Palembang (ANTARA Sumsel) - Harga bahan olah karet kualitas 90 persen di tingkat pabrik Sumatera Selatan, Senin, tercatat Rp30.071 per kilogram (Kg), naik dibandingkan sebelumnya Rp29.116 per Kg.

Sekretaris Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel H Awie Aman di Palembang, mengatakan, harga bahan olah karet (bokar) kualitas 90 persen di tingkat pabrik awal pekan ini berangsur naik, karena pengaruh pasaran di luar negeri.

Harga karet kualitas ekspor di Sumsel memang selalu berpatokan dengan pasaran di luar negeri, mengingat hasil salah satu komoditas andalan tersebut diekspor ke sejumlah negara konsumen, katanya.

Perkembangan harga bokar kualitas 90 persen di tingkat pabrik pada Senin (23/4) tercatat Rp30.026 per Kg, pada hari berikutnya turun menjadi Rp29.916 per kg, dan pada Kamis (26/4) menjadi Rp29.824 per kg, terakhir Senin ini menjadi Rp30.071 per kg.

Menurut Awie, perkembangan harga karet khususnya yang kualitas 90 persen dalam beberapa bulan terakhir memang selalu memperlihatkan grafik naik dan turun, namun masih rata-rata di atas Rp29 ribu per kg, karena harga terendah pada 24 April tercatat Rp29.116 per Kg.

Ia menjelaskan, ekspor karet selama ini selalu dilakukan pengusaha eksportir anggota Gapkindo di Sumsel.

Pengusaha eksportir atau pemilik pabrik pengolahan karet di Sumsel hingga saat ini terdapat sebanyak 26 unit, tersebar di beberapa daerah namun sebagian besar ada di wilayah Kota Palembang, katanya.

Volume ekspor karet Sumsel setiap bulan rata-rata kisaran 60.000 hingga 70.000 ton.

Sementara data yang dicatat pihak Badan Pusat Statistik (BPS) setempat, secara keseluruhan total nilai ekspor nonmigas Sumsel pada Januari 2012 menghasilkan devisa 269,789 juta dolar AS.

Menurut Kepala BPS Sumsel, Haslani Haris bahwa dari total nilai ekspor nonmigas tersebut, 219,524 juta dolar yang sebagian besar disumbang melalui komoditas karet, selebihnya CPO, kopi dan produk lainnya.(M033)