Palembang (ANTARA Sumsel) - Ketua Komisi I DPRD Sumatera Selatan, Yuswar
Hidayatullah, mengatakan, kawasan perbatasan di Sumatera Selatan selama
10 tahun belakangan ini terkesan kurang terawat, sehingga
selalu menimbulkan permasalahan.
"Terkait dengan persoalan perbatasan ini, kami sudah meminta data ke
Biro Pemerintahan Setda Pemerintah Provinsi Sumsel, agar mulai ada
perhatian serius," katanya di Palembang, Selasa.
Dikatakannya, akibat kurang terawat dengan baik, banyak warga
sekarang kurang memahami batas-batas wilayah, tidak seperti dulu.
"Dulu, masyarakat adat, dan masyarakat desa mengetahui perbatasan
itu dan mereka menjaga sesuai dengan batas alam atau demografi, apakah
itu sungai, pohon dan sebagainya," katanya.
Sekarang, menurutnya, situasinya beda, karena terkesan kurang terawat serta tidak diketahui secara pasti.
"Karenanya, kami minta Biro Pemerintahan untuk membuat perencanaan
terhadap kawasan perbatasan, misalnya dengan menggunakan teknologi lebih
baik, bukan hanya mengandalkan batas-batas demografi biasa atau alami,"
ujarnya.
Ia mengatakan, kondisi sekarang ini sudah ada peralatan canggih,
malahan bisa dilakukan melalui foto satelit untuk menentukan tapal
batas.
"Masalah perbatasan ini penting, sehingga jika nantinya ada
permasalahan perbatasan, sudah jelas titik-titik koordinatnya," katanya.
Penggunaan teknologi modern dan diakui oleh kedua (pemerintah)
daerah yang berkepentingan, menurutnya, bisa membuat tapal batas (baru)
menjadi dokumen acuan dalam menyelesaikan perbatasan.
Ia juga menuturkan, di dalam Permendagri, diatur batas wilayah itu
menggunakan peta yang dikeluarkan TNI angkatan darat tahun 1970-an,
termasuk dalam menyelesaikan perselisihan perbatasan antar kabupaten
maupun kota.
"Kami menyayangkan, ada beberapa kabupaten menggunakan batas wilayah
hutan, sedangkan hutan melampui batas kabupaten dan kota, dan ini
kurang pas," katanya.
Kalau ada pengaduan permasalahan perbatasan, lanjutnya, seharusnya bisa diselesaikan di kabupaten bersangkutan.
"Para camat juga diharapkan membina seluruh kepala desanya di
kawasan perbatasan, termasuk menjaga dan merawat tapal batas desa
masing-masing," tutur Yuswar HIdayatullah. (ANT/KR-Sus)
Kawasan perbatasan Sumsel kurang terawat
Selasa, 15 Mei 2012 7:15 WIB
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pertamina Kilang Plaju kukuhkan kawasan siaga bencana dan gelar pelatihan mitigasi
02 August 2026 8:36 WIB
Pemkot Palembang gandeng Kodam II/Sriwijaya revitalisasi kawasan Benteng Kuto Besak
10 July 2026 7:24 WIB
Pemkot Palembang lanjutkan revitalisasi Benteng Kuto Besak, masuki tahap kedua
09 July 2026 15:18 WIB
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Kejati Sumsel tangani tujuh perkara karhutla dan tujuh tersangka per Agustus 2026
28 August 2026 19:55 WIB