SPBU nonsubsidi perlu dibangun di Sumsel
Selasa, 15 Mei 2012 22:21 WIB
Petugas SPBU sedang melayani pengisian bahan bakar minyak jenis premium di kendaraan milik pribadi. (FOTO antarasumsel.com/Yudi Abdullah/12)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Anggota DPRD Sumatera Selatan meminta setiap kabupaten di provinsi itu membangun stasiun pengisian bahan bakar umum nonsubsidi guna melayani kendaraan industri.
"Dengan meningkatnya investasi di Sumsel baik pertambangan maupun perkebunan, tentunya membutuhkan minyak solar dan premium yang banyak. Oleh karena itu perlu membangun SPBU nonsubsidi," kata Ketua Komisi IV DPRD Sumsel Edward Jaya di Palembang, Selasa.
Ia mengatakan, pemakaian bahan bakar khusus industri ini sekarang baru dilayani satu SPBU nonsubsidi di Sumsel yakni di Muaraenim.
"Kami ingin setiap kabupaten membangun fasilitas tersebut khusus perusahaan pertambangan dan perkebunan, sehingga mereka tidak lagi membeli minyak yang digunakan masyarakat," katanya.
Menurut dia, terkait dengan persoalan itu mereka akan mengadakan pertemuan dengan Pertamina untuk membahasnya.
Komisi IV akan fokus membahas masalah ini, bahkan bila diperlukan akan dibuatkan peraturan daerah (Perda) untuk mengatur pembangunan SPBU khusus itu.
Di samping itu, dalam waktu dekat mereka akan berkunjung ke DPR RI guna berkonsultasi, katanya.
Selain persoalan itu, mereka juga ingin meminta kepada Pertamina supaya kuota bahan bakar minyak di Sumsel ditambah jumlahnya.
Permintaan ini, lanjut wakil rakyat itu, karena Sumsel merupakan daerah penghasil minyak potensial selain hasil tambang lainnya.
"Kami akan minta penambahan kuota BBM ke pemerintah pusat, karena sangat tidak adil jika daerah penghasil minyak seperti Sumatera dan Kalimantan justru kekurangan bahan bakar minyak itu," kata wakil rakyat tersebut.
(ANT/KR-SUS)
"Dengan meningkatnya investasi di Sumsel baik pertambangan maupun perkebunan, tentunya membutuhkan minyak solar dan premium yang banyak. Oleh karena itu perlu membangun SPBU nonsubsidi," kata Ketua Komisi IV DPRD Sumsel Edward Jaya di Palembang, Selasa.
Ia mengatakan, pemakaian bahan bakar khusus industri ini sekarang baru dilayani satu SPBU nonsubsidi di Sumsel yakni di Muaraenim.
"Kami ingin setiap kabupaten membangun fasilitas tersebut khusus perusahaan pertambangan dan perkebunan, sehingga mereka tidak lagi membeli minyak yang digunakan masyarakat," katanya.
Menurut dia, terkait dengan persoalan itu mereka akan mengadakan pertemuan dengan Pertamina untuk membahasnya.
Komisi IV akan fokus membahas masalah ini, bahkan bila diperlukan akan dibuatkan peraturan daerah (Perda) untuk mengatur pembangunan SPBU khusus itu.
Di samping itu, dalam waktu dekat mereka akan berkunjung ke DPR RI guna berkonsultasi, katanya.
Selain persoalan itu, mereka juga ingin meminta kepada Pertamina supaya kuota bahan bakar minyak di Sumsel ditambah jumlahnya.
Permintaan ini, lanjut wakil rakyat itu, karena Sumsel merupakan daerah penghasil minyak potensial selain hasil tambang lainnya.
"Kami akan minta penambahan kuota BBM ke pemerintah pusat, karena sangat tidak adil jika daerah penghasil minyak seperti Sumatera dan Kalimantan justru kekurangan bahan bakar minyak itu," kata wakil rakyat tersebut.
(ANT/KR-SUS)
Pewarta :
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Awasi penyaluran BBM Subsidi di Sumsel, Pertamina dan Pemda sidak sejumlah SPBU
16 July 2026 7:51 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Pertamina EP Adera Field berdayakan warga PALI buat kerajinan dari jerami padi
18 September 2026 18:27 WIB
Menkeu Suahasil siapkan anggaran kebencanaan APBN 2026 antisipasi dampak El Nino
16 September 2026 16:11 WIB
Pertamina EP Adera Field dukung keamanan operasi hulu minyak dan gas bumi, sosialisasi Obvitnas di PALI
15 September 2026 12:58 WIB