikan proposal itu ke Kementerian Perekonomian dan Bappenas, rencananya minggu depan Komisi IV DPRD Sumsel juga akan menghadap panitia anggaran dan Komisi V DPR RI agar perjuangan pembangunan double track pada 2012 ini tuntas.
Jadi, pada 2013 diharapkan pembangunan double track itu bisa dilaksanakan dengan menggunakan dana APBN murni sebesar Rp10 triliun, katanya.
Ia menuturkan, pihaknya dan Menteri Perekonomian juga yakin dengan dibangunnya double track itu dapat meningkatkan pendapatan asli daerah Sumsel dan pelabuhan Tanjung Api-Api diefektifkan serta dimanfaatkan.
"Saya pikir, karena pelabuhan Tanjung Api-Api untuk ekspor lebih dekat jaraknya dibandingkan batu bara itu diangkut ke Pelabuhan Lampung yang jarak tempuhnya jauh. Jika dari Lahat ke Lampung jaraknya 600 kilometer, sementara kita kurang dari 200 kilometer," katanya.
Menteri Perekonomian meminta supaya segera diajukan proposal dan mereka menunggu termasuk perencanaan sampai ke Tanjung Api-Api, dan mudah-mudahan ini bisa berjalan sesuai dengan harapan, tuturnya.(Susi)
"Kami berharap pada 2013 nanti jalan kereta api dua jalur (double track) itu sudah mulai dibangun," kata Ketua Komisi IV DPRD Sumsel Edward Jaya ketika ditanya hasil kunjungan mereka ke Kementerian Perekonomian terkait dengan pembangunan rel kereta api jalur ganda tersebut di Palembang, Jumat.
Menurut dia, mereka sudah bertemu dengan Menko Perekonomian Hatta Rajasa terkait dengan pembangunan rel kereta api jalur ganda dari mulut tambang PTBA ke Lampung direalisasikan pihak swasta.
"Kami menuntut pembangunan jalur ganda itu dibangun oleh negara, karena kesepakatan ditandatangani gubernur beserta investor India, PT Adhani yang disaksikan Presiden dengan dana Rp10 triliun itu terkendala dengan peraturan pemerintah," katanya.
Di dalam peraturan pemerintah disebutkan perusahaan yang ingin menggangkut hasil bumi atau batu bara seperti PT Adhani harus memiliki tambang sendiri baru bisa melanjutkan jasa angkut, sementara perusahaan itu hanya berkeinginan membangun double track saja.
Ia mengatakan, Komisi IV DPRD Sumsel selama dua bulan ini berjuang melakukan kunjungan ke PT KAI di Bandung, kemudian ke Kementerian Perhubungan dan ke Kementerian Perekonomian dan setelah pertemuan dengan Hatta Rajasa, beliau menyanggupi untuk membangun double track menggunakan dana APBN.
Menteri Perekonomian juga akan mengkoordinasi hal itu dengan Bappenas dan kendalanya hanya satu, karena sampai hari ini belum pernah ada usulan dari pemerintah Provinsi Sumsel untuk pembangunan double track tersebut, ujarnya.
"Kami akan sampaikan pada rapat paripurna mendatang untuk segera menyiapkan proposal masalah pembangunan double track baik panjangnya dari Lahat ke Tanjung Api-Api, dan apa saja yang dibutuhkan supaya disiapkan," tuturnya.
Ia menyatakan, dalam waktu dekat mereka akan sampaikan proposal itu ke Kementerian Perekonomian dan Bappenas, rencananya minggu depan Komisi IV DPRD Sumsel juga akan menghadap panitia anggaran dan Komisi V DPR RI agar perjuangan pembangunan double track pada 2012 ini tuntas.
Jadi, pada 2013 diharapkan pembangunan double track itu bisa dilaksanakan dengan menggunakan dana APBN murni sebesar Rp10 triliun, katanya.
Ia menuturkan, pihaknya dan Menteri Perekonomian juga yakin dengan dibangunnya double track itu dapat meningkatkan pendapatan asli daerah Sumsel dan pelabuhan Tanjung Api-Api diefektifkan serta dimanfaatkan.
"Saya pikir, karena pelabuhan Tanjung Api-Api untuk ekspor lebih dekat jaraknya dibandingkan batu bara itu diangkut ke Pelabuhan Lampung yang jarak tempuhnya jauh. Jika dari Lahat ke Lampung jaraknya 600 kilometer, sementara kita kurang dari 200 kilometer," katanya.
Menteri Perekonomian meminta supaya segera diajukan proposal dan mereka menunggu termasuk perencanaan sampai ke Tanjung Api-Api, dan mudah-mudahan ini bisa berjalan sesuai dengan harapan, tuturnya.(Susi)
Pewarta :
Editor : M. Suparni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Satlantas Polres Banyuasin bagikan 1.000 bendera Merah Putih ke pengguna Jalan Lintas Timur
18 August 2026 19:57 WIB
Pemkot Palembang bagikan 5.000 bendera Merah Putih gratis sambut HUT Ke-81 RI
14 August 2026 20:16 WIB
Tingkatkan pelayanan publik, Pemkot Palembang tata parkir dan penerangan jalan
31 July 2026 20:35 WIB
Terpopuler - Info Bisnis
Lihat Juga
Bank Sumsel Babel buka penawaran Sukuk Ritel SR025 berimbal hasil hingga 6,90 Persen
07 September 2026 12:36 WIB
Pusri pastikan stok dan penyaluran pupuk bersubsidi aman hadapi musim kemarau
24 August 2026 12:28 WIB