Palembang  (ANTARA Sumsel) - Bisnis ayam unik bertubuh mungil nan gagah atau biasa dikenal  dengan ayam serama ternyata bisa menghasilkan keuntungan  jutaan rupiah, selain pembudidayaannya ternyata tidak
terlalu sulit.

Kevrianto (25), salah seorang pembudidaya ayam serama merasakan keuntungan itu. Hobi memelihara unggas mengantarnya pada bisnis beromset jutaan rupiah.

 "Awalnya saya hobi dan suka melihat ayam mungil nan unik itu lalu berniat mengembangkannya," katanya di Palembang, Selasa.

Ia mengaku pertama kali jatuh hati pada dada ayam serama yang membusung, dari sana ia pun mencari info di internet dimana bisa mendapatkan ayam yang merupakan hasil rekayasa persilangan ayam kapan alias
kate kaki panjang dengan ras ayam modern game bantamri itu.

Dari hasil pencarian di internet ia berhasil mendapatkan pemasok ayam unik itu di wilayah Pekanbaru.

" Pas dapat info saya langsung pesan tiga ekor,  dua indukan dan satu pejantan," paparnya.

Dari tiga ayam tersebut dibudidayakan dan berkembang hingga sekarang.

"Butuh dua tahun untuk budidaya hingga akhirnya saya memutuskan untuk menjadikannya usaha," tukas pria muda dengan satu anak ini.

Pada tahun 2011 tepatnya dua tahun setelah budidaya ia pun mulai menjual ayam serama jenis pejantan berumur empat bulan dengan harga satu juta.

"Dari sana saya mulai usaha ini hingga sekarang," ujarnya.

Ia mengatakan tidak sulit memelihara ayam serama, karena usus ayam serama yang pendek maka makanan yang dibutuhkan berserat tinggi seperti beras merah dan pakan lainnya," ujarnya.

Di Toko unggas miliknya yang diberi nama toko Asep itu ia menjual ayam serama dengan kisaran harga Rp 200.000   hingga Rp 1.200.000 per ekor .

 " Jenis yang paling murah jenis anakan sementara jenis umum lebih mahal harganya," jelasnya.

Ia juga menjelaskan  untuk serama anakan lokal harganya masih cukup murah berkisar antara Rp500.000 hingga Rp2.000.000. Namun  untuk jenis ayama serama impor hanya ada bila dipesan harganya bisa mencapai 7.000.000 hingga belasan juta.

Hingga kini pria ini sudah dapat menjual kurang lebih tiga hingga empat ekor ayam serama dalam seminggu.

 "Belum banyak memang tapi keuntungannya sangat memuaskan," ujarnya.

Ia pun mengakui rata-rata peminat unggas belum kenal dengan ayam serama. Baru-baru ini sudah mulai dikenal dan kontesnya juga sudah mulai banyak.

Untuk memilih ayam serama yang jenisnya beraneka ragam  ia  menjelaskan pembeli harus memperhatikan  tinggi dan bentuk badan.

"Makin kate dan makin busung, biasa disebut serama apel makin mahal harganya karena bentuknya cantik dan enak dilihat," jelasnya. (ant/fn)


Pewarta :
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026