Harga karet Sumsel semakin turun
Sabtu, 9 Juni 2012 10:16 WIB
Seorang petani menyadap getah karet (Foto Antarasumsel.com)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Harga karet kualitas 90 persen di tingkat pabrik Sumatera Selatan, Sabtu tercatat Rp24.650 per kilogram, turun dibandingkan sebelumnya Rp24.708 per kg.
Sekretaris Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel H Awie Aman di Palembang mengatakan, harga bahan olah karet (bokar) kualitas 90 persen di tingkat pabrik sejak awal hingga akhir pekan ini berangsur turun, karena pengaruh pasaran di luar negeri.
Harga karet kualitas ekspor dalam dua bulan terakhir selalu fluktuatif, namun sepekan ini cenderung terjadi penurunan. Harga karet di pasaran luar negeri selalu tidak menentu, sehingga berpengaruh terhadap perdagangan di dalam negeri, termasuk di Sumsel.
Dijelaskannya, dampak yang sangat dirasakan adalah para petani, karena karet merupakan mata penghasilan andalan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Perkembangan harga bokar kualitas 90 persen di tingkat pabrik di Gapkindo setempat sejak 31 Mei hingga 9 Juni ini memperlihatkan grafik selalu terjadi naik dan turun atau berfluktuatif, pada 1 Juni tercatat Rp26.655 per kg, hari berikutnya turun menjadi Rp26.137 per kg.
Selanjutnya, pada 5 Juni turun signifikan menjadi Rp24.967 per kg, sehari kemudian menjadi Rp24.473, dan terakhir 8 Juni tercatat Rp26.650 per kg.
Menurut Awie, perkembangan harga karet di tingkat pabrik khususnya yang kualitas 90 persen dalam beberapa bulan terakhir memang selalu memperlihatkan grafik naik dan turun, sehingga berimbas terhadap pasaran di tingkat pedagang pengumpul yang semakin merugikan petani.
Ia menambahkan, karet yang dibeli para pedagang pengumpul itu sebagian besar dijual ke pabrik anggota Gapkindo di Palembang.
Data di Gapkindo setempat, di Sumsel hingga saat ini terdapat 26 unit usaha eksportir karet anggota Gapkindo dengan total ekspor di kisaran 60.000 hingga 70.000 ton karet per bulan.
Sementara pantauan di lapangan, penurunan harga karet itu dapat dilihat dari kondisi di tingkat pabrik pengolahan di Palembang.
Pada pabrik di kawasan Simpang Sungki, Kecamatan Kertapati Palembang contohnya, jika harga karet tinggi biasanya di kawasan industri pengolahan karet itu antrian panjang truk sarat bermuatan karet siap dibongkar di sana setiap hari, sekarang ketika harga turun paling belasan unit truk saja mangkal menunggu giliran melakukan transaksi.(M033)
Sekretaris Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel H Awie Aman di Palembang mengatakan, harga bahan olah karet (bokar) kualitas 90 persen di tingkat pabrik sejak awal hingga akhir pekan ini berangsur turun, karena pengaruh pasaran di luar negeri.
Harga karet kualitas ekspor dalam dua bulan terakhir selalu fluktuatif, namun sepekan ini cenderung terjadi penurunan. Harga karet di pasaran luar negeri selalu tidak menentu, sehingga berpengaruh terhadap perdagangan di dalam negeri, termasuk di Sumsel.
Dijelaskannya, dampak yang sangat dirasakan adalah para petani, karena karet merupakan mata penghasilan andalan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Perkembangan harga bokar kualitas 90 persen di tingkat pabrik di Gapkindo setempat sejak 31 Mei hingga 9 Juni ini memperlihatkan grafik selalu terjadi naik dan turun atau berfluktuatif, pada 1 Juni tercatat Rp26.655 per kg, hari berikutnya turun menjadi Rp26.137 per kg.
Selanjutnya, pada 5 Juni turun signifikan menjadi Rp24.967 per kg, sehari kemudian menjadi Rp24.473, dan terakhir 8 Juni tercatat Rp26.650 per kg.
Menurut Awie, perkembangan harga karet di tingkat pabrik khususnya yang kualitas 90 persen dalam beberapa bulan terakhir memang selalu memperlihatkan grafik naik dan turun, sehingga berimbas terhadap pasaran di tingkat pedagang pengumpul yang semakin merugikan petani.
Ia menambahkan, karet yang dibeli para pedagang pengumpul itu sebagian besar dijual ke pabrik anggota Gapkindo di Palembang.
Data di Gapkindo setempat, di Sumsel hingga saat ini terdapat 26 unit usaha eksportir karet anggota Gapkindo dengan total ekspor di kisaran 60.000 hingga 70.000 ton karet per bulan.
Sementara pantauan di lapangan, penurunan harga karet itu dapat dilihat dari kondisi di tingkat pabrik pengolahan di Palembang.
Pada pabrik di kawasan Simpang Sungki, Kecamatan Kertapati Palembang contohnya, jika harga karet tinggi biasanya di kawasan industri pengolahan karet itu antrian panjang truk sarat bermuatan karet siap dibongkar di sana setiap hari, sekarang ketika harga turun paling belasan unit truk saja mangkal menunggu giliran melakukan transaksi.(M033)
Pewarta :
Editor : M. Suparni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Seorang warga OKU alami luka serius, diserang beruang saat bekerja di kebun karet
16 April 2026 18:02 WIB
Polres Muara Enim ungkap kasus pembunuhan seorang wanita di kebun karet Desa Gaung Asam
20 February 2026 20:12 WIB
Terpopuler - Info Bisnis
Lihat Juga
Pertamina EP Adera Field berdayakan warga PALI buat kerajinan dari jerami padi
18 September 2026 18:27 WIB
Bank Sumsel Babel buka penawaran Sukuk Ritel SR025 berimbal hasil hingga 6,90 Persen
07 September 2026 12:36 WIB